JAKARTA - Xiaomi 17 Pro Max hadir membawa sejumlah spesifikasi kelas atas, mulai dari baterai berkapasitas 7.500 mAh, pengisian daya cepat 100W, hingga chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Namun, ponsel yang dibahas dalam ulasan David tersebut juga mendapat sorotan pada aspek performa gaming dan suhu perangkat saat digunakan dalam waktu tertentu.
Unit yang diulas merupakan perangkat pasar China yang dipinjam dari Shopyz ID. Saat video dibuat, Xiaomi 17 Pro Max belum tersedia secara resmi di Indonesia. Karena itu, harga dan pengalaman penggunaan dari perangkat tersebut belum tentu mencerminkan versi global atau unit yang nantinya dipasarkan secara resmi di Tanah Air.
Baca Juga: Edukasi Rabies di Blitar, Siswa SD Diajak Kenali Bahaya Gigitan Hewan
Baterai 7.500 mAh dan Pengisian Daya 100W
Salah satu spesifikasi yang menonjol dari Xiaomi 17 Pro Max adalah kapasitas baterainya yang mencapai 7.500 mAh. Angka tersebut menjadi bagian penting dari paket perangkat yang membawa layar besar dan chipset kelas atas.
Xiaomi juga menyematkan dukungan pengisian daya kabel 100W. Dalam paket penjualan yang dibahas David, charger 100W sudah disertakan bersama kabel USB-A ke USB-C.
Selain pengisian kabel, perangkat ini mendukung pengisian daya nirkabel 50W. Ada pula fitur reverse wireless charging 22,5W yang memungkinkan ponsel digunakan untuk mengisi daya perangkat lain yang kompatibel.
Kombinasi kapasitas baterai besar dan beragam pilihan pengisian daya menjadi salah satu bagian menarik dari spesifikasi Xiaomi 17 Pro Max. Meski demikian, ulasan tersebut tidak memberikan hasil pengujian daya tahan baterai dalam skenario penggunaan harian secara lengkap.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 Diuji untuk Gaming
Xiaomi 17 Pro Max menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Dalam pengujian benchmark yang ditampilkan David, ponsel ini memperoleh skor AnTuTu 11 sekitar 3,2 juta.
David menyebut skor tersebut masih berada di bawah angka sekitar 4 juta yang pernah ia lihat dari perangkat referensi Qualcomm dengan chipset serupa. Namun, hasil benchmark dapat dipengaruhi oleh perangkat, versi pengujian, dan kondisi saat tes dilakukan. Karena itu, angka tersebut tidak bisa langsung digunakan untuk menyimpulkan perbandingan performa seluruh ponsel dengan chipset yang sama.
Pengujian permainan juga menjadi perhatian. Saat menjalankan Genshin Impact, David mendapati performa perangkat tidak terus-menerus bertahan di angka 60 frame per detik setelah digunakan beberapa waktu.
Suhu perangkat yang ditampilkan dalam pengujian berada di kisaran 48–49 derajat Celsius. David menilai suhu tersebut terasa sangat panas saat ponsel digunakan bermain.
Hasil ini perlu dibaca dengan mempertimbangkan status unit yang diuji. Perangkat tersebut merupakan unit pasar China dan belum tentu mencerminkan optimasi perangkat lunak pada versi final yang dipasarkan secara global. Belum ada kepastian dari ulasan tersebut mengenai bagaimana performanya setelah pembaruan perangkat lunak atau pada varian resmi untuk pasar lain.
Layar Belakang Jadi Fitur Pembeda
Di luar performa, Xiaomi 17 Pro Max memiliki layar tambahan di bagian belakang berukuran 2,9 inci dengan panel AMOLED dan refresh rate 120Hz.
Layar tersebut dapat menampilkan jam, wallpaper, animasi, teks, foto, serta sejumlah informasi seperti notifikasi, panggilan, musik, dan timer. Salah satu fungsi yang paling disorot David adalah penggunaan layar belakang sebagai pratinjau kamera.
Dengan fitur tersebut, pengguna dapat melihat komposisi foto saat mengambil gambar menggunakan kamera belakang. Pilihan pembesaran yang ditampilkan mencakup 0,7x, 2x, dan 5x, disertai opsi untuk foto, potret, video, serta filter.
Fitur ini memberi alternatif bagi pengguna yang ingin mengambil foto diri menggunakan kamera belakang. Namun, David juga menyoroti adanya ketidakpastian terkait dukungan aplikasi dan pengalaman penggunaan pada perangkat di luar ekosistem China.
Baca Juga: Edukasi Rabies di Blitar, Siswa SD Diajak Kenali Bahaya Gigitan Hewan
Kamera Leica dan Layar Utama Besar
Xiaomi 17 Pro Max dibekali tiga kamera belakang beresolusi 50MP, terdiri dari kamera utama, periskop telefoto, dan ultrawide. Sistem kamera tersebut dikembangkan bersama Leica.
Dalam ulasannya, David menyukai karakter foto yang dihasilkan, termasuk kontras dan nuansa warna yang cenderung creamy kecokelatan. Ia juga mencatat adanya pemrosesan ketajaman yang pada beberapa foto dapat menimbulkan efek halo di sekitar bangunan.
Untuk perekaman video, kamera belakang mendukung resolusi hingga 8K 30fps dan 4K 60fps. David menilai hasil video terlihat baik dan stabil. Sementara itu, kamera depan mendukung perekaman 4K 60fps.
Pada bagian depan, ponsel ini mengusung layar LTPO AMOLED 6,9 inci dengan resolusi 1.200 x 2.608 piksel dan refresh rate 120Hz. Layarnya dilindungi Xiaomi Dragon Crystal Glass generasi ketiga, sedangkan layar belakang menggunakan kaca generasi pertama.
Harga China dan Status di Indonesia
Dalam video, Xiaomi 17 Pro Max varian RAM 16GB dan penyimpanan 512GB disebut dibanderol 6.299 yuan. David mengonversinya menjadi sekitar Rp15 juta. Angka tersebut merupakan konversi harga China dalam ulasan, bukan harga resmi Indonesia.
Ponsel ini hadir dengan pilihan warna hijau, ungu, hitam, dan putih. Paket penjualannya mencakup charger, kabel, casing, buku petunjuk, serta alat pembuka slot SIM.
Dengan baterai besar, kamera Leica, layar belakang, dan chipset terbaru, Xiaomi 17 Pro Max membawa banyak fitur yang menjadi bahan pembahasan. Namun, hasil pengujian gaming dan suhu pada unit China tersebut masih perlu dilihat dalam konteks perangkat lunak serta versi pasar yang digunakan.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : gadgetin