JAKARTA - ROG Zephyrus Duo GX651A hadir sebagai laptop gaming kelas atas dengan konsep yang tidak biasa. Bukan hanya mengandalkan spesifikasi tinggi, perangkat ini membawa dua layar OLED berukuran 16 inci yang menjadi daya tarik utama.
Dalam ulasan David dari GadgetIn, laptop tersebut dibanderol di kisaran Rp130 juta. Harga itu membuat ROG Zephyrus Duo GX651A menyasar pengguna yang membutuhkan performa tinggi sekaligus fleksibilitas layar untuk bermain game maupun pekerjaan kreatif.
Kombinasi dua layar 16 inci menjadi pembeda paling mencolok. Kedua panel menawarkan resolusi hingga 3K, refresh rate 120Hz, response time 0,2ms, serta dukungan HDR dengan tingkat kecerahan hingga 1.100 nits.
Baca Juga: Vivo Y17 8/256 Rp600 Ribuan Bikin Kaget, RAM Asli Ternyata Cuma 4 GB
Dua Layar OLED untuk Multitasking
ROG Zephyrus Duo GX651A memungkinkan kedua layar digunakan secara bersamaan. Pengguna dapat memperluas tampilan, menggandakan layar, atau mengatur keduanya sesuai kebutuhan.
Fungsi tersebut terasa relevan bagi pengguna yang bekerja dengan banyak aplikasi. Layar utama dapat digunakan untuk mengedit video, sementara layar kedua menampilkan timeline, preview, atau aplikasi pendukung lainnya.
Kedua panel juga merupakan touchscreen. Pengaturan layar dapat dilakukan melalui ScreenXpert. Pengguna bisa menentukan posisi dan mode tampilan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada keyboard atau touchpad.
Engsel laptop dapat dibuka hingga 320 derajat. Dengan konstruksi tersebut, perangkat dapat digunakan dalam sejumlah posisi berbeda. Bagian belakang laptop juga dilengkapi dudukan yang membantu sirkulasi udara sekaligus membuat posisi perangkat lebih ergonomis.
Meski demikian, David menilai celah bezel di antara kedua layar masih terlihat cukup tebal jika dibandingkan dengan konsep dual-screen pada lini Zenbook Duo yang lebih baru.
RTX 5090 dan RAM 64 GB
Di balik desain dual-screen, ROG Zephyrus Duo GX651A membawa hardware yang tergolong ekstrem. Prosesornya menggunakan Intel Core Ultra 9 386H, sementara pengolah grafisnya adalah NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU dengan TGP 150W dan VRAM 24GB.
Laptop ini juga dibekali RAM 64GB LPDDR5X yang terpasang langsung di motherboard sehingga tidak dapat di-upgrade. Untuk penyimpanan, tersedia SSD PCIe Gen 5 berkapasitas 2TB dengan kecepatan yang disebut mampu mencapai sekitar 13.000 MB/s. Masih tersedia slot SSD tambahan untuk ekspansi.
Kemampuan tersebut terlihat dalam pengujian editing video. Saat digunakan merender video 4K melalui Adobe Premiere, video berdurasi sekitar 5,5 menit dapat selesai dalam waktu kurang lebih 1 menit 5 detik. Video lain berdurasi sekitar 10 menit membutuhkan sekitar 2 menit 10 detik.
Pada pengujian stress test, performanya juga tetap tinggi. GPU mencapai penggunaan sekitar 99 persen dengan suhu maksimal sekitar 72 derajat Celsius, sedangkan CPU berada di sekitar 70 derajat Celsius.
Sistem pendinginnya mengandalkan liquid metal, vapor chamber, dan graphite sheet. Ketika digunakan untuk pekerjaan berat, kipas memang terdengar kencang. Namun, suara tersebut turun relatif cepat setelah beban berkurang.
Baca Juga: Vivo Y17 8/256 Dijual Rp600 Ribuan, Hasil Cek Spesifikasi Justru Berbeda
Cocok untuk Gaming dan Kreator
Performa gaming juga menjadi salah satu keunggulan ROG Zephyrus Duo GX651A. Dalam pengujian Forza Horizon menggunakan pengaturan sangat tinggi, frame rate berada di kisaran 88–90 FPS pada kondisi tertentu dan dapat meningkat hingga sekitar 112–118 FPS ketika berkendara di area terbuka.
Kapasitas VRAM 24GB juga membuat penggunaan memori grafis masih relatif longgar. Dalam pengujian tersebut, penggunaan VRAM disebut berada di sekitar 47 persen.
Untuk menunjang pengalaman gaming, laptop membawa keyboard detachable dengan pencahayaan RGB. Keyboard dapat terhubung menggunakan pogo pin sekaligus melakukan pengisian daya ketika terpasang. Tersedia pula port USB-C pada keyboard.
Konektivitas laptop mencakup dua Thunderbolt 4 40Gbps, dua USB-A 3.2 10Gbps, HDMI 2.1, pembaca kartu SD, jack audio combo, serta konektor daya.
Dari sisi desain, nuansa gaming ROG terasa kuat. Bagian penutup memiliki elemen Slashlighting RGB yang dapat dikontrol melalui Armory Crate.
Dengan bobot sekitar 2,8–2,9 kilogram, perangkat ini memang bukan laptop yang ditujukan untuk mobilitas ringan. Namun, kompromi tersebut sejalan dengan hardware dan mekanisme dua layar yang dibawanya.
David menilai ROG Zephyrus Duo GX651A memiliki kombinasi yang sangat jarang ditemukan di laptop gaming lain. Kekurangannya lebih terasa pada speaker dan webcam yang dinilai belum sepenuhnya sebanding dengan kelas harganya.
Pada akhirnya, ROG Zephyrus Duo GX651A menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar laptop gaming berperforma tinggi. Dua layar OLED 16 inci menjadi alasan utama perangkat ini memiliki karakter berbeda. Dengan harga sekitar Rp130 juta, pilihan tersebut kembali bergantung pada kebutuhan dan anggaran pengguna.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : gadgetin