Dalam video rekomendasi, pembuat konten menyebut permintaan laptop layar sentuh cukup banyak. Kebutuhannya pun tidak selalu untuk menggambar atau membuat desain. Sebagian pengguna menginginkan fitur touchscreen untuk mempermudah navigasi.
Daftar ini menggunakan beberapa kriteria, yaitu layar sentuh dengan panel minimal Full HD IPS, RAM di atas 8 GB atau RAM 8 GB yang masih dapat ditingkatkan, serta SSD minimal 256 GB. Untuk prosesor AMD, batas minimum yang disebut adalah Ryzen 5000 series dengan arsitektur Zen 3. Sementara prosesor Intel minimal Core generasi ke-12.
Baca Juga: HP Gaming Terbaru 2026, Ada Layar 144 Hz hingga Baterai 8.000 mAh
Axioo Hype Air Touch, Pilihan Laptop Ringan
Axioo Hype Air Touch menjadi salah satu rekomendasi utama dalam video. Laptop lokal ini menggunakan desain clamshell atau bentuk laptop klasik dengan bobot sekitar 1 kilogram.
Terdapat dua varian yang dibahas. Versi Intel Core i5-1235U disebut memiliki RAM 24 GB dan SSD 512 GB dengan harga sekitar Rp11 jutaan. Sementara varian Core i3-1215U dibanderol sekitar Rp8,6 juta, dengan RAM 12 GB dan SSD 256 GB.
Salah satu daya tariknya adalah layar touchscreen beresolusi 1200p, panel IPS, dan cakupan warna 100 persen sRGB. Bodinya disebut menggunakan material aluminium. RAM LPDDR5 dual-channel juga sudah tersedia langsung dari pabrik.
Laptop ini memiliki backlit keyboard. Namun, RAM bersifat onboard sehingga tidak dapat di-upgrade. Varian Core i3 juga masih menggunakan SSD 256 GB. Garansi normal disebut satu tahun dan perangkat belum mendapatkan Microsoft Office.
Asus Vivobook 15 Touch, RAM DDR5 Dapat Diganti
Asus Vivobook 15 Touch menjadi pilihan dengan harga sekitar Rp13,9 juta. Laptop ini menggunakan desain clamshell, layar 15,6 inci, dan bobot sekitar 1,7 kilogram.
Spesifikasinya mencakup prosesor Intel Core 5 120U, RAM 16 GB DDR5, serta SSD 512 GB. Konfigurasi RAM terdiri dari 8 GB onboard dan 8 GB SODIMM. Modul SODIMM tersebut dapat diganti jika pengguna ingin meningkatkan kapasitas RAM.
Layarnya menggunakan panel IPS touchscreen beresolusi 1080p. Namun, cakupan warnanya disebut belum mencapai 100 persen sRGB.
Dalam video, laptop ini juga disebut memiliki backlit keyboard, garansi internasional dua tahun, dan Asus VIP Perfect Warranty selama dua tahun. Pembuat konten menjelaskan bahwa perlindungan tersebut mencakup kerusakan tertentu, termasuk akibat jatuh atau terkena cairan, sesuai ketentuan garansi.
Asus Vivobook 15 Touch juga disebut mendapatkan bonus Microsoft Office. Biaya upgrade RAM menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan karena menggunakan DDR5.
Advan Evo X16, Layar 16 Inci Bisa Dilepas
Advan Evo X16 memiliki desain detachable. Artinya, layar dan keyboard dapat dipisahkan sehingga perangkat bisa digunakan seperti tablet.
Harga yang disebut dalam video sekitar Rp8,2 juta. Laptop ini menggunakan prosesor Intel Core i3-1215U, RAM 12 GB LPDDR5, dan SSD 256 GB. Bobot keseluruhan dengan keyboard disebut mencapai sekitar 2,16 kilogram.
