Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026, Andalkan RTX 5070 Ti dan Layar OLED

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 18:30 WIB
Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 membawa RTX 5070 Ti, Core Ultra 9, dan OLED 240 Hz untuk gaming serta pekerjaan kreatif.(Pinterest)
Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 membawa RTX 5070 Ti, Core Ultra 9, dan OLED 240 Hz untuk gaming serta pekerjaan kreatif.(Pinterest)

JAKARTA - Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 menjadi salah satu laptop gaming premium yang menawarkan perpaduan performa tinggi dan desain edisi khusus. Dalam ulasan yang dibagikan, perangkat ini diuji untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bermain gim hingga pekerjaan seperti editing video dan rendering 3D.

Laptop ini merupakan bagian dari kolaborasi Lenovo sebagai mitra teknologi resmi FIFA World Cup 2026. Identitas turnamen terlihat pada desain bodi, sementara spesifikasi utamanya mengandalkan prosesor Intel Core Ultra 9 275HX dan kartu grafis Nvidia GeForce RTX 5070 Ti Laptop GPU.

Harga perangkat disebut sekitar Rp60 juta dalam ulasan. Dengan banderol tersebut, Legion Pro 7i menyasar pengguna yang membutuhkan laptop berperforma tinggi sekaligus tertarik pada tampilan edisi khusus.

Desain Hitam dengan Aksen Piala Dunia

Lenovo menggunakan warna Eclipse Black dengan material aluminium pada bodi Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026. Finishing anodisasi dan sandblasting memberikan karakter tersendiri, dilengkapi aksen FIFA World Cup 2026 di bagian penutup laptop.

Sisi gaming diperkuat pencahayaan RGB, termasuk light bar dan keyboard dengan lampu per tombol. Tombol WASD mendapatkan warna pastel khusus sehingga tampil berbeda dari bagian keyboard lainnya.

Pengulas menilai permukaan bodi relatif tahan terhadap bekas sidik jari. Namun, perangkat ini tetap memiliki bobot sekitar 2,5 kilogram tanpa adaptor. Adaptor daya 400 watt yang berukuran besar juga perlu diperhitungkan ketika laptop dibawa bepergian.

Kondisi tersebut membuat laptop lebih sesuai untuk pengguna yang mengutamakan performa di meja kerja, meski tetap membutuhkan perangkat yang dapat dipindahkan.

Panel OLED 16 Inci untuk Gim dan Konten Kreatif

Bagian layar menjadi salah satu fitur utama Legion Pro 7i. Lenovo membekalinya dengan panel OLED berukuran 16 inci dan resolusi 2.5K, serta refresh rate 240 Hz.

Waktu respons layar diklaim kurang dari 0,5 milidetik. Spesifikasi ini ditujukan untuk menampilkan pergerakan yang lebih mulus, terutama saat bermain gim dengan frame rate tinggi.

Layar tersebut juga mendukung Dolby Vision dan True Black 1000 sebagaimana disebutkan dalam ulasan. Pengulas mencatat kecerahan tipikal sekitar 417 nits dan membahas cakupan warna yang luas. Beberapa angka cakupan warna dalam penyampaian hasil pengujian tidak sepenuhnya jelas, sehingga perlu dibaca sebagai hasil yang dilaporkan dalam video.

Lenovo turut menyertakan fitur perlindungan panel OLED, seperti pixel shifting dan penyegaran panel ketika laptop tidak digunakan, untuk membantu mengurangi risiko burn-in.

Performa Core Ultra 9 dan RTX 5070 Ti

Untuk menunjang kebutuhan komputasi, Legion Pro 7i menggunakan Intel Core Ultra 9 275HX dengan 24 core dan kecepatan hingga 5,4 GHz. Prosesor ini juga memiliki Intel AI Boost NPU yang disebut menawarkan kemampuan hingga 13 TOPS.

