Scorpio X1, Motor Listrik Kolaborasi BYD yang Diklaim Tembus 200 Km

Difa'un Nadhiroh • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 10:07 WIB
Scorpio X1 hasil kolaborasi Scorpio Electric dan BYD diklaim mampu menempuh 200 km dengan baterai 4,8 kWh.(PINTEREST)
Scorpio X1 hasil kolaborasi Scorpio Electric dan BYD diklaim mampu menempuh 200 km dengan baterai 4,8 kWh.(PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - Scorpio X1 menjadi motor listrik yang menarik perhatian karena mengusung pendekatan berbeda dalam mengejar efisiensi. Motor listrik hasil kolaborasi Scorpio Electric dan BYD ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer dalam kondisi ideal, meski kapasitas baterainya sekitar 4,8 kWh.

Scorpio X1 dikembangkan Scorpio Electric, startup kendaraan listrik asal Singapura, dengan BYD terlibat sebagai pemasok teknologi utama, terutama pada sektor baterai dan sistem kelistrikan. Kolaborasi tersebut membuat Scorpio X1 tidak sekadar mengandalkan kapasitas baterai besar untuk mengejar jarak tempuh.

Motor ini menggunakan penggerak listrik dengan tenaga sekitar 10 kW. Sementara baterainya memakai jenis lithium-ion dengan teknologi sel dari BYD. Kombinasi tersebut diklaim mampu memberikan jarak tempuh sekitar 200 kilometer dalam kondisi ideal.

Angka itu menjadi salah satu daya tarik utama Scorpio X1. Sebab, kapasitas baterainya tidak tergolong sangat besar untuk jarak tempuh tersebut. Efisiensi justru dikejar melalui sistem penggerak dan manajemen energi yang dirancang agar penggunaan daya lebih terkontrol.

Baca Juga: 3 Raksasa Motor Listrik Indonesia 2026, Polytron, Indomobil, atau Yadea?

Mengandalkan Efisiensi Energi

Sistem penggerak Scorpio X1 dirancang untuk menjaga konsumsi daya tetap rendah ketika motor melaju pada kecepatan konstan. Kondisi tersebut dinilai sesuai dengan penggunaan di perkotaan maupun perjalanan harian.

Motor ini juga dibekali regenerative braking. Sistem tersebut memungkinkan sebagian energi saat proses pengereman dikembalikan ke baterai. Pengaturannya disebut dibuat agar pengereman tetap nyaman dan tidak terasa terlalu agresif.

Faktor bobot juga menjadi bagian dari strategi efisiensi. Scorpio X1 memiliki bobot sekitar 165 kilogram, termasuk baterai. Bobot tersebut dinilai membantu menekan kebutuhan energi karena motor tidak harus bekerja ekstra untuk menggerakkan massa yang terlalu berat.

Selain itu, Scorpio X1 menggunakan sistem manajemen daya terintegrasi. Sistem ini mengatur distribusi energi antara motor, baterai, dan perangkat elektronik. Tujuannya menjaga performa tetap konsisten sekaligus mengontrol konsumsi daya.

Dari sisi performa, motor listrik ini diklaim mampu mencapai kecepatan puncak sekitar 105 kilometer per jam. Dengan kemampuan tersebut, Scorpio X1 diposisikan bukan hanya sebagai kendaraan listrik untuk perjalanan jarak dekat.

Baca Juga: Yamaha Aerox E Resmi Jadi Motor Listrik, Bawa Desain Aerox Gen 2 dan Jarak Tempuh 106 Km

Baterai Dirancang Tetap Stabil

Untuk pengisian daya, Scorpio X1 membutuhkan waktu sekitar empat jam dari kondisi 0 hingga penuh. Motor ini tidak membawa klaim pengisian ekstrem, melainkan mengambil pendekatan yang disebut lebih seimbang antara proses pengisian dan penggunaan baterai.

Sistem pendinginan baterai juga menjadi bagian penting. Scorpio X1 menggunakan sistem yang dirancang untuk menjaga temperatur baterai tetap stabil ketika digunakan, termasuk dalam kondisi iklim tropis.

Stabilitas suhu tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pengelolaan baterai. Selain mendukung efisiensi, sistem pendinginan ditujukan untuk menjaga kondisi baterai dalam penggunaan jangka panjang.

Dari tampilan, Scorpio X1 membawa desain sportif dan futuristik. Motor tersebut dilengkapi lampu LED, panel instrumen digital, serta konektivitas berbasis aplikasi.

Desain bodinya juga memperhitungkan aspek aerodinamika. Hambatan angin yang lebih terkontrol diharapkan dapat membantu menjaga efisiensi energi ketika motor digunakan.

Baca Juga: FinFast Viper Resmi Hadir di Indonesia, Motor Listrik Sporty dengan Jarak Tempuh 82 Km

Scorpio X1 turut memiliki R mode yang memungkinkan karakter tenaga motor disesuaikan. Mode tersebut mengatur respons throttle sekaligus konsumsi daya. Saat digunakan secara santai, penggunaan energi dapat ditekan tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Kehadiran Scorpio X1 menunjukkan pendekatan lain dalam pengembangan kendaraan listrik roda dua. Efisiensi tidak selalu harus dicapai dengan menambah kapasitas baterai. Motor, baterai, bobot, sistem kontrol, regenerative braking, hingga desain bodi dapat bekerja secara bersamaan untuk menghemat energi.

Saat ini, Scorpio X1 diposisikan sebagai motor listrik premium dan dipasarkan secara terbatas di beberapa negara. Kolaborasi Scorpio Electric dan BYD tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi baterai dan sistem kelistrikan dapat diterapkan pada kendaraan roda dua dengan fokus pada efisiensi sekaligus performa.

Editor : Difa'un Nadhiroh
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Scorpio X1 Scorpio Electric motor listrik kendaraan listrik byd