Bukan Baterai Jumbo, Ini Rahasia Scorpio X1 Bisa Tempuh 200 Km

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 08:15 WIB
Scorpio X1 diklaim mampu menempuh 200 km dengan baterai 4,8 kWh. Simak faktor efisiensi yang membuat jarak tempuhnya panjang.
Scorpio X1 diklaim mampu menempuh 200 km dengan baterai 4,8 kWh. Simak faktor efisiensi yang membuat jarak tempuhnya panjang.

 JAKARTA - Scorpio X1 menawarkan pendekatan berbeda dalam pengembangan motor listrik. Jika sebagian kendaraan listrik mengejar jarak tempuh dengan memperbesar kapasitas baterai, motor listrik ini justru mengandalkan efisiensi di berbagai bagian kendaraan untuk mencapai jarak hingga sekitar 200 kilometer dalam kondisi ideal.

Motor yang dikembangkan Scorpio Electric dengan dukungan teknologi dari BYD tersebut menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas sekitar 4,8 kWh. Kapasitas tersebut dipadukan dengan sistem penggerak dan pengelolaan energi yang dirancang agar penggunaan listrik lebih terkendali.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa jarak tempuh kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar baterainya, tetapi juga seberapa efisien energi digunakan selama perjalanan.

Baca Juga: Bapang Blitar Mulai Disalurkan, 169 Ribu KPM Dapat 30 Kg Beras hingga September

Kapasitas Baterai Bukan Satu-satunya Penentu Jarak Tempuh

Scorpio X1 dibekali motor listrik berdaya sekitar 10 kW dengan kecepatan maksimum yang diklaim mencapai 105 km/jam.

Dengan kemampuan tersebut, motor ini tetap memiliki performa yang cukup untuk penggunaan harian sekaligus perjalanan di jalan raya. Namun, tenaga besar tidak berarti konsumsi energi harus selalu tinggi.

Sistem penggerak Scorpio X1 dirancang untuk menyesuaikan penggunaan energi dengan kondisi berkendara. Ketika motor digunakan pada kecepatan konstan, misalnya saat perjalanan komuter, sistem dapat menjaga konsumsi daya agar tidak berlebihan.

Baca Juga: 5 Bonsai Termahal di Dunia, Ada yang Dijual Rp22 Miliar dalam Satu Lelang

Pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu Scorpio X1 memperoleh jarak tempuh panjang dari baterai berkapasitas 4,8 kWh.

Bobot 165 Kg dan Regenerative Braking Ikut Berperan

Faktor berikutnya adalah bobot. Scorpio X1 memiliki berat sekitar 165 kilogram, termasuk baterai.

Bobot kendaraan berpengaruh langsung terhadap kebutuhan energi. Semakin berat kendaraan yang harus digerakkan, semakin besar pula energi yang diperlukan, terutama ketika melakukan akselerasi atau melewati kondisi jalan tertentu.

Scorpio X1 juga dilengkapi regenerative braking. Ketika motor melakukan perlambatan, sebagian energi dapat dikembalikan ke baterai.

Sistem tersebut tidak membuat energi pengereman kembali sepenuhnya ke baterai, tetapi dapat membantu meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Pengaturannya juga dirancang agar deselerasi tetap terasa natural bagi pengendara.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Tempati Posisi Keenam Klasemen Moto3 2026 Jelang Aragon

Selain itu, motor ini menggunakan sistem manajemen daya terintegrasi. Sistem tersebut mengatur distribusi energi antara baterai, motor, dan berbagai perangkat elektronik agar penggunaan daya lebih terkontrol.

Aerodinamika hingga Pendinginan Baterai Diperhatikan

Efisiensi Scorpio X1 tidak berhenti pada baterai dan motor. Desain bodinya juga menjadi bagian dari strategi penghematan energi.

Motor ini memiliki desain sportif futuristik dengan pertimbangan aerodinamika. Hambatan udara yang lebih rendah dapat membantu kendaraan mempertahankan kecepatan dengan kebutuhan energi yang lebih terkendali, terutama ketika digunakan pada kecepatan tinggi.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Terpuruk di Aragon, Honda Dihadapkan Ancaman Kehilangan Talenta Muda

Pengaturan suhu baterai juga menjadi faktor penting. Scorpio X1 disebut menggunakan sistem pendinginan yang dirancang untuk menjaga temperatur baterai tetap stabil ketika digunakan, termasuk pada kondisi iklim tropis.

Temperatur baterai yang terkendali dapat membantu menjaga konsistensi performa dan efisiensi sistem kelistrikan.

Untuk pengisian daya, Scorpio X1 membutuhkan waktu sekitar empat jam menggunakan pengisian standar dari kondisi kosong hingga penuh. Motor ini tidak mengandalkan teknologi fast charging ekstrem sebagai daya tarik utamanya.

Sebaliknya, pendekatan yang digunakan lebih menekankan keseimbangan antara kapasitas baterai, konsumsi energi, performa, dan pengelolaan sistem.

Scorpio X1 juga memiliki mode berkendara yang memungkinkan karakter tenaga dan respons throttle disesuaikan. Saat digunakan dengan gaya berkendara yang lebih santai, konsumsi energi dapat ditekan dibandingkan ketika pengendara terus menggunakan tenaga tinggi.

Dari keseluruhan pendekatan tersebut, terlihat bahwa efisiensi Scorpio X1 bukan berasal dari satu teknologi tunggal. Jarak tempuh hingga 200 kilometer dalam kondisi ideal merupakan hasil kombinasi antara kapasitas baterai, motor listrik, bobot kendaraan, regenerative braking, manajemen daya, pendinginan, aerodinamika, dan mode berkendara.

Konsep tersebut menjadi menarik karena memperlihatkan arah pengembangan motor listrik yang tidak selalu bergantung pada baterai semakin besar. Dengan pengelolaan energi yang lebih efisien, kapasitas baterai yang relatif terbatas pun dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan jarak tempuh yang lebih jauh.

Source YouTube SHIDRIVE.id

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
Scorpio X1