Hilux Hybrid 2026 Jadi Pikap Listrik, Baterai 59,2 kWh dan Range 315 Km

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:10 WIB
Hilux Hybrid 2026 yang dibahas merupakan Hilux EV dengan baterai 59,2 kWh, dual motor, jarak 315 km, dan harga sekitar Rp1 miliar. (SC YOUTUBE)
Hilux Hybrid 2026 yang dibahas merupakan Hilux EV dengan baterai 59,2 kWh, dual motor, jarak 315 km, dan harga sekitar Rp1 miliar. (SC YOUTUBE)

JAKARTA - Hilux Hybrid 2026 menjadi sorotan karena Toyota menghadirkan Hilux dengan teknologi elektrifikasi penuh. Berdasarkan transkrip video, model yang dibahas sebenarnya merupakan Toyota Hilux EV dengan baterai 59,2 kWh dan sistem dual motor yang membuatnya mampu menggerakkan roda depan dan belakang.

Penyebutan Hilux Hybrid 2026 perlu dibedakan dari Hilux EV yang dibahas dalam video. Tidak ada keterangan mengenai penggunaan mesin bensin atau diesel pada model tersebut. Sistem penggeraknya mengandalkan motor listrik.

Kehadiran pikap ini menjadi perhatian karena kendaraan double cabin listrik selama ini identik dengan produk dari pabrikan Tiongkok. Toyota mencoba masuk ke segmen tersebut melalui Hilux EV. Dalam video juga disebutkan bahwa model ini bukan double cabin listrik pertama dari merek Jepang karena Isuzu D-Max EV telah lebih dahulu hadir.

Baca Juga: Kijang Innova EV Jadi Prototype Listrik Toyota, Pakai Baterai dan Motor Listrik

Eksterior Masih Pertahankan Karakter Hilux

Secara keseluruhan, tampilan Hilux EV masih memiliki kemiripan dengan versi diesel. Namun, Toyota memberikan sejumlah perubahan untuk menyesuaikan karakter kendaraan listrik.

Bagian depan menjadi salah satu area yang paling mudah dibedakan. Grille dibuat tertutup dan tidak mendapatkan aksen underguard berwarna silver seperti versi diesel. Fog lamp juga tidak tersedia pada model yang dibahas.

Pada bagian samping terdapat port pengisian daya. Fitur ini menjadi pembeda utama karena kendaraan sudah menggunakan sistem penggerak listrik. Hilux EV juga disebut mendukung pengisian daya DC.

Desain pelek ikut mendapatkan perubahan. Sementara itu, beberapa bagian lainnya tetap mempertahankan karakter Hilux diesel, termasuk footstep dan fitur keyless entry.

Bagian belakang juga memiliki bentuk yang masih serupa dengan varian diesel. Kamera mundur tetap tersedia. Perbedaan yang paling mudah dikenali adalah emblem EV.

Namun, terdapat detail yang cukup menarik pada bak belakang. Meski disebut sebagai varian dengan harga paling tinggi, kendaraan ini tidak dilengkapi bed liner. Bagian bak langsung menggunakan permukaan bodi sehingga perlindungan tambahan terhadap goresan tidak tersedia seperti pada dua varian di bawahnya.

Dual Motor dengan Baterai 59,2 kWh

Masuk ke dalam kabin, Hilux EV justru memiliki beberapa perlengkapan yang lebih sederhana dibandingkan Hilux diesel tipe V.

Jok masih menggunakan bahan fabric dan pengaturannya dilakukan secara manual. Setir juga belum menggunakan lapisan kulit. Bagian konsol tengah masih terbuka, sedangkan layar head unit memiliki ukuran lebih kecil.

Sebaliknya, panel instrumen sudah menggunakan full TFT color. Perubahan lain terdapat pada desain tuas transmisi yang dibuat berbeda dan disebut memiliki kemiripan dengan model Lexus serta Prius.

Tidak ada selector four-wheel drive dengan pilihan 2H, 4H, dan 4L seperti pada Hilux diesel. Sebab, kendaraan ini sudah menggunakan sistem all-wheel drive dengan dua motor listrik.

Ketiadaan wireless charger juga menjadi salah satu catatan dalam kabin. Untuk pengaturan AC, sistemnya disebut masih sama dengan tipe V.

Posisi duduk khas double cabin tetap terasa cukup tegak. Ruang kepala dan ruang kaki di baris belakang disebut masih aman. Penumpang belakang juga mendapatkan USB Type-C, seatback pocket, armrest, serta cup holder. Namun, tidak tersedia sirkulasi AC di belakang.

Baca Juga: Kijang Innova EV Jadi Prototype Listrik Toyota, Pakai Baterai dan Motor Listrik

Di balik sistem penggeraknya, Hilux EV menggunakan baterai berkapasitas 59,2 kWh. Motor listrik depan menghasilkan 112 PS dan torsi 205 Nm. Sementara motor belakang menghasilkan 176 PS dengan torsi 268 Nm.

Jarak tempuh yang disebut dalam video mencapai 315 kilometer. Angka tersebut dinilai belum terlalu jauh jika dibandingkan dengan kapasitas baterainya. Bobot kendaraan yang mencapai sekitar 3,1 ton disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jarak tempuh.

Besarnya kapasitas baterai dan penggunaan dual motor juga menjadi alasan biaya kendaraan meningkat. Dalam video dijelaskan, kondisi tersebut membuat Toyota mengurangi sejumlah fitur untuk menjaga harga tetap kompetitif.

Hilux EV kemudian disebut memiliki peluang digunakan perusahaan yang membutuhkan kendaraan dengan emisi lebih rendah, termasuk perusahaan di sektor tambang, perkebunan, kehutanan, perminyakan, dan penerbangan yang berkaitan dengan kebutuhan karbon kredit.

Untuk harga, kendaraan ini disebut dibanderol sekitar Rp1 miliar lebih Rp1 juta. Nilai tersebut disebut sekitar dua kali lipat dibandingkan Hilux diesel tipe E. Dengan selisih harga tersebut, Hilux EV menawarkan pertimbangan berbeda, terutama dari sisi efisiensi operasional.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : AutonetMagz
Toyota Hilux Hilux Hybrid 2026 Toyota Hilux EV Hilux EV 2026 Pikap Listrik