JAKARTA - Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 menjadi laptop gaming edisi khusus yang memadukan desain bertema sepak bola dengan spesifikasi berperforma tinggi. Laptop hasil kemitraan Lenovo dan FIFA World Cup 2026 ini mengandalkan Intel Core Ultra 275HX, Nvidia GeForce RTX 5070 Ti, serta layar OLED 2,5K dengan refresh rate 240Hz.
Dalam ulasan, perangkat ini diuji untuk berbagai kebutuhan, mulai dari benchmark prosesor dan grafis hingga rendering video, pemrosesan AI, serta gaming. Hasilnya menunjukkan bahwa laptop tersebut juga diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan kemampuan komputasi tinggi di luar permainan.
Baca Juga: 5 HP Kamera Terbaik untuk Konser 2026, Zoom Tajam dan Video Stabil
Performa CPU dan GPU Jadi Andalan
Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 menggunakan prosesor Intel Core Ultra 275HX dengan 24 core dan 24 thread. Kecepatan clock-nya dapat mencapai 5,4 GHz. Prosesor ini turut dibekali Intel AI Boost dengan kemampuan NPU hingga 13 TOPS.
Sektor grafis ditangani Nvidia GeForce RTX 5070 Ti Laptop GPU dengan VRAM 12 GB dan TGP hingga 140 watt. GPU dari keluarga RTX 50 Series tersebut mendukung fitur seperti DLSS 4 dan Multi Frame Generation.
Untuk menunjang kinerja, Lenovo memasang RAM DDR5-6400 berkapasitas 32 GB dalam konfigurasi dual-channel. Penyimpanan menggunakan SSD NVMe PCIe Gen 4 berkapasitas 1 TB. Tersedia pula satu slot M.2 tambahan yang dapat dimanfaatkan untuk menambah kapasitas penyimpanan.
Dalam pengujian Cinebench R23 ketika laptop terhubung ke adaptor, skor single-core mencapai 2.214 poin. Sementara itu, skor multi-core berada di kisaran 36.000–38.000 poin.
Reviewer menyebut konsumsi daya CPU dapat mencapai sekitar 200 watt pada skenario tersebut. Suhu prosesor juga sempat menyentuh sekitar 105 derajat Celsius.
Saat adaptor dilepas, skor multi-core turun menjadi sekitar 22.000 poin. Konsumsi daya CPU berada di kisaran 50 watt, dengan suhu yang dilaporkan bergerak dari sekitar 65 hingga 80 derajat Celsius.
Rendering Video 4K Selesai dalam 42 Detik
Kemampuan untuk pekerjaan kreatif menjadi salah satu bagian yang diuji. Dalam pengujian Adobe Premiere menggunakan template yang biasa dipakai reviewer, rendering video 4K selesai dalam 42,15 detik.
Untuk video Full HD, proses render membutuhkan waktu sekitar 25,69 detik. Pada pengujian rendering 3D, proses berbasis CPU selesai dalam 58,62 detik, sedangkan rendering menggunakan GPU membutuhkan sekitar 12 detik.
Pengujian aplikasi perkantoran juga dilakukan. Ekspor PowerPoint berisi 150 slide ke PDF tercatat membutuhkan waktu sekitar delapan detik. Sementara itu, pengolahan data acak di Excel selesai dalam 32 detik.
Pada pengujian pemrosesan AI lokal menggunakan Stable Diffusion, reviewer mencatat waktu sekitar 1,6 detik untuk skenario Juggernaut dan sekitar 0,5 detik untuk Stable Diffusion XL Turbo. Angka tersebut merupakan hasil pada konfigurasi dan skenario pengujian yang digunakan dalam video.
Layar OLED 240Hz untuk Gaming dan Editing
Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 dibekali layar OLED berukuran 16 inci dengan resolusi 2,5K. Panel ini memiliki refresh rate 240Hz dan waktu respons yang diklaim kurang dari 0,5 milidetik.
