JAKARTA - HP kini menyatukan jajaran laptop tipis dan ringan untuk konsumen dalam keluarga OmniBook. Terdiri dari lima kelas, yaitu OmniBook Ultra, OmniBook X, OmniBook 7, OmniBook 5, dan OmniBook 3, lini ini dirancang untuk menjangkau kebutuhan pengguna dari profesional hingga pelajar.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari penyederhanaan nama produk HP. Seri yang sebelumnya dikenal sebagai Pavilion, Envy, Spectre, dan Pavilion Aero kini memiliki penerus dalam keluarga OmniBook.
HP membagi produk berdasarkan segmen dan kebutuhan, sehingga pengguna dapat mengenali perbedaan kelas laptop sebelum memilih perangkat. Selain spesifikasi, pembagian ini juga mencakup desain, bobot, dan fitur pendukung berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Nama OmniBook sendiri sebenarnya pernah digunakan HP pada 1993. Lini tersebut kemudian tidak dilanjutkan pada 2002 dan kini kembali dihidupkan untuk keluarga laptop konsumen.
Baca Juga: Aquascape Nano Tank Full Anubias, Minim Perawatan untuk Pemula yang Sibuk
OmniBook Ultra dan X menyasar pengguna kelas atas
OmniBook Ultra menempati posisi flagship atau ultra premium. Seri ini merupakan evolusi dari HP Spectre dan ditujukan bagi kalangan profesional, penggemar teknologi, serta kreator yang membutuhkan performa tinggi dalam perangkat tipis dan ringan.
Di Indonesia, HP OmniBook Ultra Flip 14 hadir dalam dua konfigurasi. Varian pertama menggunakan Intel Core Ultra 9 288V, RAM 32 GB LPDDR5X, dan SSD 2 TB. Pilihan lainnya memakai Intel Core Ultra 7 258V, RAM 32 GB LPDDR5X, serta SSD 1 TB.
Model Ultra Flip 14 memiliki desain convertible yang memungkinkan layar dibuka hingga 360 derajat. Layarnya menggunakan panel OLED 14 inci beresolusi 2.880 x 1.800 piksel, refresh rate hingga 120 Hz, serta mendukung sentuhan dan stylus.
Di bawah Ultra, terdapat OmniBook X yang meneruskan lini Envy X360. Seri ini ditujukan bagi profesional dan kreator yang membutuhkan laptop stylish dengan harga lebih terjangkau dibandingkan kelas premium tertinggi.
OmniBook X tersedia dalam bentuk clamshell dan convertible. Versi convertible dikenal sebagai OmniBook X Flip. Pilihan prosesornya meliputi AMD Ryzen AI 7 350, Intel Core Ultra 7 256V, dan Qualcomm Snapdragon X Elite, dengan pilihan RAM 16 GB atau 32 GB sesuai konfigurasi.
OmniBook X Flip yang dibahas dalam video juga memiliki kemampuan NPU hingga 50 TOPS.
OmniBook 7 dan AI Aero mengutamakan mobilitas
OmniBook 7 berada di kelas menengah atas dan merupakan penerus dari lini Envy serta Pavilion Plus. Laptop ini dirancang untuk produktivitas, performa, dan daya tahan.
HP menyebut seri OmniBook 7 telah melewati berbagai pengujian ketahanan berstandar militer, termasuk pengujian lingkungan dan perubahan suhu ekstrem. Sasaran penggunanya mencakup pekerja kantoran, mahasiswa, serta kreator konten pemula yang membutuhkan laptop untuk aktivitas produktif.
Konfigurasi yang disebutkan dalam video menggunakan Intel Core Ultra 7 255H dengan RAM 32 GB atau Intel Core 9 290H dengan RAM 32 GB.
HP juga menghadirkan OmniBook 7 AI Aero, penerus keluarga Pavilion Aero. Berbeda dari fokus performa seri reguler, model ini menonjolkan bobot di bawah 1 kilogram dengan harga yang disebut relatif terjangkau.
