Motor Listrik Makin Diminati, Hemat Biaya hingga 70 Persen Jadi Daya Tarik

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:16 WIB
Motor Listrik Makin Diminati, Hemat Biaya hingga 70 Persen Jadi Daya Tarik
Motor Listrik Makin Diminati, Hemat Biaya hingga 70 Persen Jadi Daya Tarik

JAKARTA - Minat masyarakat terhadap motor listrik di Indonesia dinilai terus menunjukkan tren positif. Penjualan kendaraan roda dua berbasis listrik bahkan telah menembus lebih dari 59.000 unit sepanjang 2025.

Pertumbuhan motor listrik tersebut sejalan dengan semakin berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah juga baru meluncurkan Ekosistem Motor Listrik Nasional atau Molinas sebagai bagian dari upaya mempercepat penggunaan kendaraan listrik di tengah masyarakat.

Industri motor listrik nasional kini tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan penjualan secara agresif. Pelaku industri mulai berfokus menjaga tren kenaikan penjualan secara bertahap, seiring meningkatnya minat konsumen dan dukungan pemerintah.

Baca Juga: Diduga Depresi, Pria 55 Tahun Tewas Tertabrak KA Majapahit di Garum Blitar

Berdasarkan data Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan, penjualan sepeda motor listrik pada 2025 telah mencapai lebih dari 59.000 unit.

Sejumlah faktor menjadi pendorong masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik. Selain alasan lingkungan, harga kendaraan yang semakin terjangkau serta biaya operasional yang lebih efisien menjadi daya tarik tersendiri.

Meski demikian, perpindahan masyarakat dari motor konvensional menuju motor listrik belum sepenuhnya terjadi. Sebagian warga masih merasa ragu karena kehidupan sehari-hari dan aktivitas ekonomi mereka masih sangat bergantung pada bahan bakar minyak.

Baca Juga: 5 HP Mantan Flagship Murah yang Masih Worth It, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Sejumlah masyarakat yang diwawancarai dalam video tersebut mengaku masih lebih memilih motor konvensional. Salah satu alasannya karena penggunaan bensin masih sangat dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk warga yang menggantungkan penghasilan dari penjualan bahan bakar.

Kondisi ekonomi juga menjadi pertimbangan. Pendapatan dan kebutuhan setiap masyarakat berbeda sehingga kemampuan untuk beralih ke kendaraan listrik belum merata.

Namun, ada pula masyarakat yang mulai melihat keuntungan motor listrik. Faktor utama yang disebut adalah efisiensi biaya, tidak perlu mengantre di SPBU, serta minim polusi dan debu.

Dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat perkembangan kendaraan listrik nasional. Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional atau Molinas menegaskan besarnya penghematan yang dapat diperoleh masyarakat melalui penggunaan kendaraan listrik.

Dalam pernyataannya, penggunaan motor listrik dibandingkan motor berbahan bakar bensin disebut dapat menghemat biaya mobilitas minimal 50 persen. Bahkan, penghematan tersebut dinilai bisa mencapai 70 persen.

Besarnya efisiensi itu menjadi salah satu alasan motor listrik dinilai memiliki prospek untuk semakin diterima masyarakat. Apalagi, biaya penggunaan sehari-hari menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen dalam memilih kendaraan.

Baca Juga: Mateus Lagoa Dikaitkan dengan Persebaya, Calon Pemain Asing Terakhir Bajul Ijo?

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiadi, juga menilai peresmian ekosistem motor listrik nasional menunjukkan komitmen jangka panjang pemerintah.

Budi menyebut intervensi dan dukungan pemerintah dapat mempercepat perkembangan industri kendaraan listrik. Saat ini, terdapat 36 brand yang disebut telah berada dalam ekosistem Molinas dan siap mendukung pengembangan industri motor listrik.

Menurutnya, dukungan kebijakan pemerintah, termasuk aspek pembiayaan atau financing, akan menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan pasar.

Baca Juga: Rafaelson Masuk Rumor Pemain Asing ke-11 Persebaya, Tavares Tak Mau Asal Isi Slot

Dengan regulasi yang semakin kuat, dukungan pembiayaan, serta kualitas kendaraan yang terus ditingkatkan, motor listrik diproyeksikan semakin menjadi pilihan masyarakat untuk kebutuhan mobilitas.

Meski sebagian warga masih memilih kendaraan konvensional, tren penjualan dan perkembangan ekosistem menunjukkan pasar motor listrik di Indonesia memiliki peluang untuk terus tumbuh.

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
Penjualan motor listrik Molinas Budi Setiadi motor listrik kendaraan listrik