Layar juga mendukung Dolby Vision dan True Black 1000. Berdasarkan pengukuran yang ditampilkan reviewer, tingkat kecerahan tipikal mencapai sekitar 417 nit. Cakupan warna sRGB berada di sekitar 100 persen, sedangkan cakupan P3 disebut mendekati 100 persen.
Lenovo menyertakan perlindungan untuk membantu mengurangi risiko burn-in pada panel OLED. Sistemnya disebut melakukan pergeseran piksel secara berkala dan penyegaran layar saat perangkat dalam kondisi idle.
Reviewer menilai karakter visual OLED memberikan kontras dalam, warna yang menonjol, dan tampilan hitam yang pekat. Kombinasi spesifikasi tersebut membuat layar dapat digunakan untuk bermain game, menikmati konten hiburan, maupun pekerjaan editing yang membutuhkan perhatian pada warna.
Baca Juga: 5 HP Kamera Terbaik 2026, Ada Zoom 10x hingga Video 8K
Sistem Pendingin dan Daya
Untuk menjaga suhu komponen, Lenovo menggunakan sistem pendingin Legion Coldfront dengan teknologi Hyper Chamber. Sistem ini mengandalkan vapor chamber yang disebut memiliki kapasitas 250 watt, disertai ruang tambahan untuk membantu menyerap dan menyebarkan panas dari CPU serta GPU.
Dalam pengujian suhu permukaan menggunakan kamera termal, titik terpanas tercatat sekitar 54,1 derajat Celsius. Sementara itu, area tombol WASD berada di kisaran 43,5 derajat Celsius.
Reviewer menyebut area keyboard terasa hangat saat laptop menjalani pengujian berat. Kipas pada mode Performance juga terdengar cukup kencang, sehingga penggunaan headset dapat membantu ketika bermain game.
Baterai laptop ini berkapasitas 80Wh. Dalam pengujian PCMark Modern Office, daya tahannya tercatat sekitar tiga jam 30 menit. Adaptor daya yang disertakan memiliki kapasitas 400 watt.
Bobot perangkat sekitar 2,5 kilogram tanpa charger. Dengan ukuran dan kebutuhan daya tersebut, laptop ini lebih ditujukan sebagai alternatif desktop yang masih dapat dipindahkan, bukan perangkat ringan untuk mobilitas harian.
Desain FIFA Edition dan Fitur Pendukung
Edisi khusus ini menggunakan bodi aluminium berwarna Eclipse Black dengan finishing anodizing sand blasting. Aksen FIFA World Cup 2026 terlihat pada bagian penutup layar, sedangkan pencahayaan RGB hadir di bodi dan bagian depan.
Keyboard mendukung RGB per tombol. Tombol WASD mendapat warna khusus bernuansa World Cup 2026, sementara touchpad berukuran lebar dan dinilai responsif oleh reviewer.
Untuk komunikasi, laptop dilengkapi webcam 1440p 30 FPS dan Windows Studio Effects, termasuk fitur latar belakang serta auto framing. Sistem audionya terdiri dari empat speaker, yakni dua woofer dan dua tweeter, dengan total daya 8 watt dan tuning Nahimic Audio.
Konektivitas mencakup Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, Thunderbolt 4, USB-C dengan Power Delivery hingga 100 watt, HDMI 2.1, serta Ethernet 2,5Gbps. Pengaturan performa, RGB, dan pustaka game dapat diakses melalui aplikasi Legion Space.
Reviewer menyebut harga perangkat berada di kisaran Rp60 jutaan, meski angka pastinya tidak terdengar jelas dalam transkrip. Dengan spesifikasi dan desain edisi khusus tersebut, laptop ini menyasar pengguna yang membutuhkan performa tinggi untuk gaming dan pekerjaan kreatif, sekaligus tertarik pada perangkat bertema FIFA World Cup 2026.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : DKID Media