JAKARTA - ASUS ExpertBook Ultra menunjukkan bahwa laptop bisnis tidak selalu identik dengan perangkat sederhana yang hanya digunakan untuk pekerjaan kantor. Laptop ini membawa spesifikasi kelas atas dalam bodi yang memiliki bobot hanya 1,1 kilogram dan ketebalan sekitar 1 sentimeter.
Di balik bentuknya yang tipis, perangkat tersebut membawa Intel Core Ultra X7358H, RAM 64GB LPDDR5X, SSD NVMe Gen 5, serta grafis terintegrasi Intel Arc B390. ASUS juga membekalinya dengan layar Tandem OLED 14 inci beresolusi 3K.
Menariknya, laptop ini juga mengutamakan aspek ketahanan dan keamanan. Dalam pengujian yang ditampilkan, ASUS ExpertBook Ultra bahkan dicoba menahan beban hingga 100 kilogram.
Baca Juga: Tecno Pova 8 Pro 5G Punya Banyak Fitur, Tapi Harga Rp5 Jutaan Jadi Sorotan
Ketahanan Bodi Jadi Salah Satu Andalan
Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan langsung pada bodi laptop. Bobot penguji sekitar 70 kilogram kemudian ditambah beberapa beban sebelum perangkat diinjak.
Hasilnya, laptop tetap bertahan dan tidak mengalami kerusakan yang terlihat setelah pengujian tersebut. Konstruksi rigid disebut berasal dari penggunaan material nano-ceramic dan sasis magnesium aluminium.
Lapisan nano-ceramic pada bodi juga diklaim mampu memberikan ketahanan terhadap goresan hingga lima kali dibandingkan standar industri. Dalam demonstrasi, permukaan laptop digores menggunakan benda tajam dan masih dapat digunakan tanpa masalah berarti.
ASUS ExpertBook Ultra juga memiliki perlindungan terhadap cipratan air pada bagian keyboard. Namun, perlindungan ini tidak berlaku untuk seluruh perangkat sehingga pengguna tetap tidak disarankan sengaja menumpahkan cairan ke laptop.
Dengan bobot hanya 1,1 kilogram, kombinasi ketahanan dan mobilitas tersebut menjadi salah satu nilai jual perangkat. Laptop dapat dibawa untuk perjalanan kerja tanpa memberikan beban sebesar laptop performa tinggi pada umumnya.
Tandem OLED 3K untuk Kerja dan Konten
ASUS ExpertBook Ultra menggunakan panel Tandem OLED 14 inci dengan resolusi 3K. Teknologi Tandem OLED menggunakan dua lapisan OLED yang membuat panel diklaim lebih efisien dibandingkan OLED standar.
Layar tersebut mendukung refresh rate adaptif 30 hingga 120Hz. Untuk HDR, tingkat kecerahan puncaknya disebut dapat mencapai 1.400 nits.
Dalam pengujian SDR, tingkat kecerahan yang diperoleh mencapai sekitar 576 nits. Angka tersebut membuat layar tetap terlihat terang untuk penggunaan sehari-hari.
Akurasi warna juga menjadi salah satu kekuatan laptop ini. Hasil pengujian kalibrasi menunjukkan rata-rata Delta E 0,53. Dengan tingkat akurasi tersebut, layar tidak hanya cocok untuk pekerjaan dokumen, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan editing foto dan video.
Permukaannya menggunakan Corning Gorilla Glass Mate yang membantu mengurangi pantulan cahaya. Fitur touchscreen juga tersedia dan responsnya disebut terasa seperti menggunakan perangkat tablet.
Untuk input, ASUS menggunakan edge-to-edge haptic touchpad berbahan kaca. Teknologi tersebut membuat respons klik terasa lebih merata dibandingkan touchpad dengan mekanisme fisik tradisional.
Baca Juga: Tecno Pova 8 Pro 5G Naik Kelas, Bawa AMOLED 144Hz dan Baterai 6.500 mAh
Performa Tinggi dari GPU Terintegrasi
Dapur pacunya menggunakan Intel Core Ultra X7358H dari platform Intel Panther Lake dengan batas performa hingga 50 watt pada mode turbo.
RAM 64GB LPDDR5X telah disolder sehingga tidak dapat dilepas-pasang. Penyimpanan juga sudah menggunakan SSD NVMe Gen 5 yang menjadi salah satu standar tercepat pada kelas penyimpanan laptop saat ini.
Sementara untuk grafis, perangkat menggunakan Intel Arc B390. GPU tersebut merupakan grafis terintegrasi yang dapat memanfaatkan memori sistem. Dengan RAM 64GB, kapasitas memori yang dapat digunakan untuk kebutuhan grafis menjadi sangat besar.
Kemampuannya bahkan diuji untuk menjalankan game dengan ray tracing. Pada salah satu pengujian, game dapat berjalan pada resolusi 2.880 x 1.800 dengan preset medium. Ketika fitur Intel XeSS dan Multi-Frame Generation digunakan pada game yang kompatibel, frame rate dapat mencapai sekitar 90 FPS.
Namun, performa gaming tetap bergantung pada dukungan game dan driver. Game yang belum mendukung teknologi tersebut tidak akan mendapatkan keuntungan yang sama.
Dalam pengujian dengan beban berat, suhu berada di kisaran 60–70 derajat Celsius. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah performa yang disebut tetap relatif konsisten ketika perangkat digunakan tanpa charger.
Selain performa, ASUS juga serius pada aspek keamanan. ExpertBook Ultra membawa ASUS ExpertGuardian, self-healing BIOS, serta ASUS Security Processor yang dirancang untuk membantu melindungi firmware dari serangan.
Sistem keamanan tersebut juga mencakup perlindungan terhadap ancaman tingkat firmware dan dukungan post-quantum cryptography berbasis standar NIST.
Baterai berkapasitas 70Wh. Berdasarkan pengujian internal untuk video playback, daya tahan disebut bisa mencapai hingga 22 jam. Pengisian cepat menggunakan USB-C 90 watt memungkinkan baterai mencapai sekitar 50 persen dalam 30 menit.
Port yang tersedia terdiri dari dua Thunderbolt 4, dua USB 3.2, dan HDMI.
Dengan seluruh kombinasi tersebut, ASUS ExpertBook Ultra lebih tepat dilihat sebagai laptop bisnis flagship untuk pengguna profesional. Perangkat ini bukan pilihan utama bagi mereka yang sekadar mencari laptop murah untuk pekerjaan harian, tetapi menawarkan kombinasi unik antara bobot ringan, ketahanan, keamanan, layar berkualitas tinggi, dan performa yang cukup mengejutkan untuk sebuah laptop tanpa GPU diskrit.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : okemudin