JAKARTA - Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 bukan sekadar laptop gaming dengan tampilan bertema sepak bola. Perangkat hasil kemitraan Lenovo dengan FIFA World Cup 2026 ini membawa spesifikasi yang juga ditujukan untuk pekerjaan kreatif, termasuk editing video dan rendering 3D.
Dalam pengujian yang dilakukan reviewer, laptop ini menyelesaikan rendering video 4K di Adobe Premiere dalam 42,15 detik. Perangkat tersebut juga mencatat waktu sekitar 12 detik untuk rendering 3D berbasis GPU. Hasil ini menjadi bagian dari pengujian yang memperlihatkan kemampuan laptop dalam menangani beban kerja selain gaming.
Laptop ini dibekali Intel Core Ultra 275HX, Nvidia GeForce RTX 5070 Ti Laptop GPU, RAM 32 GB, serta layar OLED 16 inci beresolusi 2,5K dengan refresh rate 240Hz.
Baca Juga: 5 HP 5 Jutaan Terbaik 2026, Kamera Setara HP Belasan Juta
Rendering Video dan 3D
Dalam pengujian Adobe Premiere menggunakan template yang biasa dipakai reviewer, proses rendering video 4K selesai dalam waktu 42,15 detik. Sementara itu, rendering video Full HD membutuhkan sekitar 25,69 detik.
Untuk pengolahan grafis tiga dimensi, reviewer membandingkan rendering menggunakan CPU dan GPU. Proses berbasis CPU membutuhkan waktu sekitar 58,62 detik, sedangkan rendering GPU selesai dalam sekitar 12 detik.
Perbedaan waktu tersebut menggambarkan hasil dari skenario pengujian yang digunakan dalam video. Kecepatan rendering pada pekerjaan lain dapat berubah, bergantung pada durasi materi, kompleksitas efek, pengaturan proyek, serta aplikasi yang digunakan.
Laptop ini juga diuji untuk pekerjaan perkantoran. Ekspor PowerPoint berisi 150 slide ke PDF membutuhkan sekitar delapan detik. Sementara itu, pengolahan data acak di Excel selesai dalam 32 detik.
Untuk pemrosesan AI secara lokal, reviewer menggunakan Stable Diffusion. Pengujian yang disebut sebagai Juggernaut membutuhkan sekitar 1,6 detik, sedangkan Stable Diffusion XL Turbo tercatat sekitar 0,5 detik.
Spesifikasi CPU dan GPU
Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 mengandalkan Intel Core Ultra 275HX dengan konfigurasi 24 core dan 24 thread. Prosesor tersebut memiliki kecepatan clock hingga 5,4 GHz dan dilengkapi NPU Intel AI Boost dengan kemampuan hingga 13 TOPS.
Sektor grafis menggunakan Nvidia GeForce RTX 5070 Ti Laptop GPU dengan VRAM 12 GB. TGP GPU disebut mencapai 140 watt. Sebagai bagian dari keluarga RTX 50 Series, perangkat ini mendukung fitur seperti DLSS 4 dan Multi Frame Generation.
Untuk memori, Lenovo menyediakan RAM DDR5-6400 berkapasitas 32 GB dalam konfigurasi dual-channel. Penyimpanan menggunakan SSD NVMe PCIe Gen 4 berkapasitas 1 TB, serta satu slot M.2 tambahan yang masih kosong.
Dalam pengujian kecepatan SSD, reviewer mencatat kecepatan baca mendekati 7.000 MB/s dan kecepatan tulis sekitar 6.400 MB/s.
Hasil Benchmark Prosesor
Performa prosesor diuji menggunakan Cinebench R23. Saat laptop terhubung ke adaptor, skor single-core mencapai 2.214 poin, sedangkan skor multi-core berada di kisaran 36.000–38.000 poin.
Reviewer menyebut konsumsi daya CPU dapat mencapai sekitar 200 watt dalam pengujian tersebut. Suhu prosesor sempat menyentuh sekitar 105 derajat Celsius.
