ASUS ExpertBook Ultra, Laptop 1,1 Kg dengan Spek Dewa dan Keamanan Kelas Korporasi

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 19:50 WIB
ASUS ExpertBook Ultra berbobot 1,1 kg dengan Tandem OLED 3K, RAM 64GB, Intel Core Ultra, dan keamanan kelas korporasi.(Pinterest)
ASUS ExpertBook Ultra berbobot 1,1 kg dengan Tandem OLED 3K, RAM 64GB, Intel Core Ultra, dan keamanan kelas korporasi.(Pinterest)

JAKARTA - ASUS ExpertBook Ultra hadir sebagai laptop bisnis dengan pendekatan yang tidak biasa. Perangkat ini menggabungkan bodi sangat tipis dan ringan dengan performa tinggi, layar Tandem OLED 3K, serta sistem keamanan yang dirancang untuk kebutuhan korporasi.

Dalam ulasan yang disampaikan, laptop ini memiliki bobot hanya 1,1 kilogram dengan ketebalan sekitar 1 cm. Meski dimensinya tipis, ASUS ExpertBook Ultra diklaim mampu menahan beban hingga 100 kilogram. Ketahanan tersebut didukung material nano-ceramic dan sasis magnesium aluminium.

Uji ketahanan bahkan dilakukan dengan memberikan beban menggunakan tubuh dan beberapa beban tambahan. Hasilnya, perangkat tetap dapat digunakan dan tidak menunjukkan kerusakan berarti pada bodinya.

Baca Juga: Tecno Pova 8 Pro 5G Naik Kelas, Bawa AMOLED 144Hz dan Baterai 6.500 mAh

Tipis, tetapi Dibuat untuk Tahan Banting

ASUS ExpertBook Ultra membawa konsep durability yang menjadi salah satu daya tariknya. Lapisan nano-ceramic pada bodi diklaim membuat permukaan lebih tahan terhadap goresan, noda, dan sidik jari.

Dalam pengujian sederhana, permukaan laptop sempat diberi goresan menggunakan benda tajam. Goresan yang muncul disebut dapat berkurang ketika permukaannya digesek.

Bagian keyboard juga dirancang lebih tahan terhadap cipratan air. Namun, perlindungan tersebut tidak berarti seluruh perangkat tahan air. Pengujian ekstrem tetap tidak disarankan dilakukan pengguna di rumah.

Selain ketahanan fisik, ASUS ExpertBook Ultra mengusung layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan resolusi 3K. Panel ini menggunakan dua lapisan OLED sehingga diklaim lebih efisien dibandingkan OLED konvensional.

Layar mendukung variable refresh rate 30–120Hz dan memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits pada HDR. Dalam pengujian SDR, tingkat kecerahan yang diperoleh mencapai sekitar 576 nits.

Akurasi warnanya juga menjadi salah satu keunggulan. Pengujian yang disampaikan menghasilkan rata-rata Delta E 0,53. Panel tersebut juga dilapisi Corning Gorilla Glass Mate untuk membantu mengurangi pantulan cahaya.

Intel Core Ultra dan Intel Arc B390

Untuk dapur pacu, ASUS ExpertBook Ultra menggunakan Intel Core Ultra X7358H dari platform Intel Panther Lake. Prosesor tersebut memiliki batas performa hingga 50 watt dalam mode turbo.

Konfigurasi memorinya mencapai 64GB LPDDR5X yang terpasang langsung atau soldered. Sementara penyimpanan menggunakan SSD NVMe Gen 5 yang disebut menawarkan kecepatan sangat tinggi.

Menariknya, perangkat ini tidak menggunakan GPU diskrit seperti NVIDIA GeForce RTX. ASUS mengandalkan Intel Arc B390 sebagai grafis terintegrasi.

Meski berstatus VGA onboard, kemampuan grafisnya disebut jauh berkembang dibandingkan Intel HD Graphics pada laptop generasi lama. GPU tersebut dapat menggunakan sebagian memori RAM sistem sehingga kapasitas 64GB dapat memberikan ruang lebih besar untuk kebutuhan visual.

Dalam pengujian gaming, laptop bahkan mampu menjalankan game dengan ray tracing pada resolusi 2.880 x 1.800 dengan preset medium. Dengan dukungan Intel XeSS dan Multi-Frame Generation, frame rate dapat mencapai sekitar 90 FPS pada game yang kompatibel.

Namun, kemampuan tersebut sangat bergantung pada dukungan game dan driver Intel. Tidak semua game dapat memperoleh hasil yang sama.

Menariknya lagi, performa disebut tidak mengalami perubahan berarti ketika laptop berpindah dari charger ke baterai. Hal ini membuatnya tetap menarik untuk pengguna yang membutuhkan mobilitas tinggi.

Baca Juga: Vivo Y17 8/256 Rp600 Ribuan Bikin Kaget, RAM Asli Ternyata Cuma 4 GB

Keamanan untuk Lingkungan Korporasi

ASUS ExpertBook Ultra bukan sekadar laptop tipis dengan spesifikasi tinggi. Salah satu fokus utamanya adalah keamanan.

Lini ExpertBook ASUS memang ditujukan untuk kebutuhan bisnis dan korporasi. Dalam ulasan tersebut, sistem keamanannya disebut mampu mengantisipasi ancaman hingga tingkat firmware dan BIOS.

Perangkat ini membawa ASUS ExpertGuardian dengan perlindungan firmware yang disebut telah memiliki sertifikasi NIST SP 800-193. Sistem tersebut mencakup perlindungan, deteksi, serta pemulihan firmware.

ASUS juga membekali perangkat dengan self-healing BIOS dan ASUS Security Processor yang terisolasi secara fisik. Fitur tersebut dirancang untuk membantu melindungi BIOS dari serangan yang lebih serius.

Selain itu, tersedia pula post-quantum cryptography berbasis standar NIST untuk mengantisipasi perkembangan ancaman keamanan pada era komputasi kuantum.

Untuk autentikasi, tersedia fingerprint scanner. Kombinasi keamanan tersebut membuat ASUS ExpertBook Ultra lebih menyasar pengguna dengan kebutuhan data dan perangkat yang sensitif.

Baterainya berkapasitas 70Wh. Dalam pengujian video playback, daya tahan disebut dapat mencapai sekitar 22 jam berdasarkan pengujian internal. Pengisian dayanya mendukung fast charging USB-C 90 watt, dengan klaim sekitar 50 persen dalam 30 menit.

Port yang tersedia juga cukup lengkap, termasuk dua Thunderbolt 4, dua USB 3.2, dan HDMI.

Dengan bobot 1,1 kilogram, layar Tandem OLED 3K, Intel Core Ultra, RAM 64GB, SSD Gen 5, serta sistem keamanan kelas korporasi, ASUS ExpertBook Ultra memang bukan laptop untuk semua orang. Perangkat ini lebih diarahkan kepada pengguna profesional yang membutuhkan kombinasi mobilitas, efisiensi, keamanan, dan performa dalam satu perangkat.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : okemudin
Intel Core Ultra ASUS ExpertBook Ultra laptop bisnis Tandem OLED 3K laptop korporasi