Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup 2026, Laptop Gaming OLED 240Hz

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 21:10 WIB
Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 hadir dengan OLED 240Hz, RTX 5070 Ti, dan Core Ultra 275HX untuk gaming serta rendering.(Pinterest)
Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 hadir dengan OLED 240Hz, RTX 5070 Ti, dan Core Ultra 275HX untuk gaming serta rendering.(Pinterest)

JAKARTA - Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 hadir sebagai laptop gaming edisi khusus hasil kemitraan Lenovo dengan FIFA World Cup 2026. Perangkat ini tidak hanya membawa identitas turnamen sepak bola melalui desainnya, tetapi juga menawarkan spesifikasi kelas atas untuk gaming, editing, rendering, dan kebutuhan komputasi berat.

Dalam ulasan, laptop ini menonjol lewat layar OLED 16 inci beresolusi 2,5K dengan refresh rate 240Hz. Dapur pacunya menggunakan Intel Core Ultra 275HX dan Nvidia GeForce RTX 5070 Ti. Kombinasi tersebut diuji melalui benchmark, rendering video, aplikasi kreatif, hingga sejumlah permainan.

Laptop ini memiliki bodi aluminium dengan finishing Eclipse Black. Reviewer menyebut permukaannya tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari. Aksen FIFA World Cup 2026 terlihat di bagian penutup layar, sementara pencahayaan RGB hadir pada bodi dan bagian depan.

Baca Juga: 5 HP Kamera Terbaik 2026, Ada Zoom 10x hingga Video 8K

Layar OLED 2,5K dengan Refresh Rate 240Hz

Salah satu perubahan yang disorot dibanding generasi sebelumnya adalah penggunaan panel OLED. Pada Legion Pro 7 Gen 9, menurut ulasan, Lenovo masih menggunakan layar IPS.

Panel OLED pada edisi 2026 ini berukuran 16 inci dengan resolusi 2,5K dan refresh rate 240Hz. Waktu responsnya diklaim kurang dari 0,5 milidetik. Layar juga mendukung Dolby Vision dan True Black 1000.

Berdasarkan pengukuran yang ditampilkan reviewer, tingkat kecerahan tipikal mencapai sekitar 417 nit. Cakupan warna sRGB berada di kisaran 100 persen, sedangkan cakupan P3 disebut mendekati 100 persen. Hasil tersebut menjadi salah satu alasan layar ini dinilai dapat digunakan untuk gaming, hiburan, dan pekerjaan editing yang memperhatikan warna.

Lenovo turut menyertakan fitur perlindungan untuk mengurangi risiko burn-in. Sistemnya disebut melakukan pergeseran piksel secara berkala dan penyegaran layar ketika perangkat dalam kondisi idle. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu menjaga panel OLED dari dampak gambar statis yang tampil terlalu lama.

Prosesor Intel Core Ultra dan RTX 5070 Ti

Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 ditenagai Intel Core Ultra 275HX dengan konfigurasi 24 core dan 24 thread. Kecepatan clock-nya diklaim dapat mencapai 5,4 GHz. Prosesor ini juga memiliki NPU Intel AI Boost dengan kemampuan hingga 13 TOPS.

Untuk grafis, Lenovo menyematkan Nvidia GeForce RTX 5070 Ti Laptop GPU dengan VRAM 12 GB dan TGP hingga 140 watt. GPU ini mendukung fitur generasi RTX 50 Series, termasuk DLSS 4 dan Multi Frame Generation.

Laptop ini dibekali RAM DDR5-6400 berkapasitas 32 GB dalam konfigurasi dual-channel. Penyimpanannya menggunakan SSD NVMe PCIe Gen 4 berkapasitas 1 TB, dengan satu slot M.2 tambahan yang masih tersedia.

Dalam pengujian Cinebench R23 saat terhubung ke adaptor, skor single-core mencapai 2.214 poin. Skor multi-core berada di kisaran 36.000–38.000 poin. Reviewer menyebut konsumsi daya CPU dapat mencapai sekitar 200 watt dalam skenario pengujian tersebut, dengan suhu puncak sekitar 105 derajat Celsius.

Saat adaptor dilepas, performa multi-core turun menjadi sekitar 22.000 poin. Konsumsi daya CPU berada di kisaran 50 watt, sementara suhu yang diamati bergerak dari sekitar 65 hingga 80 derajat Celsius.

Baca Juga: PPG Dalam Jabatan 2026, Syarat Poin 4 di EMIS GTK Berubah dan TMT Diperbarui

Rendering Video dan Performa Gaming

Kemampuan untuk pekerjaan kreatif turut diuji melalui proses rendering video di Adobe Premiere. Dalam pengujian video 4K menggunakan template yang biasa dipakai reviewer, proses render selesai dalam 42,15 detik. Untuk video Full HD, waktu render tercatat 25,69 detik.

