JAKARTA - Samsung Galaxy A37 disebut mengalami penurunan harga hingga di bawah Rp5 juta untuk varian penyimpanan terendah. Informasi tersebut disampaikan dalam ulasan kanal Kuliah Sore yang membahas ponsel kelas menengah Samsung ini, beberapa bulan setelah peluncurannya.
Saat pertama dirilis pada April, Galaxy A37 disebut dibanderol mulai Rp6,6 juta untuk varian penyimpanan terendah dan Rp7,3 juta untuk varian yang lebih tinggi. Harga di pasaran kini dikabarkan lebih rendah, meski nominal pastinya dapat berbeda tergantung toko, varian, dan promo.
Ulasan tersebut menguji sejumlah aspek, mulai dari layar Super AMOLED, performa chipset Exynos 1480, daya tahan baterai, hingga kemampuan kamera. Hasilnya menunjukkan sejumlah keunggulan untuk penggunaan sehari-hari, sekaligus beberapa catatan bagi pengguna yang mengutamakan gaming.
Baca Juga: Edukasi Rabies di Blitar, Siswa SD Diajak Kenali Bahaya Gigitan Hewan
Layar Super AMOLED 120Hz dengan Beberapa Catatan
Samsung Galaxy A37 mengusung desain yang disebut mirip dengan Galaxy A57. Bodi datar dengan finishing glossy dipadukan modul kamera belakang vertikal yang menjadi ciri khas Samsung.
Pada bagian atas terdapat dua lubang mikrofon. Sisi kanan memuat tombol volume dan daya, sedangkan sisi kiri polos. Bagian bawah dilengkapi SIM tray dual nano-SIM, port USB-C, mikrofon, dan speaker.
Perangkat ini tidak menyediakan slot microSD tambahan. Untuk perlindungan, Galaxy A37 disebut memiliki sertifikasi IP68, dengan klaim ketahanan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Layarnya menggunakan panel Super AMOLED berukuran 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ 1080 x 2340 piksel. Tingkat kecerahan puncak disebut mencapai 1.900 nits, sementara refresh rate 120Hz mendukung tampilan yang lebih mulus saat scrolling.
Dalam pengujian, pengulas menilai gambar terlihat tajam, warna cukup hidup, dan warna hitam tampak pekat. Namun, bezel bagian bawah dinilai masih tebal dan tidak simetris dengan sisi lainnya.
Layar disebut dilindungi Corning Gorilla Glass Victus+. Sementara itu, sensor sidik jari optik di bawah layar dinilai kurang responsif meskipun pengulas telah mencoba mendaftarkan sidik jari berulang kali.
Exynos 1480 Diuji untuk Mobile Legends hingga Genshin Impact
Untuk performa, Galaxy A37 menggunakan chipset Exynos 1480 dengan fabrikasi 4 nanometer. Perangkat ini disebut menggunakan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 3.1.
Dalam ulasan, skor AnTuTu digambarkan berada di kisaran jutaan kecil. Namun, pengulas menilai performanya belum terlalu mengesankan untuk ponsel di rentang harga Rp5 jutaan.
Pengujian Mobile Legends dilakukan menggunakan pengaturan Ultra dan frame rate Super. Hasilnya, permainan mencatat rata-rata sekitar 85 FPS, tetapi tidak selalu stabil mencapai 90 FPS.
Pada PUBG Mobile dengan pengaturan Smooth dan frame rate Extreme, performa rata-rata disebut mencapai sekitar 58 FPS. Pengulas juga menyoroti giroskop hardware yang mendukung pengalaman bermain.
Sementara itu, Genshin Impact pada pengaturan grafis terendah mencatat rata-rata sekitar 40 FPS. Dalam sejumlah pertarungan dengan banyak efek skill, pengulas menemukan penurunan frame hingga belasan FPS.
Hasil tersebut menunjukkan performa gaming Galaxy A37 belum selalu konsisten pada permainan yang diuji. Namun, untuk penggunaan sehari-hari, seperti membuka aplikasi dan menjelajahi media sosial, perangkat dinilai lancar oleh pengulas.
Baca Juga: Makam Bung Karno Kini Hidup 24 Jam, Ada Doa Bersama Tiap Jumat Legi dan Ahad Kliwon
Baterai 5.000 mAh dan Pengisian 45W
Galaxy A37 dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan pengisian daya 45W.
Dalam pengujian yang disampaikan video, pemakaian YouTube selama satu jam mengurangi baterai sekitar 6 persen. Scrolling TikTok selama satu jam menghabiskan sekitar 7 persen, sedangkan bermain Mobile Legends selama satu jam mengurangi daya sekitar 15 persen.
Pengisian baterai dari kondisi kosong hingga penuh disebut membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit. Hasil ini merupakan pengujian dalam video dan dapat berbeda bergantung pada kondisi perangkat serta pola penggunaan.
Untuk konektivitas, ponsel ini disebut mendukung Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, NFC, dual SIM, serta USB-C 2.0 dengan dukungan OTG.
Kamera Utama 50MP dan Perekaman Video 4K
Sektor kamera Galaxy A37 terdiri dari tiga kamera belakang. Kamera utama beresolusi 50MP dengan sensor Sony IMX906, didampingi kamera ultrawide 8MP dan kamera makro 5MP. Kamera depan memiliki resolusi 12MP.
Dalam ulasan, hasil foto kamera utama dinilai memiliki dynamic range luas dan detail yang tajam. Warna biru langit terlihat cukup kuat, sementara warna lain dinilai masih relatif normal.
Untuk perekaman video, kamera utama disebut mendukung resolusi hingga 4K 30 FPS. Kamera depan juga diklaim mampu merekam video 4K 30 FPS.
Namun, perpindahan lensa utama ke ultrawide saat merekam video dinilai kurang mulus. Pengulas juga menyebut kamera ultrawide tidak tersedia pada pilihan perekaman 4K.
Dukungan Update Jadi Salah Satu Pertimbangan
Samsung Galaxy A37 disebut menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16. Dalam video, perangkat ini diklaim memperoleh enam kali pembaruan utama sistem operasi dan enam tahun pembaruan keamanan.
Galaxy AI juga tersedia, tetapi pengulas menilai kemampuannya lebih terbatas dibandingkan seri flagship Samsung. Salah satu contoh yang disorot adalah penyuntingan foto generatif yang terkadang menghasilkan tampilan kasar.
Dalam kesimpulannya, pengulas menilai Galaxy A37 sulit direkomendasikan jika pertimbangan utamanya hanya performa dan nilai harga. Namun, dukungan pembaruan perangkat lunak, antarmuka One UI yang sederhana, serta kelancaran penggunaan harian menjadi faktor lain yang dapat diperhitungkan.
Dengan harga pasaran yang disebut sudah berada di bawah Rp5 juta untuk varian terendah, Galaxy A37 menawarkan layar Super AMOLED 120Hz, kamera utama 50MP, dan dukungan pembaruan jangka panjang. Sementara performa gaming, sensor sidik jari, serta keterbatasan perekaman ultrawide menjadi beberapa hal yang perlu dicermati calon pembeli.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kuliah Sore