JAKARTA – Xiaomi Watch 2 masih menjadi salah satu pilihan smartwatch berbasis Wear OS yang menarik untuk dipertimbangkan pada 2026. Meski telah digunakan selama kurang lebih dua tahun, perangkat ini disebut tetap menawarkan performa yang mumpuni dengan harga di bawah Rp2 juta di sejumlah marketplace.
Di tengah harga smartwatch Wear OS terbaru yang semakin tinggi, Xiaomi Watch 2 menawarkan alternatif bagi pengguna yang menginginkan jam tangan pintar dengan fitur seperti smartphone. Dalam sebuah video ulasan, pengguna membagikan pengalaman memakai perangkat tersebut, termasuk performa sistem, fitur olahraga, pemantauan kesehatan, hingga daya tahan baterai.
Xiaomi Watch 2 Jalankan Wear OS 5
Pada April 2026, Xiaomi Watch 2 disebut telah mendapatkan pembaruan ke Wear OS 5 berbasis Android 14. Sejak pertama kali dirilis, smartwatch ini telah menerima dua kali peningkatan sistem operasi, mulai dari Wear OS 3.5, Wear OS 4.0, hingga Wear OS 5.0.
Baca Juga: Xiaomi Pad 5 Second Rp3 Jutaan Bisa Dual Boot Windows 11 dan Android, Kok Bisa?
Salah satu keunggulan utama Xiaomi Watch 2 adalah akses ke Google Play Store. Pengguna dapat mengunduh berbagai aplikasi dan game langsung melalui smartwatch, layaknya menggunakan smartphone.
Perangkat ini dibekali RAM 2 GB dan penyimpanan internal 32 GB. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk mendukung aktivitas harian, pemasangan aplikasi, hingga penggunaan beberapa aplikasi secara bergantian.
Pengguna juga dapat memanfaatkan Gemini AI untuk mencari rekomendasi tempat makan atau kafe. Setelah mendapatkan rekomendasi, navigasi menuju lokasi dapat dilakukan melalui Google Maps yang terpasang pada smartwatch.
Baca Juga: Xiaomi Pad 6 Second di Bawah Rp4 Juta, Snapdragon 870 Masih Kencang di 2026
Sejumlah aplikasi tambahan, seperti file manager, pemutar media, browser internet, hingga YouTube, juga dapat dipasang secara mandiri melalui toko aplikasi.
Bisa Akses MyBCA dan Berbagai Aplikasi
Xiaomi Watch 2 juga menawarkan dukungan aplikasi perbankan. Dalam video tersebut, aplikasi MyBCA disebut dapat digunakan untuk memeriksa saldo, melihat mutasi rekening, hingga melakukan pembayaran melalui fitur NFC selama smartwatch terhubung dengan smartphone.
Namun, kemampuan aplikasi perbankan dapat bergantung pada kompatibilitas perangkat, versi aplikasi, serta dukungan layanan yang tersedia. Pengguna tetap perlu memastikan keamanan akun sebelum memanfaatkan fitur tersebut.
Dari sisi performa, Xiaomi Watch 2 sempat mengalami sejumlah kendala, seperti layar berkedip ketika Google Maps digunakan pada malam hari dan konsumsi baterai yang terkadang meningkat.
Setelah mendapatkan pembaruan Wear OS 5, reviewer menyebut respons layar sentuh menjadi lebih halus. Navigasi antarmuka juga terasa lebih ringan meskipun smartwatch telah digunakan selama dua tahun dan dipenuhi berbagai aplikasi maupun file.
Baca Juga: Xiaomi Pad 8 Pro Rp11 Jutaan, Bawa Fitur yang Bikin Tablet Ini Makin Mirip Laptop
Tips Menghemat Baterai Xiaomi Watch 2
Daya tahan baterai masih menjadi salah satu tantangan smartwatch berbasis Wear OS. Dalam video, pengguna membagikan beberapa tips untuk memperpanjang penggunaan Xiaomi Watch 2.
Pertama, fitur GPS, Wi-Fi, dan NFC sebaiknya hanya diaktifkan ketika diperlukan. Pengguna juga disarankan mematikan Always On Display apabila tidak terlalu dibutuhkan.
Ketika baterai berada di bawah 50 persen, fitur penghemat daya dapat diaktifkan untuk mengurangi konsumsi energi. Pemilihan watch face juga perlu diperhatikan karena tampilan dengan animasi intensif dan warna yang terlalu ramai berpotensi mengonsumsi lebih banyak daya.
Baca Juga: Xiaomi Pad 8 Harga Turun Jadi Rp6 Jutaan, Tablet Kencang Ini Masih Layak Dibeli?
Dengan sejumlah pengaturan tersebut, Xiaomi Watch 2 disebut dapat bertahan lebih dari dua hari ketika terhubung dengan smartphone. Untuk mengisi baterai hingga penuh, perangkat ini membutuhkan waktu sekitar 50 menit.
Fitur Olahraga Xiaomi Watch 2 Cukup Lengkap
Untuk aktivitas olahraga, Xiaomi Watch 2 dilengkapi GPS dual-band yang diklaim mampu mengunci lokasi dengan cepat. Perangkat ini juga memiliki sejumlah sensor pendukung, seperti barometer, altimeter, dan kompas.
Smartwatch tersebut menyediakan sekitar 150 mode olahraga yang dapat digunakan untuk aktivitas indoor maupun outdoor. Ada pula fitur Running Course yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung latihan lari.
Melalui pembaruan aplikasi pendamping, pengguna juga dapat mengimpor file pelacakan olahraga beserta data GPS. Fitur tersebut berguna bagi pengguna yang ingin menyimpan atau mengevaluasi rute aktivitas luar ruangan.
Dari segi ketahanan, reviewer mengaku telah menggunakan Xiaomi Watch 2 tanpa pelindung layar maupun casing selama hampir satu tahun. Layar smartwatch disebut masih terlihat mulus tanpa goresan berarti, meskipun bagian tepi bingkai mulai mengalami lecet ringan.
Baca Juga: Xiaomi Pad 8 Harga Turun Jadi Rp6 Jutaan, Tablet Kencang Ini Masih Layak Dibeli?
Pemantauan Kesehatan Masih Terbatas
Meski memiliki banyak fitur, kemampuan pemantauan kesehatan Xiaomi Watch 2 dinilai masih cukup standar. Perangkat ini mendukung pemantauan detak jantung dan kadar oksigen dalam darah atau SpO2.
Namun, Xiaomi Watch 2 belum dilengkapi fitur seperti elektrokardiogram atau ECG, pengukur tekanan darah, dan sensor suhu kulit. Keterbatasan tersebut dinilai masih dapat dimaklumi mengingat harga perangkat yang berada di kisaran Rp2 juta.
Selain itu, dukungan panggilan WhatsApp juga belum sepenuhnya tersedia. Pengguna dapat membaca pesan, membalas chat, dan mengirim voice note. Namun, ketika menerima panggilan WhatsApp, smartwatch hanya menampilkan notifikasi sehingga percakapan tetap harus dilakukan melalui mikrofon dan speaker smartphone.
Baca Juga: Xiaomi Update Terbaru 2026, 10 HP dengan Kamera OIS untuk Konten
Secara keseluruhan, Xiaomi Watch 2 dinilai masih menawarkan nilai yang menarik bagi pengguna yang membutuhkan smartwatch dengan akses aplikasi luas, performa mumpuni, serta dukungan Wear OS. Perangkat ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang mengutamakan produktivitas dibandingkan fitur kesehatan tingkat lanjut.
Editor : Rangga Rizki SaputraSumber : @hiteknozza