Pada pengujian rendering 3D, proses berbasis CPU membutuhkan waktu sekitar 58,62 detik. Sementara itu, rendering menggunakan GPU selesai dalam sekitar 12 detik.

Laptop ini juga diuji untuk pekerjaan perkantoran. Ekspor PowerPoint berisi 150 slide ke PDF membutuhkan waktu sekitar delapan detik. Pengolahan data acak di Excel selesai dalam 32 detik.

Untuk pemrosesan AI secara lokal, reviewer menguji Stable Diffusion. Pada pengujian yang disebut sebagai Juggernaut, prosesnya berlangsung sekitar 1,6 detik, sedangkan Stable Diffusion XL Turbo membutuhkan sekitar 0,5 detik. Hasil tersebut merujuk pada konfigurasi dan skenario pengujian dalam video.

Adapun hasil pengujian game ditampilkan dalam bentuk grafik oleh reviewer. Ia menyebut fitur frame generation dapat membantu meningkatkan frame rate, sehingga layar 240Hz berpotensi lebih optimal dimanfaatkan pada game yang mendukung fitur tersebut.

Sistem Pendingin dan Suhu Permukaan

Untuk menjaga performa, Lenovo menggunakan sistem pendingin Legion Coldfront dengan teknologi Hyper Chamber. Sistem ini memanfaatkan vapor chamber yang disebut memiliki kapasitas 250 watt, serta ruang tambahan untuk membantu menyerap dan menyebarkan panas dari CPU dan GPU.

Kecepatan kipas dapat menyesuaikan dengan suhu perangkat. Dalam pengujian suhu permukaan menggunakan kamera termal, titik terpanas tercatat sekitar 54,1 derajat Celsius. Area tombol WASD berada di kisaran 43,5 derajat Celsius.

Reviewer menilai area keyboard masih dapat digunakan, meski terasa hangat ketika laptop menjalani pengujian berat. Pada mode Performance, kipas terdengar cukup kencang. Penggunaan headset disarankan dalam ulasan ketika bermain game berat agar suara kipas tidak terlalu mengganggu.

Baterai, Keyboard, dan Konektivitas

Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 memiliki baterai berkapasitas 80Wh. Dalam pengujian PCMark Modern Office, daya tahan baterai tercatat sekitar tiga jam 30 menit.

Laptop ini menggunakan adaptor daya 400 watt. Reviewer menekankan bahwa untuk memperoleh performa maksimal seperti saat pengujian, perangkat perlu terhubung ke adaptor. Bobot laptop sekitar 2,5 kilogram tanpa charger, sehingga kurang praktis untuk mobilitas harian jika dibandingkan laptop yang lebih tipis dan ringan.

Keyboard-nya mendukung RGB per tombol. Edisi FIFA ini juga memiliki tombol WASD dengan warna berbeda yang mengusung nuansa World Cup 2026. Touchpad berukuran lebar dan dinilai responsif oleh reviewer.

Webcam yang digunakan memiliki resolusi 1440p pada 30 FPS, serta mendukung Windows Studio Effects seperti background effect dan auto framing. Untuk audio, laptop dibekali empat speaker, terdiri dari dua woofer dan dua tweeter, dengan total daya 8 watt dan tuning Nahimic Audio.

Konektivitasnya mencakup Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Port yang disebutkan dalam ulasan antara lain Thunderbolt 4, USB-C dengan dukungan Power Delivery hingga 100 watt, HDMI 2.1, serta Ethernet 2,5Gbps.

Edisi FIFA dengan Desain Khusus

Laptop ini menjalankan Windows 11 dan memiliki aplikasi Legion Space untuk mengatur performa, pencahayaan RGB, serta mengakses pustaka game. Namun, reviewer menyebut tidak menemukan stiker OHS pada unit FIFA Edition yang diuji.

Dari sisi desain, finishing aluminium dengan metode anodizing sand blasting menjadi bagian dari karakter khusus edisi ini. Aksen FIFA World Cup 2026, lampu RGB, dan tombol WASD berwarna pastel membedakannya dari tampilan laptop gaming reguler.

Dalam kesimpulannya, reviewer menyoroti performa CPU dan GPU, layar OLED 240Hz, keyboard, serta kelengkapan port sebagai bagian utama perangkat. Ia juga menilai laptop ini dapat digunakan untuk gaming, editing, rendering, dan hiburan, meski bobot, kebutuhan adaptor besar, daya tahan baterai, dan harga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan calon pembeli.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : DKID Media
RTX 5070 Ti Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 laptop gaming Lenovo Intel Core Ultra 275HX laptop OLED 240Hz