Sementara itu, pengolahan grafis ditangani Nvidia GeForce RTX 5070 Ti Laptop GPU dengan VRAM 12 GB dan TGP hingga 140 watt. Pengulas juga menyinggung dukungan teknologi generasi RTX 50, termasuk DLSS 4 dan Multi Frame Generation.

Laptop membawa RAM DDR5-6400 sebesar 32 GB dalam konfigurasi dual-channel. Penyimpanan menggunakan SSD NVMe PCIe Gen4 berkapasitas 1 TB, dengan slot M.2 kedua yang masih tersedia untuk ekspansi.

Dalam pengujian Cinebench R23, skor single-core tercatat sekitar 2.214. Skor multi-core saat laptop terhubung ke adaptor berada di kisaran 36 ribu hingga 38 ribu. Pengulas menyebut daya prosesor dapat mencapai sekitar 200 watt, dengan suhu puncak sekitar 105 derajat Celsius.

Ketika diuji tanpa adaptor, skor multi-core turun ke kisaran 22 ribu. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa mode penggunaan dan pasokan daya dapat memengaruhi performa laptop.

Pengujian Editing, Rendering, dan Penyimpanan

Ulasan tidak hanya membahas gaming, tetapi juga pekerjaan kreatif. Dalam pengujian Premiere Pro, proses render video 4K memerlukan sekitar 42,15 detik, sedangkan video Full HD sekitar 25,69 detik.

Pada pengujian rendering 3D, waktu yang disebutkan untuk proses berbasis CPU mencapai sekitar 58,62 detik. Sementara itu, proses GPU berada di kisaran 12 detik.

Kecepatan SSD juga diuji dan menghasilkan angka baca sekitar 7.000 MB per detik serta tulis sekitar 6.400 MB per detik. Hasil tersebut menunjukkan kemampuan penyimpanan dalam pengujian yang dilakukan, meski kecepatan aktual dapat berbeda bergantung pada kondisi dan beban kerja.

Untuk pekerjaan kantor, pengulas turut memperlihatkan pengujian ekspor 150 slide PowerPoint ke PDF yang memerlukan sekitar delapan detik. Pengujian Excel yang disebutkan berlangsung sekitar 32 detik.

Pendinginan, Baterai, dan Konektivitas

Sistem pendingin Legion Coldfront dengan Hyper Chamber menjadi bagian penting untuk menangani panas komponen berperforma tinggi. Dalam ulasan, kapasitas vapor chamber disebut mencapai 250 watt.

Suhu permukaan tertinggi yang diukur sekitar 54,1 derajat Celsius, sedangkan area WASD berada di sekitar 43,5 derajat Celsius. Pengulas mencatat suara kipas cukup terdengar ketika mode Performance aktif.

Laptop menggunakan baterai 80 Wh. Dalam pengujian PCMark Modern Office, daya tahan baterai tercatat sekitar tiga jam 30 menit. Pengguna yang mengandalkan performa maksimal kemungkinan perlu lebih sering menggunakan adaptor.

Untuk konektivitas, perangkat dilengkapi Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, Thunderbolt 4, USB-C dengan pengisian daya hingga 100 watt, HDMI 2.1, serta Ethernet 2,5 Gb. Fitur lainnya meliputi webcam 1440p 30 fps, empat speaker, dan aplikasi Legion Space untuk mengatur performa serta pencahayaan.

Laptop Premium dengan Sejumlah Kompromi

Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 menawarkan kombinasi prosesor dan GPU kelas atas, layar OLED 240 Hz, serta desain yang membawa identitas turnamen sepak bola dunia. Perangkat ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan performa untuk gaming dan pekerjaan kreatif.

Meski demikian, harga sekitar Rp60 juta yang disebut dalam ulasan, bobot perangkat, adaptor besar, suara kipas, dan daya tahan baterai menjadi sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan. Konfigurasi RAM 32 GB dan SSD 1 TB juga patut diperhatikan sesuai kebutuhan pengguna.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : DKID Media
laptop gaming premium Lenovo Legion Pro 7i RTX 5070 Ti Intel Core Ultra 9 fifa world cup 2026