Ketika adaptor dilepas, skor multi-core turun menjadi sekitar 22.000 poin. Konsumsi daya CPU berada di kisaran 50 watt, dengan suhu yang diamati bergerak dari sekitar 65 hingga 80 derajat Celsius.
Pada pengujian kestabilan grafis 3DMark Time Spy, laptop memperoleh hasil 99,2 persen. Reviewer menyebut hasil ini sebagai bagian dari pengujian kestabilan performa GPU. Namun, hasil tersebut tetap berkaitan dengan skenario pengujian tertentu dan bukan jaminan bahwa setiap beban kerja akan menghasilkan kondisi serupa.
Baca Juga: 5 HP Kamera Terbaik untuk Konser 2026, Zoom Tajam dan Video Stabil
Layar OLED untuk Gaming dan Editing
Laptop ini menggunakan layar OLED 16 inci dengan resolusi 2,5K dan refresh rate 240Hz. Waktu responsnya diklaim kurang dari 0,5 milidetik.
Panel mendukung Dolby Vision dan True Black 1000. Berdasarkan pengukuran yang ditampilkan reviewer, kecerahan tipikal mencapai sekitar 417 nit. Cakupan warna sRGB berada di sekitar 100 persen, sedangkan cakupan P3 disebut mendekati 100 persen.
Lenovo juga menyertakan perlindungan untuk membantu mengurangi risiko burn-in. Sistem tersebut disebut melakukan pergeseran piksel secara berkala dan menyegarkan layar saat perangkat dalam kondisi idle.
Karakter OLED dengan kontras tinggi dan warna yang menonjol menjadi bagian dari pengalaman visual yang disorot dalam ulasan. Refresh rate 240Hz juga ditujukan untuk mendukung permainan dengan frame rate tinggi, terutama ketika fitur frame generation digunakan pada game yang kompatibel.
Pendinginan dan Kebutuhan Daya
Untuk menjaga suhu, Lenovo menggunakan sistem Legion Coldfront dengan teknologi Hyper Chamber. Sistem ini mengandalkan vapor chamber yang disebut memiliki kapasitas 250 watt dan ruang tambahan untuk membantu menyerap serta menyebarkan panas dari CPU dan GPU.
Dalam pengujian kamera termal, suhu permukaan tertinggi tercatat sekitar 54,1 derajat Celsius. Area tombol WASD berada di kisaran 43,5 derajat Celsius. Reviewer menyebut kipas pada mode Performance terdengar cukup kencang ketika laptop menjalani beban berat.
Baterainya berkapasitas 80Wh. Dalam pengujian PCMark Modern Office, daya tahan tercatat sekitar tiga jam 30 menit. Laptop menggunakan adaptor daya 400 watt, yang diperlukan untuk mendukung performa tinggi sebagaimana diuji.
Bobot perangkat sekitar 2,5 kilogram tanpa charger. Karena itu, laptop ini lebih mendekati konsep alternatif desktop yang dapat dipindahkan daripada perangkat ringan untuk mobilitas harian.
Desain FIFA World Cup Edition
Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 menggunakan bodi aluminium Eclipse Black dengan finishing anodizing sand blasting. Aksen FIFA World Cup 2026 terlihat pada bagian penutup layar, sedangkan pencahayaan RGB hadir di bodi dan bagian depan.
Keyboard mendukung RGB per tombol, dengan tombol WASD berwarna khusus. Perangkat juga dilengkapi webcam 1440p 30 FPS, empat speaker dengan total daya 8 watt, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, Thunderbolt 4, USB-C dengan Power Delivery hingga 100 watt, HDMI 2.1, serta Ethernet 2,5Gbps.
Harga pastinya tidak terdengar jelas dalam transkrip, tetapi reviewer menyebutnya berada di kisaran Rp60 jutaan. Dengan kombinasi performa rendering, layar OLED 240Hz, dan desain edisi khusus, laptop ini menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat untuk gaming sekaligus pekerjaan kreatif.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : DKID Media