JAKARTA - ASUS ExpertBook Ultra tampil sebagai laptop bisnis yang mengutamakan kombinasi antara mobilitas, ketahanan, dan performa. Bobotnya hanya 1,1 kilogram dengan ketebalan sekitar 1 cm, tetapi perangkat ini diklaim mampu menahan beban hingga 100 kilogram.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu bagian paling menarik dari ASUS ExpertBook Ultra. Dalam pengujian yang ditampilkan, laptop bahkan diinjak menggunakan bobot tubuh dan tambahan beban. Hasilnya, perangkat tetap dapat berfungsi setelah menerima tekanan tersebut.
Material nano-ceramic menjadi salah satu faktor yang membuat bodinya terasa rigid. ASUS juga menggunakan sasis magnesium aluminium untuk menjaga konstruksi tetap kuat tanpa membuat perangkat menjadi berat.
Baca Juga: Tecno Pova 8 Pro 5G Naik Kelas, Bawa AMOLED 144Hz dan Baterai 6.500 mAh
Bodi Ringan dengan Ketahanan Ekstra
ASUS ExpertBook Ultra tidak hanya diuji terhadap tekanan. Permukaan bodinya juga mendapatkan pengujian gores menggunakan benda tajam. Dalam demonstrasi tersebut, bekas goresan yang muncul dapat berkurang setelah permukaan digesek.
Lapisan nano-ceramic yang digunakan pada bodi diklaim memiliki ketahanan gores hingga lima kali dibandingkan standar industri. Material tersebut juga disebut lebih tahan terhadap noda dan sidik jari.
Pada area keyboard, laptop ini memiliki perlindungan terhadap cipratan air. Namun, perlindungan tersebut hanya berlaku pada bagian tertentu dan bukan berarti perangkat secara keseluruhan tahan air. Karena itu, pengujian ekstrem tetap tidak disarankan untuk dilakukan sendiri.
Konsep ketahanan tersebut membuat ASUS ExpertBook Ultra memiliki karakter berbeda dari laptop bisnis tipis pada umumnya. Perangkat ini dirancang untuk mobilitas tinggi, termasuk pengguna yang sering berpindah tempat dan membutuhkan perangkat yang tetap ringan dibawa.
Bobot 1,1 kilogram juga membuat laptop relatif mudah dimasukkan ke dalam tas. Namun, ASUS tetap memasukkan komponen kelas tinggi ke dalam bodi yang sangat tipis tersebut.
Tandem OLED 3K Jadi Daya Tarik Utama
Bagian lain yang membuat ASUS ExpertBook Ultra menarik adalah layar Tandem OLED 14 inci beresolusi 3K. Panel ini menggunakan dua lapisan OLED yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dibandingkan OLED konvensional.
Layar tersebut mendukung VRR dengan rentang 30 hingga 120Hz. Kecerahan puncaknya diklaim mencapai 1.400 nits dalam mode HDR.
Sementara itu, pengujian SDR menghasilkan tingkat kecerahan sekitar 576 nits. Angka tersebut disebut jauh lebih tinggi dibandingkan OLED biasa yang berada di kisaran 250 nits.
Akurasi warna juga menjadi perhatian. Hasil kalibrasi yang ditampilkan menghasilkan rata-rata Delta E 0,53. Dengan karakter tersebut, layar ASUS ExpertBook Ultra tidak hanya ditujukan untuk pekerjaan kantor, tetapi juga memiliki potensi untuk produksi konten profesional.
Panelnya dilapisi Corning Gorilla Glass Mate sehingga pantulan cahaya dapat diminimalkan. Hal ini membuat penggunaan di berbagai lokasi menjadi lebih nyaman.
Layar tersebut juga mendukung touchscreen dengan respons yang disebut terasa seperti menggunakan tablet.
Baca Juga: Vivo Y17 8/256 Dijual Rp600 Ribuan, Hasil Cek Spesifikasi Justru Berbeda
Intel Arc B390 Bikin Laptop Bisnis Ikut Gaming
Untuk performa, ASUS ExpertBook Ultra menggunakan Intel Core Ultra X7358H dari platform Intel Panther Lake dengan kemampuan hingga 50 watt pada turbo mode.
RAM yang tersedia mencapai 64GB LPDDR5X dan sudah terpasang langsung di motherboard. Penyimpanannya menggunakan SSD NVMe Gen 5 yang menawarkan kecepatan tinggi.
Menariknya, kemampuan grafis laptop ini berasal dari Intel Arc B390, bukan GPU diskrit. Namun, GPU terintegrasi tersebut dapat memanfaatkan memori sistem sehingga kapasitas RAM besar ikut membantu kebutuhan grafis.
Dalam pengujian game, ASUS ExpertBook Ultra bahkan mampu menjalankan ray tracing pada resolusi 2.880 x 1.800 dengan preset medium. Ketika menggunakan Intel XeSS dan Multi-Frame Generation, frame rate dapat mencapai sekitar 90 FPS pada game yang mendukung fitur tersebut.
Performa tersebut tentu tidak bisa disamakan dengan laptop gaming yang menggunakan GPU diskrit. Dukungan game dan driver Intel juga sangat menentukan hasil akhirnya. Namun, kemampuan tersebut menunjukkan perkembangan besar pada GPU terintegrasi.
Suhu ketika digunakan untuk menjalankan game berat berada di kisaran 60–70 derajat Celsius dalam pengujian yang disampaikan. Bahkan ketika perangkat tidak terhubung ke charger, performanya disebut tetap relatif konsisten.
Keamanan Jadi Fokus untuk Pengguna Profesional
ASUS ExpertBook Ultra pada dasarnya bukan laptop yang dibuat khusus untuk gamer. Lini ExpertBook ditujukan untuk kebutuhan bisnis, termasuk lingkungan kerja yang membutuhkan tingkat keamanan dan reliabilitas tinggi.
Perangkat ini membawa ASUS ExpertGuardian dengan perlindungan firmware. Sistem tersebut disebut menggunakan standar NIST SP 800-193 untuk perlindungan, deteksi, dan pemulihan firmware.
Ada pula fitur self-healing BIOS serta ASUS Security Processor yang dirancang terisolasi secara fisik. Tujuannya adalah memberikan perlindungan lebih ketika ancaman menyasar lapisan firmware.
ASUS juga memasukkan post-quantum cryptography berbasis standar NIST sebagai bagian dari pendekatan keamanan perangkat.
Di sisi multimedia, laptop ini memiliki enam speaker yang terdiri dari dua tweeter dan empat woofer. Sistem audio tersebut menghasilkan suara yang dinilai lebih hidup dibandingkan laptop bisnis tipis pada umumnya.
Baterainya berkapasitas 70Wh dan pengujian internal untuk video playback disebut mampu mencapai hingga 22 jam. Pengisian cepat didukung melalui USB-C 90 watt.
Dengan port yang terdiri dari dua Thunderbolt 4, dua USB 3.2, dan HDMI, ASUS ExpertBook Ultra juga tidak terlalu bergantung pada dongle.
Secara keseluruhan, ASUS ExpertBook Ultra merupakan laptop yang lebih menonjolkan efisiensi dan kemampuan engineering daripada mengejar pasar massal. Bobot 1,1 kilogram, layar Tandem OLED 3K, RAM 64GB, performa Intel Core Ultra, serta sistem keamanan korporasi membuatnya cocok untuk pengguna profesional yang membutuhkan perangkat ringan tetapi tetap bertenaga.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : okemudin