JAKARTA - Hyundai Kona EV bekas produksi 2021 kini ditawarkan di kisaran harga Rp200 jutaan, jauh di bawah harga barunya yang dahulu hampir Rp700 juta. Meski usianya sudah sekitar tiga tahun, mobil listrik tersebut masih menyisakan garansi baterai dan menawarkan pengalaman berkendara yang dinilai menarik.
Dalam ulasan Farid Anif, unit Hyundai Kona EV yang dibahas merupakan produksi 2021 dan telah digunakan sekitar tiga tahun. Odometer mobil menunjukkan jarak tempuh 44.000 kilometer.
Harga menjadi salah satu daya tarik utama Kona EV generasi pertama tersebut. Menurut ulasan itu, harga bekasnya kini berada di kisaran Rp200 jutaan kecil. Dalam kondisi tertentu, unit dengan harga sekitar Rp200 jutaan lebih sedikit masih mungkin ditemukan.
Baca Juga: Bapang Blitar Mulai Disalurkan, 169 Ribu KPM Dapat 30 Kg Beras hingga September
Penurunan harga tersebut tergolong besar jika dibandingkan harga ketika mobil masih baru. Kona EV sebelumnya disebut dibanderol hampir Rp700 juta. Artinya, depresiasi dalam sekitar tiga tahun sudah mencapai lebih dari 50 persen.
Range Lebih Pendek, tetapi Baterai Masih Dinilai Baik
Salah satu perbedaan paling mencolok dengan Kona EV generasi terbaru adalah jarak tempuh. Kona EV lama dalam ulasan tersebut memiliki baterai berkapasitas 39 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 289 kilometer.
Angka itu terpaut jauh dari Kona EV terbaru yang disebut mampu mencapai sekitar 600 kilometer. Dari sisi teknologi dan jarak tempuh, generasi lama jelas tertinggal.
Baca Juga: 5 Bonsai Termahal di Dunia, Ada yang Ditawar Rp1,3 Miliar dan Berusia 800 Tahun
Pengisian cepat juga belum terlalu kencang. Kemampuan fast charging-nya disebut belum mencapai 100 kW. Namun, karena kapasitas baterainya tidak terlalu besar, pengisian hingga penuh tetap dinilai tidak membutuhkan waktu terlalu lama.
Menariknya, kondisi baterai unit yang telah menempuh 44.000 kilometer tersebut masih dinilai baik. Saat baterai tersisa sekitar tiga perempat, layar menunjukkan estimasi jarak tempuh 241 kilometer. Jika dikaitkan dengan klaim jarak tempuh penuh 289 kilometer, penurunan performa baterai dalam pemakaian sekitar tiga tahun tersebut dinilai belum mengkhawatirkan.
Kona EV juga masih memiliki garansi baterai hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer. Dengan usia mobil sekitar tiga tahun dan jarak tempuh 44.000 kilometer, masih terdapat masa garansi yang cukup panjang.
Baca Juga: 5 Bonsai Termahal di Dunia, Ada yang Ditaksir Hampir Rp5 Miliar
Kalah Canggih, tetapi Menang di Pengalaman Berkendara
Dari sisi fitur, Kona EV lama memang tidak bisa disandingkan begitu saja dengan mobil listrik keluaran terbaru. Namun, pengalaman berkendaranya menjadi salah satu keunggulan yang disorot.
Mobil ini memiliki beberapa fitur seperti head-up display, lane keeping assist, cruise control, wireless head unit, sunroof, electronic parking brake, auto hold, serta kursi dengan fitur pemanas dan pendingin.
Saat dikendarai, karakter Kona EV disebut terasa natural seperti mobil bensin. Perbedaannya, tenaga berasal dari motor listrik sehingga tidak ada getaran dan suara mesin.
Baca Juga: Deretan Bonsai Termahal di Dunia, Ada yang Ditawar Rp1,3 Miliar dalam Lelang
Respons awal pedal gas justru menjadi salah satu hal yang menarik. Tarikan awalnya dinilai terasa lebih kuat dibandingkan Kona EV terbaru maupun Ioniq 5, meski setelah itu performanya terasa lebih biasa. Akselerasi 0-100 kilometer per jam disebut berada di kisaran delapan detik.
Sistem regenerative braking juga dinilai halus dan mudah dikontrol. Pengemudi dapat meningkatkan efek pengereman regeneratif melalui paddle di balik kemudi hingga mobil bisa berhenti tanpa perlu menginjak pedal rem.
Kenyamanan pengemudi turut mendapat penilaian positif. Namun, bangku belakang menjadi salah satu catatan karena posisi duduknya cukup tegak dan lantai terasa lebih tinggi akibat penempatan baterai. Suspensi belakang juga disebut terasa keras ketika melewati jalan bergelombang atau polisi tidur.
Baca Juga: 5 Bonsai Termahal di Dunia, Ada yang Dijual Rp22 Miliar dalam Satu Lelang
Meski kalah dalam teknologi dan jarak tempuh, Hyundai Kona EV bekas dinilai masih memiliki daya tarik kuat di kisaran harga Rp200 jutaan. Terlebih, karakter berkendaranya disebut lebih matang dan natural dibandingkan sejumlah mobil listrik baru di kelas harga tersebut.
Pada akhirnya, pembelian mobil listrik bekas tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam ulasan tersebut, semakin tinggi jarak tempuh penggunaan harian, semakin besar pula potensi penghematan biaya operasional yang bisa dirasakan dibandingkan mobil bermesin bensin.
Editor : Annis Zahra Putri Setia Bekti