JAKARTA - Xiaomi 18 Volt menjadi salah satu smartphone lipat terbaru yang mendapat perhatian karena membawa konsep berbeda dari perangkat foldable berukuran besar. Ponsel ini tampil lebih ringkas dengan bodi tipis, layar berukuran besar saat dibuka, serta kamera utama 200 MP hasil kolaborasi dengan Leica.
Dalam video unboxing, Xiaomi 18 Volt hadir dalam varian RAM 12 GB dan penyimpanan internal 512 GB. Unit yang diperlihatkan menggunakan warna merah marun atau burgundy dengan finishing matte. Warna tersebut juga diterapkan pada casing bawaan sehingga tampilan perangkat terlihat serasi.
Dari sisi desain, Xiaomi 18 Volt mengusung bentuk yang lebih kompak dibandingkan sejumlah ponsel lipat model book-style. Saat dibuka, perangkat memiliki panjang 163,8 mm, lebar 117,8 mm, dan ketebalan sekitar 5 mm. Ketika dilipat, dimensinya menjadi 83,6 mm x 117,8 mm dengan ketebalan 10,7 mm.
Baca Juga: Kimeng Berkarakter Tua Jadi Koleksi Istimewa, Tampilannya Seperti Pohon Ratusan Tahun
Layar Xiaomi 18 Volt
Salah satu daya tarik utama Xiaomi 18 Volt terdapat pada bagian layar. Layar utama berukuran 7,58 inci menggunakan panel LTPO AMOLED dengan refresh rate 120 Hz dan dukungan HDR10+. Resolusinya mencapai 2.364 x 1.672 piksel.
Sementara itu, layar bagian luar berukuran 5,38 inci. Panel yang digunakan juga LTPO AMOLED dengan refresh rate 120 Hz dan resolusi 1.168 x 1.712 piksel.
Desain layar luarnya memiliki sudut yang cukup membulat. Karakter tersebut membuat Xiaomi 18 Volt terlihat berbeda dari perangkat lipat yang menggunakan bentuk lebih kotak.
Bagian engsel juga menjadi perhatian. Garis lipatan pada layar terlihat tidak seperti cekungan dalam pada sejumlah ponsel lipat lain. Dari pengamatan awal dalam video, bagian tersebut justru terlihat sedikit menonjol. Namun, kondisi tersebut baru merupakan pengamatan visual dan belum bisa menjadi kesimpulan mengenai ketahanan engsel maupun layar.
Xiaomi 18 Volt menjalankan sistem operasi HyperOS. Versi yang terlihat pada unit dalam video adalah 4.0.6.0.
Kamera 200 MP Leica
Sektor fotografi menjadi salah satu fitur yang paling menonjol. Xiaomi 18 Volt membawa tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 200 MP dengan aperture F1.7, kamera telefoto 50 MP F2.8, dan kamera ultrawide 50 MP F2.4.
Kolaborasi dengan Leica juga terlihat sejak kemasan perangkat. Kamera tersebut kemudian diuji untuk beberapa skenario perekaman video.
Untuk resolusi Full HD, kamera dapat digunakan pada 30 fps maupun 60 fps. Pengujian juga memperlihatkan kemampuan zoom hingga sekitar 15x pada mode tertentu.
Pada resolusi 4K 60 fps, kamera dapat menggunakan lensa normal dan ultrawide serta melakukan pembesaran sekitar 2x hingga 3,5x dalam pengujian. Sementara itu, mode 8K tersedia pada 24 fps.
Dalam pengujian 8K, perpindahan lensa belum tersedia dan kamera hanya digunakan pada 1x. Hasil tampilan di layar terlihat cukup mulus, meski pembuat video menyebut pengoperasiannya terasa sedikit lebih berat.
Untuk kamera depan, Xiaomi 18 Volt menggunakan sensor 16 MP pada layar luar dan 16 MP pada layar bagian dalam. Kamera depan bagian dalam dapat merekam video hingga Full HD 60 fps, tetapi tidak tersedia perekaman 4K maupun 8K.
Baca Juga: Belajar dari Kesalahan Membentuk Bonsai Kimeng, Luka Batang hingga Percabangan Harus Ditangani Berta
Dari pengujian awal, kualitas gambar kamera Xiaomi 18 Volt mendapat respons positif, terutama dari sisi warna, efek bokeh, dan karakter gambar yang dikaitkan dengan kolaborasi Leica. Namun, pengujian kamera secara menyeluruh masih akan dilakukan pada tahap berikutnya.
Untuk konektivitas fisik, Xiaomi 18 Volt memiliki port USB-C dan speaker stereo. Slot SIM berada di bagian atas dan mendukung dual SIM, sedangkan kartu microSD tidak tersedia.
Paket penjualan mencakup charger 67W, kabel USB-C, casing, buku panduan, kartu garansi, rekomendasi aplikasi, serta SIM ejector.
Dengan bodi ringkas, layar 120 Hz, kamera utama 200 MP, dan konfigurasi memori 12 GB/512 GB, Xiaomi 18 Volt menawarkan pendekatan berbeda pada smartphone lipat. Performa chipset dan daya tahan baterai belum menjadi fokus pengujian dalam video tersebut sehingga masih diperlukan pengujian lebih lanjut untuk menilai kemampuan perangkat secara keseluruhan.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : DHIARCOM