JAKARTA - HP Vivo terbaru 2026 menawarkan pilihan dengan karakter berbeda di setiap lini. Mulai dari ponsel kelas menengah yang mengutamakan fotografi hingga perangkat lipat untuk produktivitas, Vivo menghadirkan sejumlah model dengan kombinasi kamera, performa, dan kapasitas baterai yang beragam.
Dalam video ulasan kanal YouTube Pricebook dan Daftar Produk Terbaik, terdapat 10 model yang dibahas, yakni Vivo V70, V70 FE, V60, Y31D Pro, Y05, Y29, Y400, X300 Pro, X300, dan X Fold 5.
Ulasan tersebut tidak hanya menyoroti spesifikasi unggulan, tetapi juga kompromi yang perlu diperhatikan sebelum membeli. Resolusi layar, kemampuan gaming, ukuran bodi, dan kapasitas baterai menjadi beberapa aspek yang membedakan setiap perangkat.
Baca Juga: HP RAM 12 GB Murah Mulai Rp3 Jutaan, Ini 10 Pilihannya
Kamera Jadi Andalan Seri V dan X
Vivo V70 disebut membawa sejumlah fitur yang mendekati kelas flagship. Ponsel ini menggunakan bingkai aluminium, layar AMOLED 1.5K, serta pemindai sidik jari ultrasonik 3D di bawah layar.
Sektor kamera mengandalkan sensor utama 50 MP dan telefoto 50 MP dengan kolaborasi Zeiss. Perangkat ini juga disebut mendukung perekaman video 4K 60 fps melalui kamera depan dan belakang.
Dari sisi performa, Vivo V70 menggunakan Snapdragon 7 Gen 4 dan baterai 6.500 mAh. Meski begitu, pengulas mengingatkan bahwa perangkat ini bukan ditujukan untuk gaming kompetitif berat dengan pengaturan grafis maksimal dalam waktu lama.
Vivo V70 FE menawarkan pendekatan berbeda. Alih-alih mengandalkan konfigurasi kamera seperti versi reguler, model ini membawa kamera utama 200 MP dengan OIS dan fitur AI Travel Portrait.
Baterainya berkapasitas 7.000 mAh dengan pengisian cepat 90 watt. Layarnya menggunakan panel AMOLED 6,83 inci. Namun, chipset MediaTek Dimensity 7360 Turbo dan penyimpanan UFS 3.1 menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan pengguna yang mengutamakan performa.
Sementara itu, Vivo V60 ditujukan bagi pengguna yang gemar memotret konser atau suasana malam. Perangkat ini mengandalkan kamera telefoto Zeiss dengan kemampuan zoom hingga 100 kali serta fitur Zeiss Style Bokeh.
Vivo V60 juga menggunakan Snapdragon 7 Gen 4 dan baterai 6.500 mAh dengan bypass charging. Menurut pengulas, perangkat ini merupakan penyempurnaan generasi sebelumnya, sehingga perubahan desainnya mungkin tidak terasa radikal.
Di kelas flagship, Vivo X300 Pro disebut menjadi salah satu perangkat yang berfokus pada fotografi seluler. Ponsel ini membawa kamera utama 200 MP dan telefoto Zeiss, serta diklaim mendukung perekaman video 4K hingga 120 fps.
Performa perangkat ditopang Dimensity 9500 berbasis fabrikasi 3 nanometer. Baterainya berkapasitas 6.510 mAh dengan pengisian cepat 90 watt. Namun, modul kamera periskop yang besar membuat bodinya terasa lebih tebal dan berat.
Baca Juga: HP Vivo 1 sampai 2 Jutaan, 8 Pilihan dengan Baterai Jumbo dan Kamera 50 MP
Seri Y Menyasar Aktivitas Harian dan Ketahanan
Pada lini Y, Vivo menawarkan sejumlah perangkat untuk kebutuhan yang lebih spesifik. Vivo Y31D Pro, misalnya, ditujukan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, termasuk pengemudi ojek online dan kurir logistik.
