JAKARTA - Konsumen yang berencana membeli HP pada 2026 perlu mempertimbangkan perkembangan harga perangkat dan komponen memori. Dalam sebuah video, pengulas teknologi mengingatkan bahwa menunda pembelian hingga tahun depan belum tentu membuat konsumen mendapatkan harga yang lebih murah.
Saran itu terutama ditujukan kepada calon pembeli HP kelas entry-level dan menengah, termasuk perangkat dengan anggaran sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta. Menurut pengulas, tekanan harga komponen memori berpotensi berdampak pada biaya produksi dan harga jual perangkat.
Ia menyarankan konsumen yang sudah memiliki anggaran, kebutuhan, serta model incaran yang jelas untuk mempertimbangkan pilihan yang tersedia saat ini. Namun, saran tersebut bukan berarti semua orang harus segera membeli HP baru.
Konsumen yang menunggu model tertentu dengan jadwal peluncuran yang sudah dikonfirmasi tetap dapat mempertimbangkan untuk menunggu. Keputusan juga perlu melihat harga aktual, spesifikasi, dan kebutuhan masing-masing.
Baca Juga: HP Vivo 1 sampai 2 Jutaan, 8 Pilihan dengan Baterai Jumbo dan Kamera 50 MP
Pasokan memori untuk perangkat konsumen jadi sorotan
Pengulas menyebut kenaikan harga HP bukan hanya dipengaruhi inflasi atau pelemahan rupiah. Ia menyoroti perubahan permintaan chip memori seiring berkembangnya pusat data AI.
Dalam video, Samsung, SK Hynix, dan Micron disebut mengalihkan sebagian kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan chip pusat data AI. Menurut pengulas, kondisi tersebut dapat menekan ketersediaan komponen memori yang digunakan pada HP dan laptop konsumen.
Ia juga membedakan kenaikan harga kontrak chip dengan perubahan harga HP di toko. Harga kontrak merupakan biaya komponen yang dibayarkan produsen perangkat kepada pemasok, sedangkan harga jual akhir turut dipengaruhi biaya lain.
Ketika harga memori meningkat, dampaknya dapat merambat ke biaya produksi, distribusi, dan margin penjualan. Karena itu, kenaikan harga HP yang dirasakan konsumen tidak selalu sebanding dengan persentase kenaikan harga chip di tingkat pemasok.
Meski demikian, besaran dampak terhadap setiap produk dapat berbeda. Harga jual juga dipengaruhi spesifikasi, strategi produsen, persediaan, serta kondisi pasar.
Perbandingan harga Galaxy A26 5G dan A27 5G
Sebagai contoh, pengulas membandingkan Samsung Galaxy A26 5G dengan Galaxy A27 5G yang sama-sama disebut memiliki konfigurasi RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB.
Dalam video, Galaxy A26 5G disebut diluncurkan dengan harga Rp3.999.000. Sementara itu, Galaxy A27 5G dengan konfigurasi memori serupa disebut memiliki harga peluncuran Rp6.299.000.
Selisih harga kedua model tersebut mencapai Rp2,3 juta atau lebih dari 50 persen dibandingkan harga peluncuran Galaxy A26 5G.
Pengulas kemudian menyebut harga Galaxy A27 5G telah turun ke kisaran Rp4 juta hingga Rp5 juta. Namun, angka tersebut tetap belum serendah harga peluncuran pendahulunya.
Perbandingan ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana selisih harga antargenerasi dapat terasa besar di segmen yang banyak dipertimbangkan konsumen.
Namun, contoh dua model tersebut tidak dapat dijadikan patokan untuk seluruh pasar HP. Perbedaan harga antargenerasi juga perlu dilihat bersama spesifikasi dan faktor lain yang memengaruhi harga jual.
Baca Juga: HP RAM 12 GB Murah Mulai Rp3 Jutaan, Pilihannya Makin Beragam
Prediksi tekanan harga hingga beberapa tahun ke depan
Dalam video, pengulas menyebut adanya perkiraan dari sejumlah pihak di industri chip bahwa tekanan pasokan memori dapat berlanjut hingga 2027. Bahkan, ia menyebut ada prediksi yang memperkirakan kondisi tersebut berlangsung sampai 2030.
Prediksi itu menjadi dasar pandangannya bahwa konsumen sebaiknya tidak mengandalkan harapan harga HP pasti lebih murah pada tahun berikutnya.
Meski begitu, durasi dan dampak krisis memori terhadap harga perangkat konsumen belum tentu sama di setiap pasar. Perkembangan produksi, permintaan, serta keputusan produsen dapat mengubah kondisi harga.
Pengulas juga menyoroti HP yang dirilis pada akhir 2025 atau awal 2026. Menurutnya, kenaikan harga pada sebagian model tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan contoh lonjakan harga antargenerasi yang dibahas dalam video.
Ia menyebut kenaikan sekitar Rp1 jutaan sebagai gambaran, bukan angka yang berlaku untuk seluruh perangkat.
Pertimbangkan kebutuhan sebelum membeli
Bagi konsumen yang sudah memiliki anggaran dan kebutuhan jelas, pengulas menyarankan agar tidak menunda pembelian hanya karena berharap model berikutnya akan lebih murah.
Namun, jika ada HP tertentu yang sudah dipastikan akan segera meluncur dan memang menjadi incaran, menunggu perangkat tersebut tetap dapat menjadi pilihan. Pengulas mencontohkan kemungkinan peluncuran iPhone sebagai salah satu produk yang mungkin dinantikan konsumen.
Sebelum mengambil keputusan, calon pembeli sebaiknya membandingkan harga aktual di toko, kapasitas RAM dan penyimpanan, dukungan perangkat lunak, serta fitur yang benar-benar dibutuhkan.
Konsumen juga dapat mempertimbangkan model generasi sebelumnya apabila masih memenuhi kebutuhan dan tersedia dengan harga yang sesuai anggaran.
Pada akhirnya, saran utama dalam video tersebut adalah tidak menunda pembelian semata-mata karena menganggap harga HP tahun depan pasti turun. Bagi yang memang membutuhkan perangkat baru, membandingkan pilihan yang tersedia saat ini dengan model yang akan segera dirilis dapat membantu menentukan waktu pembelian.
Editor : M. Helmi Nurhisam