JAKARTA - Toyota Land Cruiser FJ ternyata memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibanding bayangan awal yang menyebutnya sebagai pesaing Suzuki Jimny. Mobil yang menggunakan basis IMV tersebut memiliki panjang sekitar 4,6 meter, lebar 1.855 mm, dan tinggi antara 1.890 hingga 1.960 mm.
Dengan dimensi tersebut, Toyota Land Cruiser FJ memiliki tampilan yang besar dan tinggi. Wheelbase-nya mencapai 2.580 mm. Posisi kendaraan juga terlihat menjulang ketika disandingkan dengan mobil lain dalam pengamatan langsung.
Anggapan bahwa Land Cruiser FJ merupakan penerus FJ40 juga tidak tepat. Dalam penjelasan pada video, Toyota menyebut FJ pada model ini sebagai singkatan dari “freedom enjoy”. Sementara FJ40 merupakan kode kendaraan yang berkaitan dengan penggunaan mesin F.
Kode kendaraan terbaru ini disebut J240. Jika dikaitkan dengan mesin bensin 2.700 cc yang digunakan, secara penamaan kendaraan tersebut dapat menjadi TRJ240. Sementara jika nantinya tersedia versi diesel, kode yang mungkin digunakan adalah GDJ240.
Baca Juga: Megawati Hyundai Hillstate Kantongi Kontrak Rp3,1 Miliar, Naik 70 Persen
Berbasis IMV dan Punya Karakter Land Cruiser
Toyota Land Cruiser FJ menggunakan platform IMV yang juga menjadi basis sejumlah kendaraan Toyota seperti Fortuner, Hilux, Innova, dan Rangga. Meski begitu, FJ tidak bisa begitu saja disebut sebagai Rangga versi SUV.
Kesamaan yang terlihat lebih banyak berasal dari penggunaan platform dan sejumlah karakter desain. Secara keseluruhan, kendaraan ini tetap membawa identitas Land Cruiser. Bahkan, Land Cruiser FJ disebut berpotensi menjadi model Land Cruiser dengan harga paling terjangkau dari Toyota.
Namun, harga resminya belum disebutkan dalam video. Pengulas memperkirakan harganya berada di bawah Rp1 miliar dan sedikit lebih mahal dibandingkan Fortuner. Angka tersebut masih berupa perkiraan, bukan harga resmi.
Dari sisi kaki-kaki, Land Cruiser FJ menggunakan suspensi depan double wishbone. Ban yang digunakan berukuran 265/60 R18 dengan pelek berwarna hitam. Basis IMV yang digunakan juga membuat kendaraan ini diperkirakan memiliki pola baut yang sama dengan Fortuner, sehingga pilihan penggantian pelek dan ban dinilai cukup terbuka.
Ground clearance kendaraan disebut lebih dari 200 mm. Karakter tersebut memperkuat kesan bahwa FJ dirancang untuk penggunaan off-road.
Desain depan tersedia dalam dua karakter. Ada model dengan lampu bulat yang memberikan kesan klasik dan model dengan lampu berbentuk kotak memanjang yang terlihat lebih futuristis. Unit yang ditampilkan menggunakan lampu bulat.
Bagian depan juga dilengkapi kamera yang mengindikasikan keberadaan sistem kamera 360 derajat atau all round view monitor. Sementara bagian belakang menggunakan ban cadangan berukuran penuh, bukan space saver.
Baca Juga: Megawati Hyundai Hillstate Kantongi Kontrak Rp3,1 Miliar, Naik 70 Persen
Interior Dibuat Spartan untuk Kebutuhan Off-Road
Masuk ke kabin, Toyota Land Cruiser FJ menawarkan posisi duduk tinggi dengan visibilitas yang dinilai baik. Kaca berukuran besar dan pilar yang tegak membuat area depan hingga belakang cukup mudah dipantau.
Namun, karakter kabinnya tergolong sederhana. Sebagian besar panel interior menggunakan material hard plastic. Bagian yang terasa empuk hanya terdapat di beberapa area, terutama sandaran tangan.
Kursi pengemudi sudah menggunakan pengaturan elektrik, sedangkan kursi di sisi lainnya masih manual. Setir sudah memiliki pengaturan tilt dan telescopic. Panel instrumen menggunakan layar digital, sementara head unit dibuat berukuran besar.
Sistem penggerak juga menjadi salah satu bagian penting. Tersedia pilihan H2 dan H4, sedangkan low gear dapat diaktifkan melalui sistem elektrik. Kendaraan juga memiliki stability control dan rear locker. Transmisi otomatisnya dapat dipindahkan ke mode manual, meski belum tersedia paddle shifter.
Untuk baris kedua, ruang kabin dinilai cukup lega dan mampu menampung tiga orang. Namun, tidak tersedia AC khusus di bagian belakang. Terdapat colokan 12 volt, tetapi belum ada USB.
Mesin yang digunakan merupakan unit 2.700 cc TR yang juga digunakan pada Fortuner. Mesin empat silinder tersebut dinilai tidak menawarkan tenaga yang spektakuler. Namun, karakter utamanya lebih diarahkan pada durability dan reliability.
Konstruksi mesin disebut masih menggunakan blok besi, viscous fan, serta radiator berukuran besar. Area airbox juga terlihat telah dipersiapkan untuk kemungkinan pemasangan snorkel.
Dengan karakter tersebut, Toyota Land Cruiser FJ lebih diarahkan sebagai kendaraan tangguh untuk kebutuhan off-road sekaligus penggunaan harian. Kesederhanaan kabin dan kelengkapan yang dibuat fungsional menjadi bagian dari karakter kendaraan ini.
Jika benar dipasarkan dengan posisi harga yang lebih terjangkau dibanding keluarga Land Cruiser lainnya, FJ berpotensi menjadi pintu masuk baru bagi konsumen yang menginginkan kendaraan berkarakter Land Cruiser tanpa masuk ke kelas model yang lebih mahal.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Ridwan Hanif