Ponsel ini disebut memiliki sertifikasi ketahanan militer serta rating IP68 dan IP69. Baterai 7.000 mAh diklaim dapat menunjang penggunaan normal hingga sekitar dua hari.
Komprominya terdapat pada layar IPS beresolusi HD Plus. Kamera 50 MP-nya juga dinilai standar dalam ulasan, sehingga bukan pilihan utama bagi pengguna yang mengutamakan kualitas visual dan fotografi.
Vivo Y05 menyasar kebutuhan dasar seperti komunikasi, media sosial, dan streaming ringan. Perangkat ini disebut membawa baterai berkapasitas besar, sertifikasi IP65, IR blaster, serta layar dengan refresh rate 120 Hz.
Namun, chipset Unisoc dan RAM 4 GB membuatnya lebih sesuai untuk penggunaan ringan. Pengisian daya juga dibatasi hingga 15 watt.
Pilihan lain adalah Vivo Y29 yang menawarkan layar 6,8 inci dengan kecerahan hingga 1.000 nits. Perangkat ini menggunakan Snapdragon 685, pilihan RAM hingga 8 GB, dan baterai 6.500 mAh dengan pengisian 44 watt.
Meski kapasitas baterainya besar, layar Y29 masih beresolusi HD Plus. Kamera belakangnya juga tidak dilengkapi lensa ultrawide, sementara kemampuan gaming berat bukan menjadi fokus perangkat ini.
Vivo Y400 menawarkan bodi tipis 7,9 mm dengan ketahanan yang disebut mencakup sertifikasi militer serta rating IP68 dan IP69. Layarnya menggunakan AMOLED Full HD Plus 120 Hz, sedangkan kamera utama memakai sensor Sony 50 MP.
Baterai 6.000 mAh menjadi salah satu keunggulannya. Namun, Snapdragon 4 Gen 2 dinilai bukan chipset tercepat di kelasnya. Pengguna yang mengutamakan gaming kompetitif perlu mempertimbangkan kebutuhan performa sebelum memilihnya.
X300 Reguler dan X Fold 5 Punya Sasaran Berbeda
Vivo X300 reguler ditujukan bagi pengguna yang menginginkan performa flagship dalam ukuran lebih ringkas. Ponsel ini memiliki layar 6,31 inci dengan panel AMOLED 1.5K dan chipset Dimensity 9500.
Kamera utamanya disebut beresolusi 200 MP dengan kolaborasi Zeiss. Kapasitas baterainya mencapai 6.040 mAh. Meski demikian, ukuran bodi yang lebih kecil membuat kapasitas baterainya berada di bawah versi Pro.
Adapun Vivo X Fold 5 menyasar pengguna yang membutuhkan layar luas untuk produktivitas. Perangkat lipat ini disebut memiliki ketebalan 4,3 mm saat dibuka, baterai 6.000 mAh, dan layar utama LTPO AMOLED berukuran 8,03 inci.
Ponsel tersebut juga membawa tiga kamera hasil kolaborasi Zeiss. Layar besarnya dinilai mendukung multitasking dan pengeditan dokumen, tetapi harga perangkat lipat premium menjadi pertimbangan tersendiri bagi konsumen dengan anggaran terbatas.
Dari daftar tersebut, perbedaan utama setiap model terletak pada kebutuhan pengguna. Seri V menawarkan kombinasi kamera dan fitur kelas menengah, lini Y menyasar penggunaan harian maupun ketahanan, sedangkan seri X berfokus pada fotografi flagship dan produktivitas.
Sebelum membeli, konsumen perlu membandingkan spesifikasi, kebutuhan, serta harga aktual masing-masing perangkat. Spesifikasi yang tinggi pada satu sektor belum tentu berarti perangkat tersebut paling sesuai untuk semua jenis penggunaan.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : pricebook