Laptop 1 Jutaan Ini Punya Core i3 Gen 12 dan Bonus Google AI Pro

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 18:20 WIB
Laptop 1 jutaan ini sebenarnya Asus Chromebook Plus Rp4,9 jutaan dengan bonus Google AI Pro senilai sekitar Rp3,7 juta. (PINTEREST)
Laptop 1 jutaan ini sebenarnya Asus Chromebook Plus Rp4,9 jutaan dengan bonus Google AI Pro senilai sekitar Rp3,7 juta. (PINTEREST)

JAKARTA - Laptop 1 jutaan biasanya identik dengan perangkat sederhana untuk kebutuhan ringan. Namun, Asus Chromebook Plus menawarkan skema berbeda. Laptop yang disebut dibanderol Rp4,9 jutaan ini dinilai bisa terasa seperti laptop Rp1,2 jutaan karena pengguna mendapatkan bonus Google AI Pro selama satu tahun dengan nilai sekitar Rp3,7 juta.

Bonus tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Asus Chromebook Plus. Selain layanan Google AI Pro, pengguna juga mendapatkan penyimpanan Google Drive berkapasitas 2 TB selama periode bonus tersebut.

Asus Chromebook Plus sendiri menggunakan sistem operasi Chrome OS dan masuk ke lini ExpertBook. Perangkat ini membawa Intel Core i3 Gen 12, RAM 8 GB, serta penyimpanan internal 128 GB.

Baca Juga: Toyota Innova G 2024 Disulap Jadi Spek Sultan, Full Black hingga Interior Ala Mercedes-Maybach

Bukan Chromebook Biasa

Istilah Chromebook Plus merujuk pada standar tertentu untuk laptop Chromebook. Dalam transkrip disebutkan, salah satu persyaratannya adalah penggunaan minimal Intel Core i3 Gen 12, sehingga perangkat tidak lagi menggunakan prosesor Celeron.

Layar juga menjadi pembeda. Chromebook Plus harus menggunakan panel Full HD IPS, bukan TN. Sementara kapasitas RAM minimal berada di angka 8 GB.

Untuk penyimpanan, standar yang digunakan adalah 128 GB. Kapasitas tersebut dianggap sudah cukup untuk Chrome OS karena sistemnya banyak mengandalkan layanan berbasis cloud atau internet.

Asus kemudian memasukkan Chromebook Plus tersebut ke lini ExpertBook. Hal ini membuat perangkat memiliki pendekatan berbeda dibanding laptop murah yang biasanya berada di kelas entry-level.

Dari sisi performa, Intel Core i3 Gen 12 dipadukan RAM 8 GB disebut mampu menjalankan Chrome OS dengan lancar. Penggunaan banyak tab dan beberapa aplikasi secara bersamaan masih dapat dilakukan tanpa terasa berat.

Namun, kemampuan tersebut lebih ditujukan untuk pekerjaan ringan seperti mengetik, riset, dan penggunaan aplikasi perkantoran.

Chrome OS juga memiliki akses ke Play Store sehingga pengguna dapat memasang aplikasi berbasis Android. Akan tetapi, beberapa aplikasi yang tersedia merupakan versi mobile.

Pengguna yang membutuhkan aplikasi desktop dapat memanfaatkan Linux melalui pengaturan Chrome OS. Dalam transkrip disebutkan, WPS Office versi Linux dapat digunakan agar mendapatkan tampilan desktop.

Selain itu, terdapat sejumlah aplikasi Linux yang dapat menjadi alternatif software Windows, termasuk aplikasi pengolah gambar, desain, pemutar video, hingga pengedit audio.

Bonus Google AI Pro Jadi Daya Tarik

Keunggulan lain yang menjadi sorotan adalah bonus Google AI Pro. Layanan tersebut diklaim memiliki nilai sekitar Rp300 ribu per bulan. Jika dihitung selama satu tahun, nilainya mencapai sekitar Rp3,7 juta.

Lisensi tersebut melekat pada akun Google, bukan hanya perangkat. Artinya, layanan yang sudah diklaim dapat digunakan melalui perangkat lain selama pengguna masuk dengan akun yang sama.

Bonus tersebut juga mencakup penyimpanan Google Drive 2 TB. Namun, pengguna hanya dapat melakukan klaim satu kali pada perangkat yang memenuhi syarat.

Dari sisi desain dan ketahanan, Asus Chromebook Plus disebut menggunakan pendekatan ExpertBook. Keyboard-nya memiliki backlight serta lapisan antimicrobial. Perangkat juga disebut mempunyai standar ketahanan militer 810H.

Untuk layar, panel IPS Full HD memberikan tampilan yang cukup nyaman dari berbagai sudut. Kekurangannya berada pada tingkat kecerahan yang hanya sekitar 250 nit, sehingga penggunaan di luar ruangan disebut kurang ideal.

Baca Juga: Toyota Innova G 2024 Disulap Jadi Spek Sultan, Full Black hingga Interior Ala Mercedes-Maybach

Baterainya berkapasitas sekitar 50 Wh. Asus mengklaim daya tahan hingga 12 jam, sedangkan berdasarkan pengalaman penggunaan dalam transkrip, perangkat dapat bertahan sekitar 8 sampai 9 jam ketika digunakan untuk riset, mengetik script, dan mendengarkan podcast.

Pengisian daya menggunakan adaptor 45 watt. Pengisian dari 0 hingga 100 persen disebut membutuhkan sekitar 67 menit.

Untuk konektivitas, tersedia HDMI, USB Type-A, USB Type-C dengan fungsi lengkap, serta audio jack. Port USB Type-C tersebut dapat digunakan untuk power delivery dan display output.

Asus Chromebook Plus juga masih mampu menjalankan sejumlah game seperti Mobile Legends dan PUBG dengan bantuan pemetaan tombol keyboard. Namun, game seperti Genshin Impact disebut tidak dapat dimainkan karena perangkat membacanya sebagai emulator.

Dengan harga Rp4,9 jutaan, perangkat ini bukan laptop Rp1 jutaan secara harga jual. Angka Rp1,2 juta muncul dari perhitungan nilai bonus Google AI Pro yang diberikan selama satu tahun.

Karena itu, perangkat ini lebih cocok bagi pengguna yang memang memanfaatkan ekosistem Google, Chrome OS, dan layanan berbasis cloud. Bagi pengguna yang membutuhkan Windows atau tidak memanfaatkan Google AI Pro, keunggulan bonus tersebut menjadi kurang relevan.

a

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : DKID Media
ASUS ExpertBook laptop 1 jutaan Asus Chromebook Plus Chromebook Plus Google AI Pro