JAKARTA - Pilihan laptop 10-15 juta pada 2026 semakin terbatas di tengah kenaikan harga komponen. Untuk kelas ini, laptop gaming tidak hanya ditujukan untuk bermain gim, tetapi juga menjadi pilihan untuk kebutuhan berat seperti desain, video editing, AutoCAD, Blender 3D, hingga pengolahan video.
Dalam rekomendasi tersebut, laptop di rentang harga ini idealnya sudah membawa GPU diskrit minimal RTX 3050, dengan VRAM 6 GB jika tersedia. Layar juga disarankan minimal IPS 120Hz dan memiliki cakupan warna 100 persen sRGB, terutama karena perangkat tersebut banyak digunakan untuk pekerjaan kreatif.
Kebutuhan RAM turut menjadi perhatian. Kapasitas 16 GB dual channel dinilai ideal, meski konfigurasi 8 GB masih bisa dipertimbangkan jika tersedia slot upgrade. Sementara itu, storage minimal yang disarankan adalah 512 GB. Untuk prosesor, kelas H, HS, atau HX menjadi pilihan karena menawarkan performa lebih tinggi.
Baca Juga: Laptop 4-5 Juta Makin Sulit, 4 Pilihan Ini Disebut Minim Jebakan
Salah satu pilihan utama adalah Acer Nitro V 16. Laptop ini memiliki bodi yang relatif ringkas dengan bobot sekitar 1,88 kilogram dan ketebalan sekitar 2,2 cm. Perangkat tersebut menggunakan Intel Core 5 210H dengan 8 core dan 12 thread, RAM 16 GB dual channel, serta RTX 3050 6 GB.
Layarnya berukuran 16 inci dengan panel IPS, refresh rate 180Hz, dan cakupan 100 persen sRGB. Laptop ini juga memiliki Thunderbolt, kamera 1080p, Office, garansi tiga tahun, serta ADP selama satu tahun. Salah satu catatannya adalah performa CPU dan GPU bukan yang paling tinggi di kelasnya.
Pilihan berikutnya datang dari Lenovo melalui seri LOQ 15 dan LOQ Essential 15. Tersedia konfigurasi dengan Intel Core i5-12450HX maupun AMD Ryzen 7 7735HS. Core i5 tersebut memiliki 8 core dan 12 thread, sedangkan Ryzen 7 membawa 8 core dan 16 thread.
GPU yang digunakan berada di kelas RTX 3050 dengan daya 65 watt. Layarnya menggunakan IPS Full HD 144Hz dengan cakupan 100 persen sRGB. Salah satu perhatian ada pada konfigurasi RAM 16 GB single channel DDR5. Pengguna dapat mempertimbangkan penambahan RAM, tetapi biaya upgrade DDR5 menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan.
Lenovo juga menawarkan garansi resmi dua tahun dan ADP dua tahun. Perlindungan tersebut dapat diperpanjang hingga empat tahun sehingga menjadi salah satu nilai tambah bagi pengguna yang membutuhkan laptop untuk kuliah dalam jangka panjang.
Selain rekomendasi utama, terdapat beberapa alternatif. Acer Aspire 7 Pro tersedia dengan Core i5-13420H seharga sekitar Rp12,9 juta dan Core i7-13620H sekitar Rp14,2 juta. Laptop ini memiliki GPU dengan TGP 75 watt, tetapi layarnya belum mencapai 100 persen sRGB sehingga untuk kebutuhan editing disarankan menggunakan monitor eksternal.
Baca Juga: 6 Laptop Core i3 untuk Pelajar dan Mahasiswa, Mana yang Paling Worth It?
Asus Gaming V16 juga menjadi opsi. Varian dengan layar 100 persen sRGB dinilai lebih layak dipilih meski harganya lebih tinggi. Perangkat ini menggunakan Core 5 120H, RTX 3050 6 GB, layar Full HD 144Hz, dan SSD 512 GB. Asus memberikan garansi global selama dua tahun.
Ada pula Asus TUF A15, Axioo Pongo 735, dan MSI 15. Axioo Pongo 735 menawarkan Core i7 10 core 16 thread, RTX 3050 6 GB, RAM 16 GB dual channel, layar IPS 144Hz, storage 512 GB, garansi resmi tiga tahun, serta ADP Extra tiga tahun. Namun, layarnya belum 100 persen sRGB dan belum menyertakan Microsoft Office.
Pada akhirnya, rekomendasi laptop 10-15 juta tersebut menempatkan layar, kapasitas RAM, GPU, dan layanan purnajual sebagai pertimbangan penting. Kelas laptop ini juga cukup mumpuni untuk pekerjaan berat seperti Premiere, DaVinci, CapCut, hingga pengolahan video 4K 30 fps.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Jagat Review