Daya tarik utamanya adalah layar touchscreen berukuran 16 inci dengan resolusi 2,5K. Panel yang digunakan merupakan IPS dengan cakupan warna 100 persen sRGB, sedangkan refresh rate-nya disebut 60 Hz.
Advan Evo X16 juga disertai stylus untuk menulis atau menggambar. Perangkat ini memiliki port USB4 yang menurut pengulas pernah digunakan untuk menghubungkan external GPU dalam pengujian sebelumnya.
Keterbatasannya, RAM bersifat onboard dan menggunakan konfigurasi single-channel sehingga tidak dapat di-upgrade. Garansi normal disebut satu tahun, sementara Microsoft Office tidak termasuk dalam paket.
Baca Juga: HP Gaming Terbaru 2026, Ada Layar 144 Hz hingga Baterai 8.000 mAh
Acer Aspire Go Spin 14, Laptop Convertible dengan Stylus
Acer Aspire Go Spin 14 masuk kategori honorable mention. Laptop ini menggunakan desain convertible dengan layar yang dapat diputar untuk digunakan dalam mode tablet.
Harga yang disebut sekitar Rp10,2 juta, dengan bobot 1,54 kilogram. Spesifikasinya meliputi prosesor Intel Core 3 N355, RAM 8 GB LPDDR5, dan SSD 1 TB.
Layarnya menggunakan panel IPS touchscreen beresolusi 1200p. Laptop ini juga disebut memiliki backlit keyboard dan bonus stylus.
RAM 8 GB bersifat onboard sehingga tidak bisa ditingkatkan. Cakupan warna layar juga disebut belum mencapai 100 persen sRGB.
Dalam video, Acer Aspire Go Spin 14 disebut mendapatkan garansi tiga tahun untuk servis dan suku cadang, ditambah satu tahun ADP. Microsoft Office juga disebut termasuk dalam paket.
Advan 360 Go, Laptop Touchscreen Mulai Rp6,6 Juta
Advan 360 Go menjadi pilihan dengan harga terendah dalam daftar, yakni sekitar Rp6,6 juta. Laptop ini menggunakan desain convertible dengan layar yang dapat diputar menjadi mode tablet.
Bobotnya disebut sekitar 1,57 kilogram. Perangkat tersebut dibekali prosesor AMD Ryzen 3 3200U, RAM 8 GB DDR4, dan SSD 256 GB.
Layarnya menggunakan panel IPS touchscreen beresolusi 1080p. RAM menggunakan slot SODIMM sehingga dapat di-upgrade, tetapi hanya tersedia satu slot dan tidak mendukung dual-channel.
Pengulas memasukkan Advan 360 Go sebagai honorable mention karena prosesornya lebih lama dibandingkan kriteria utama. Meski demikian, perangkat ini disebut masih dapat digunakan untuk pekerjaan ringan seperti mengetik, browsing, dan menonton.
Cakupan warna layar belum mencapai 100 persen sRGB. Stylus juga tidak termasuk dalam paket dan harus dibeli terpisah.
Perbedaan Bentuk dan Spesifikasi Perlu Dipertimbangkan
Kelima laptop tersebut menawarkan pendekatan berbeda untuk penggunaan layar sentuh. Axioo Hype Air Touch dan Asus Vivobook 15 Touch memiliki desain clamshell, sedangkan Advan Evo X16 menggunakan layar yang dapat dilepas dari keyboard.
Acer Aspire Go Spin 14 dan Advan 360 Go mengusung desain convertible yang dapat diubah menjadi mode tablet. Perbedaan spesifikasi, kapasitas RAM, penyimpanan, bobot, dan kelengkapan stylus menjadi hal yang dapat diperhatikan sebelum memilih.
Video rekomendasi ini juga membuka diskusi mengenai alasan pengguna membutuhkan laptop touchscreen. Pembuat konten mengajak penonton berbagi apakah layar sentuh lebih banyak digunakan untuk menggambar, menulis, atau sekadar mempermudah navigasi.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Jagat Review