OmniBook 7 AI Aero tersedia dengan AMD Ryzen AI 5 atau Ryzen AI 7. Kapasitas RAM yang ditawarkan mencakup 16 GB dan 32 GB, bergantung pada konfigurasi. Kedua prosesor dilengkapi NPU dengan performa hingga 50 TOPS.
Baca Juga: Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition, Laptop Gaming Rp60 Juta
OmniBook 5 hadir dalam dua bentuk
OmniBook 5 merupakan penerus Pavilion X360 dan Pavilion Laptop. Seri kelas menengah ini ditujukan bagi pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, serta pengguna yang baru mulai bekerja.
Pengguna dapat memilih model convertible atau clamshell. OmniBook 5 Flip hadir dengan layar 14 inci beresolusi 1.920 x 1.200 piksel dan mendukung penggunaan stylus. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggambar atau membuat sketsa.
Pilihan prosesor yang disebutkan mencakup Intel Core 3 100, Core 5 120, dan Core 7 150U, dengan RAM 16 GB.
Sementara itu, OmniBook 5 versi clamshell menggunakan layar IPS 16 inci dengan resolusi 1.920 x 1.200 piksel. Konfigurasinya terdiri dari Intel Core Ultra 5 225U dengan RAM 16 GB atau Intel Core Ultra 7 255U dengan RAM 32 GB.
Ukuran layar yang lebih besar memungkinkan laptop ini dilengkapi numpad di sisi kanan keyboard. Fitur tersebut dapat membantu pengguna yang sering memasukkan angka atau melakukan pengolahan data manual. Bobotnya disebut berada di kisaran 1,7 kilogram.
OmniBook 3 menjadi pilihan entry-level
Di kelas paling terjangkau, HP menempatkan OmniBook 3 sebagai penerus lini Pavilion. Laptop ini dirancang untuk aktivitas harian dan menyasar pelajar serta mahasiswa yang membutuhkan perangkat entry-level.
Meski berada di kelas awal, OmniBook 3 yang dibahas dalam video menggunakan prosesor AMD Ryzen AI 5 340 atau Ryzen AI 7 350. Keduanya dibekali NPU hingga 50 TOPS dan disebut memenuhi standar Copilot+ PC.
Pilihan RAM mencakup 16 GB dan 24 GB LPDDR5X. Dengan konfigurasi tersebut, seri ini diposisikan untuk pengguna yang menginginkan laptop terjangkau dengan dukungan fitur AI. Video juga menyebut perangkat ini dapat digunakan untuk bermain game ringan, meski tidak merinci jenis game maupun hasil performanya.
HP AI Companion dan Poly Camera Pro
Selain perubahan nama, HP turut menghadirkan perangkat lunak pendukung AI pada sejumlah OmniBook yang menggunakan prosesor dengan NPU.
HP AI Companion berfungsi seperti chatbot yang dapat membantu menyusun rencana perjalanan, menjawab pertanyaan berdasarkan foto, dan merangkum dokumen. Aplikasi ini disebut dapat digunakan dalam bahasa Indonesia.
Menurut klaim HP dalam video, dokumen yang dianalisis diproses secara lokal dan tidak diunggah ke cloud. Namun, koneksi internet tetap dibutuhkan karena respons aplikasi dikirim dari cloud.
Ada pula Poly Camera Pro, perangkat lunak webcam dengan fitur berbasis AI. Pengguna dapat mengatur kecerahan, kontras, hue, dan saturasi, serta memanfaatkan fitur spotlight dan retouch.
Poly Camera Pro juga menyediakan template webcam, termasuk penambahan watermark dan penggantian latar belakang dengan file presentasi. Fitur tersebut memungkinkan materi presentasi ditampilkan melalui kamera tanpa perlu membagikan file secara terpisah.
Dengan lima kelas tersebut, keluarga HP OmniBook menawarkan pilihan berdasarkan kebutuhan, mulai dari laptop premium untuk profesional hingga perangkat entry-level untuk aktivitas harian.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Jagat Review