JAKARTA - Samsung S26 Ultra dinilai masih menjadi ponsel yang andal setelah digunakan selama tiga bulan. Pengalaman pemakaian tersebut menunjukkan sejumlah kelebihan, mulai dari desain, daya tahan baterai, kamera, performa hingga fitur Privacy Display yang disebut sangat membantu aktivitas sehari-hari.
Pengalaman penggunaan jangka lebih panjang memberikan gambaran berbeda dibandingkan ulasan ketika sebuah perangkat baru dirilis. Setelah tiga bulan, sejumlah fitur yang awalnya terlihat menarik ternyata tidak terlalu sering digunakan. Sebaliknya, ada fitur yang justru semakin terasa manfaatnya setelah dipakai dalam aktivitas sehari-hari.
Salah satu hal yang masih disukai dari Samsung S26 Ultra adalah desainnya. Warna Cobalt Violet disebut memberikan tampilan yang unik. Dalam kondisi pencahayaan tertentu, warna tersebut dapat terlihat ungu, abu-abu, hingga kebiru-biruan.
Selama tiga bulan penggunaan, perangkat tersebut juga disebut masih mulus tanpa baret. Bagian frame, port, dan tombol juga masih dalam kondisi baik. Ponsel tersebut memang sempat terjatuh dari meja, tetapi saat itu sudah menggunakan case sehingga tidak mengalami baret maupun penyok.
Dari sisi kenyamanan, sudut bodi yang lebih membulat membuat perangkat terasa nyaman ketika digenggam dengan satu tangan. Mode satu tangan juga dinilai membantu ketika pengguna hanya bisa menggunakan satu tangan untuk mengoperasikan ponsel.
Namun, desain bagian kamera yang menonjol memiliki konsekuensi ketika Samsung S26 Ultra diletakkan di atas meja. Posisi ponsel menjadi mudah bergoyang saat digunakan untuk scrolling atau melihat notifikasi. Bahkan ketika sudah menggunakan case, perangkat masih disebut mengalami kondisi tersebut.
Baca Juga: Aquascape Iwagumi Sederhana Bisa Tanpa CO2, Ini Kunci Perawatannya
Privacy Display Jadi Fitur yang Banyak Dipakai
Layar Samsung S26 Ultra tetap dinilai bagus setelah digunakan selama tiga bulan. Warna yang ditampilkan, tingkat kecerahan dan kemampuan penggunaan di luar ruangan masih dianggap memadai. Kecerahan maksimal layar disebut mencapai 2.600 nits.
Fitur yang justru paling konsisten digunakan adalah Privacy Display. Fitur tersebut tidak diaktifkan sepanjang waktu, tetapi diatur agar bekerja ketika membuka aplikasi tertentu seperti banking, WhatsApp dan email.
Privacy Display juga digunakan ketika mengetik PIN, pattern atau password, termasuk untuk melindungi notifikasi yang muncul. Pengaturan maximum privacy protection turut diaktifkan karena tampilan dari sisi samping dinilai jauh lebih sulit terlihat.
Konsekuensinya, tampilan layar ketika perlindungan maksimum aktif menjadi kurang kontras. Namun, hal tersebut dianggap sepadan dengan tujuan utama fitur, yakni menjaga privasi.
Fitur ini dinilai sangat membantu ketika menggunakan ponsel di tempat ramai, seperti pesawat atau kafe. Aktivasi Privacy Display juga dapat dilakukan melalui side button dengan menekannya dua kali.
Baterai dan Kamera Masih Diandalkan
Untuk penggunaan sehari-hari, daya tahan baterai Samsung S26 Ultra dinilai mencukupi. Penggunaan yang dilakukan lebih banyak meliputi media sosial, YouTube, browsing dan kamera, sedangkan gaming hanya sesekali.
Screen on time rata-rata berada di kisaran tujuh hingga delapan jam. Saat digunakan seharian untuk mengambil foto, video, menggunakan eSIM dan membuka Maps ketika berada di Jepang, baterai masih menyisakan 5 persen pada pukul 23.00.
Kapasitas baterainya tetap 5.000 mAh. Pengoptimalan perangkat keras dan perangkat lunak disebut membantu efisiensi penggunaan. Pengisian menggunakan charger 45 watt juga dinilai cukup cepat. Dari 16 persen, baterai dapat mencapai 75 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Di sektor kamera, hasil foto Samsung S26 Ultra dinilai tajam dengan warna yang vibrant. Kamera telefoto juga dianggap dapat diandalkan, meski penggunaan zoom untuk kebutuhan unggahan lebih disukai hingga 10X. Zoom 30X dinilai sudah terlalu digital, tetapi masih dapat digunakan untuk melihat objek atau teks yang jauh.
Baca Juga: Aquascape Iwagumi Sederhana Bisa Tanpa CO2, Ini Kunci Perawatannya
Kualitas video juga menjadi salah satu bagian yang dianggap underrated. Dynamic range, stabilisasi dan ketajaman dinilai baik. Kamera telefoto 5X juga disebut mampu menghasilkan video dengan kontras dan detail yang masih jelas, termasuk dalam kondisi indoor dan low light.
Sebaliknya, kamera depan menjadi salah satu bagian yang kurang disukai. Dalam kondisi minim cahaya, detail menurun dan fokus terkadang meleset. Kualitas video kamera depan juga dinilai masih kalah dibandingkan iPhone 17 Pro atau iPhone Air, terutama dalam reproduksi warna kulit.
Untuk performa, Samsung S26 Ultra disebut tetap cepat ketika menjalankan beberapa aplikasi dan multitasking. Chip Snapdragon 8 Gen 5 dengan RAM 16 GB mendukung penggunaan tersebut. Perangkat memang dapat terasa panas dalam kondisi tertentu, seperti bermain game terus-menerus atau mengambil foto di luar ruangan saat siang, tetapi penggunaan harian disebut tidak sampai mengalami overheat.
Pada akhirnya, Samsung S26 Ultra dinilai masih layak menjadi ponsel harian, terutama bagi pengguna yang datang dari perangkat lebih lama atau menjadikannya sebagai flagship pertama. Namun, bagi pengguna Samsung S25 Ultra atau S24 Ultra, upgrade belum dianggap mendesak karena perangkat sebelumnya masih dinilai mumpuni.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Brian Solid