JAKARTA - Pemilik Hyundai Ioniq 5 mengungkap pengalaman kurang menyenangkan setelah mobil yang baru dibelinya mengalami sejumlah masalah. Dalam video yang menjadi sumber berita, pemilik tersebut mengaku stres karena kendaraan mengalami kendala mulai dari fast charging, aki, mobil tidak bisa menyala, hingga head unit yang sempat mati.
Pengalaman tersebut disampaikan pemilik melalui sebuah video. Ia mengatakan belum lama menggunakan Ioniq 5 setelah membelinya, tetapi sudah menghadapi beberapa persoalan. Kondisi itu bahkan membuatnya merasa sangat tertekan dan mengaku sampai berobat ke psikolog.
Keluhan pertama berkaitan dengan layanan purnajual. Pemilik mengaku kesulitan mendapatkan respons ketika menghubungi pihak terkait. Ia juga menyoroti persoalan kebutuhan parkir paralel yang menurutnya sudah diketahui oleh pihak penjual.
Baca Juga: Makam Bung Karno Dibuka 24 Jam, Kunjungan Malam Tembus 2.529 Orang Selama Agustus
Menurut pemilik, kemampuan parkir paralel menjadi salah satu pertimbangan ketika memutuskan membeli mobil tersebut. Ia mengaku sebelumnya mendapatkan informasi bahwa mobil sudah bisa digunakan untuk parkir paralel.
Masalah kemudian muncul ketika Ioniq 5 miliknya tidak dapat melakukan fast charging. Pemilik masih bisa menggunakan metode pengisian daya yang lebih lama, tetapi ingin mengetahui penyebab kendaraan tidak dapat menerima pengisian cepat.
Kendala Fast Charging hingga Mobil Tidak Bisa Menyala
Ia kemudian membawa mobil ke Senayan Park untuk mencari tahu persoalan tersebut. Namun, menurut ceritanya, pihak yang ditemuinya di lokasi juga tidak langsung mengetahui penyebab kendala.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07 Punya Daya Tarik Besar di Harga Rp1 Jutaan, Ini Spesifikasinya
Pemilik mengatakan dirinya sempat bertanya kepada pengguna kendaraan lain yang sedang melakukan pengisian daya di lokasi tersebut. Namun, orang tersebut juga tidak mengetahui penyebab Ioniq 5 miliknya tidak dapat melakukan fast charging.
Setelah itu, ia menghubungi Hyundai Care dan diarahkan menuju lokasi lain. Namun, kendala tersebut disebut belum terselesaikan meski pemilik masih berada di kawasan Senayan hingga tengah malam.
Belum selesai dengan persoalan pengisian daya, masalah lain muncul ketika mobil tidak dapat dinyalakan saat hendak digunakan untuk berangkat kerja. Kondisi tersebut membuat aktivitas pemilik terhambat.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07 Punya Daya Tarik Besar di Harga Rp1 Jutaan, Ini Spesifikasinya
Ia kemudian meminta teknisi datang untuk menangani kendaraan. Dari pemeriksaan tersebut, aki mobil disebut sudah habis dan akhirnya diganti.
Persoalan berikutnya berkaitan dengan kebiasaan parkir paralel. Dalam percakapan yang direkam pemilik, pihak after sales menjelaskan bahwa Ioniq 5 tidak disarankan diparkir dalam posisi paralel.
Pihak tersebut menyebut terdapat komponen kelistrikan yang membutuhkan kondisi tertentu ketika kendaraan diparkir paralel. Namun, pemilik mempertanyakan mengapa informasi tersebut tidak disampaikan sejak awal pembelian.
Baca Juga: JPL 175 Garum Dinormalisasi, Warga Masih Bisa Melintas tapi Ada Syarat Tegas
Ia mengatakan kebutuhan parkir paralel sebelumnya sudah disampaikan kepada pihak penjual. Menurutnya, ia memilih Ioniq 5 karena mendapatkan informasi bahwa kendaraan tersebut sudah dapat digunakan untuk parkir paralel.
Keluhan Berlanjut ke Head Unit
Masalah lain kembali muncul ketika head unit mobil mengalami kendala. Pemilik menyebut sistem audio pada head unit sempat mati.
Dalam kondisi tersebut, ia bahkan mencoba mencari solusi melalui ChatGPT. Ia mengaku menemukan jawaban yang menurutnya lebih membantu dibandingkan penanganan yang diterimanya ketika meminta bantuan teknisi.
Baca Juga: 8 HP All-Rounder 2026 Paling Laris, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Keluhan tersebut semakin membuat pemilik kecewa terhadap layanan yang diterimanya. Ia menilai teknisi dan pihak sales yang datang menangani persoalan tersebut belum mampu memberikan solusi yang memuaskan.
Pemilik juga menceritakan bahwa persoalan mobil membuatnya beberapa kali harus meminta bantuan teknisi. Situasi tersebut menjadi beban tersendiri karena terjadi ketika kendaraan dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari.
Di akhir video, pemilik mengatakan ceritanya belum selesai dan masih akan melanjutkan pengalaman tersebut pada bagian berikutnya. Dengan demikian, keluhan yang disampaikan dalam video masih berupa pengalaman dan penilaian dari pemilik kendaraan berdasarkan kejadian yang ia alami.
Baca Juga: Bansos Tahap 3 2026: KPM Tereksklusi Bisa Ajukan Sanggahan, 3,78 Juta KK Terdaftar
Transkrip tidak memuat tanggapan resmi dari Hyundai mengenai seluruh keluhan tersebut. Karena itu, berbagai persoalan yang disampaikan dalam video perlu dipahami sebagai keterangan dari pemilik kendaraan, bukan sebagai kesimpulan mengenai kualitas seluruh unit Hyundai Ioniq 5 atau layanan purnajual Hyundai secara umum.
Editor : Annis Zahra Putri Setia Bekti