Motor Listrik Makin Diminati, Penjualan Tembus 59 Ribu Unit dan Hemat Biaya hingga 70 Persen

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:13 WIB
Motor listrik semakin diminati masyarakat Indonesia seiring berkembangnya ekosistem kendaraan listrik dan meningkatnya efisiensi biaya operasional.
Motor listrik semakin diminati masyarakat Indonesia seiring berkembangnya ekosistem kendaraan listrik dan meningkatnya efisiensi biaya operasional.

JAKARTA - Minat masyarakat terhadap motor listrik di Indonesia mulai menunjukkan tren positif. Penjualan sepeda motor listrik nasional tercatat menembus lebih dari 59.000 unit sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa kendaraan listrik semakin mendapat perhatian masyarakat di tengah berkembangnya ekosistem kendaraan bermotor listrik di Tanah Air.

Pertumbuhan motor listrik juga mendapat dorongan dari pemerintah melalui peluncuran ekosistem motor listrik nasional atau Molinas. Kehadiran ekosistem tersebut diharapkan mampu mempercepat penggunaan kendaraan listrik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor terhadap industri kendaraan listrik nasional.

Industri motor listrik kini tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan penjualan secara agresif. Pelaku industri mulai menargetkan peningkatan penjualan secara bertahap dan berkelanjutan. Berdasarkan data Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan, penjualan pada 2025 telah mencapai lebih dari 59.000 unit.

Baca Juga: 5 HP Mantan Flagship Murah yang Masih Worth It, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Salah satu faktor yang membuat motor listrik mulai dilirik adalah biaya penggunaannya yang dinilai lebih efisien dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Harga kendaraan yang semakin terjangkau juga menjadi pertimbangan masyarakat untuk mulai beralih.

Selain itu, motor listrik menawarkan keuntungan berupa biaya operasional yang lebih rendah. Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli bensin dan perawatan kendaraan listrik juga memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan motor konvensional.

Meski demikian, minat masyarakat belum sepenuhnya merata. Sejumlah warga masih mengaku lebih nyaman menggunakan motor konvensional karena ketergantungan terhadap bahan bakar bensin masih cukup tinggi.

Baca Juga: Kasus Bullying MTs Wlingi Berakhir Damai, Bapas Rekomendasikan Diversi dan Terlapor Pindah Sekolah

Faktor ekonomi juga menjadi pertimbangan. Pendapatan dan pengeluaran setiap masyarakat berbeda sehingga keputusan untuk beralih ke kendaraan listrik tidak bisa dilakukan secara seragam. Sebagian masyarakat juga masih menggantungkan penghasilan dari aktivitas yang berkaitan dengan penjualan bahan bakar.

Di sisi lain, ada masyarakat yang mulai tertarik menggunakan motor listrik karena alasan efisiensi. Tidak perlu mengantre di SPBU, biaya penggunaan yang lebih hemat, serta minim polusi menjadi sejumlah keunggulan yang dinilai menarik.

Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian ekosistem motor listrik nasional menegaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik dapat memberikan penghematan yang signifikan bagi masyarakat.

Menurut perhitungan yang disampaikan, penggunaan motor listrik dibandingkan motor bensin dapat menghemat pengeluaran untuk mobilitas harian sedikitnya 50 persen. Bahkan, penghematan tersebut disebut bisa mencapai 70 persen dalam kondisi tertentu.

Dukungan pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat perkembangan industri motor listrik nasional. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiadi, menyebut intervensi pemerintah dapat membuat pengembangan ekosistem kendaraan listrik berjalan lebih cepat.

Saat ini, terdapat 36 merek yang disebut telah berada dalam ekosistem industri motor listrik nasional dan siap mendukung percepatan pengembangan kendaraan listrik apabila mendapatkan dukungan pemerintah.

Baca Juga: Bansos September 2026: 4 Bantuan Reguler dan Beras 30 Kg Mulai Disalurkan

Meski prospeknya semakin positif, perpindahan masyarakat dari motor bensin menuju motor listrik masih menghadapi sejumlah tantangan. Ketergantungan terhadap kendaraan konvensional, kondisi ekonomi masyarakat, serta kesiapan ekosistem menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Penguatan regulasi, dukungan pembiayaan atau financing, serta peningkatan kualitas kendaraan dinilai menjadi kunci agar masyarakat semakin yakin beralih ke kendaraan listrik.

Dengan dukungan pemerintah dan industri yang terus berkembang, motor listrik diproyeksikan memiliki peluang semakin besar dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Namun, peningkatan minat tersebut tetap membutuhkan proses bertahap hingga kendaraan listrik benar-benar menjadi pilihan utama masyarakat.

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
motor bensin Molinas ndustri motor listrik motor listrik kendaraan listrik