Mobil Listrik Rp100 Jutaan Makin Ramai, Ada VinFast VF3 hingga BYD Atto 1

Rangga Rizki Saputra • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 19:50 WIB
Mobil listrik Rp100 jutaan mulai ramai di Indonesia. Ada VinFast VF3, Seres E1 B-Type, dan BYD Atto 1 Standard dengan keunggulannya.
Mobil listrik Rp100 jutaan mulai ramai di Indonesia. Ada VinFast VF3, Seres E1 B-Type, dan BYD Atto 1 Standard dengan keunggulannya.

 

JAKARTA - Pasar mobil listrik Rp100 jutaan di Indonesia mulai menjadi segmen yang semakin menarik. Jika sebelumnya kendaraan listrik identik dengan harga ratusan juta hingga miliaran rupiah, kini sejumlah produsen mulai menawarkan model dengan harga yang lebih terjangkau.

Kehadiran mobil listrik murah tersebut membuka peluang bagi masyarakat perkotaan yang ingin menggunakan kendaraan listrik untuk aktivitas sehari-hari. Selain menawarkan biaya operasional yang lebih rendah, mobil listrik juga menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Sejumlah pabrikan asal China hingga Vietnam ikut meramaikan segmen ini dengan menghadirkan kendaraan berukuran kompak. Beberapa di antaranya bahkan dibanderol mulai Rp150 jutaan.

Baca Juga: BYD Atto 1 Rp195 Juta Diuji, Mobil Listrik Murah dengan Efisiensi Bikin Geleng Kepala

Salah satu pilihan adalah VinFast VF3. Mobil listrik asal Vietnam tersebut dipasarkan mulai Rp152 juta. Menariknya, VinFast menerapkan skema yang memisahkan harga kendaraan dengan kepemilikan baterai.

Melalui skema tersebut, konsumen dapat menggunakan sistem sewa baterai dengan biaya bulanan. Strategi ini membuat harga awal kendaraan menjadi lebih rendah sehingga VF3 dapat masuk ke segmen mobil listrik Rp100 jutaan.

VinFast VF3 sendiri mengusung desain mungil dengan karakter seperti SUV mini. Ukurannya membuat mobil ini ditujukan terutama untuk kebutuhan mobilitas di kawasan perkotaan.

Baca Juga: Kijang Innova EV Berbasis Innova Reborn Buka Arah Baru Mobil Listrik Toyota

Pilihan berikutnya adalah Seres E1 B-Type yang ditawarkan dengan harga sekitar Rp189 juta. Berbeda dengan skema sewa baterai pada VF3, harga tersebut disebut sudah termasuk baterai.

Hal ini membuat Seres E1 B-Type menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan skema kepemilikan yang lebih sederhana tanpa tambahan biaya langganan baterai setiap bulan.

Seres E1 juga mengusung konsep kendaraan listrik kompak yang cocok digunakan untuk aktivitas harian di perkotaan. Dimensinya yang kecil membuatnya relatif mudah digunakan ketika menghadapi jalan sempit maupun area parkir terbatas.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik yang Wajib Diketahui Sebelum Membeli

Sementara itu, BYD Atto 1 Standard hadir tepat di batas atas segmen harga tersebut dengan banderol sekitar Rp199 juta.

Sebagai salah satu produsen kendaraan listrik global, BYD menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan sejumlah rivalnya. Atto 1 Standard menggunakan format hatchback lima pintu dengan kapasitas lima penumpang.

Konfigurasi tersebut membuat kabin BYD Atto 1 terasa lebih akomodatif untuk penumpang dewasa. Ruang bagasi yang lebih fungsional juga menjadi salah satu keunggulan dibandingkan mobil listrik berukuran mikro.

Dengan harga yang berada di kisaran Rp200 juta, BYD Atto 1 Standard berpotensi menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan format lebih konvensional tetapi tetap kompak untuk kebutuhan perkotaan.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik yang Wajib Diketahui Sebelum Membeli

Persaingan mobil listrik Rp100 jutaan menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik Indonesia mulai bergerak menuju segmen yang lebih luas. Bukan lagi hanya konsumen kelas premium yang menjadi sasaran, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas harian.

VinFast VF3 menawarkan harga awal rendah melalui skema baterai, Seres E1 B-Type mengedepankan kepemilikan baterai dalam harga kendaraan, sedangkan BYD Atto 1 Standard menawarkan kapasitas lima penumpang dalam format hatchback.

Dengan semakin banyaknya pilihan, konsumen kini memiliki alternatif yang lebih beragam untuk mulai beralih ke kendaraan listrik. Namun, harga bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Biaya pengisian daya, jarak tempuh, layanan purnajual, garansi baterai, serta kebutuhan penggunaan sehari-hari tetap perlu menjadi pertimbangan sebelum membeli.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik yang Wajib Diketahui Sebelum Membeli

Editor : Rangga Rizki Saputra
Sumber : @otomotifkompascom
VinFast VF3 mobil listrik Rp100 jutaan Mobil listrik 2026 mobil listrik byd atto 1