JAKARTA - Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 menjadi laptop gaming edisi khusus yang menggabungkan desain bertema turnamen sepak bola dengan spesifikasi berperforma tinggi. Perangkat hasil kemitraan Lenovo dengan FIFA World Cup 2026 ini membawa prosesor Intel Core Ultra 275HX, GPU Nvidia GeForce RTX 5070 Ti, dan layar OLED 16 inci ber-refresh rate 240Hz.
Dalam ulasan, laptop ini disebut berada di kisaran harga Rp60 jutaan. Reviewer menyoroti performa komputasi, kualitas layar, sistem pendingin, serta desain khusus yang membedakannya dari varian reguler. Meski dirancang sebagai perangkat gaming, laptop ini juga diuji untuk editing video, rendering 3D, pekerjaan Office, dan pemrosesan AI lokal.
Baca Juga: Tablet 5-10 Jutaan Terbaik 2026, Ada iPad hingga Tablet Gaming
Desain Edisi Khusus FIFA World Cup 2026
Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 menggunakan bodi aluminium berwarna Eclipse Black. Bagian penutup layar memiliki aksen FIFA World Cup 2026, sementara pencahayaan RGB hadir pada bodi dan bagian depan.
Finishing bodinya menggunakan metode anodizing sand blasting. Reviewer menyebut permukaan laptop tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari. Ia juga menilai desain edisi khusus ini terlihat menarik tanpa terkesan berlebihan.
Sentuhan khas FIFA terlihat pada keyboard. Laptop ini menggunakan RGB per tombol, sehingga pencahayaan dapat diatur secara individual. Tombol WASD juga diberi warna berbeda dengan nuansa yang dikaitkan dengan World Cup 2026.
Dari sisi dimensi, bobot laptop sekitar 2,5 kilogram tanpa charger. Reviewer menilai perangkat ini cukup berat untuk dibawa setiap hari, misalnya untuk kuliah. Lenovo memosisikannya sebagai alternatif desktop, sehingga laptop ini lebih berorientasi pada performa daripada portabilitas.
Layar OLED 2,5K 240Hz
Salah satu pembaruan utama yang dibahas adalah penggunaan layar OLED. Menurut reviewer, generasi sebelumnya, Legion Pro 7 Gen 9, masih menggunakan panel IPS.
Pada edisi FIFA World Cup 2026, Lenovo memasang layar OLED 16 inci dengan resolusi 2,5K dan refresh rate 240Hz. Waktu responsnya diklaim kurang dari 0,5 milidetik. Layar juga mendukung Dolby Vision dan True Black 1000.
Pengukuran yang ditampilkan dalam video menunjukkan kecerahan tipikal sekitar 417 nit. Cakupan warna sRGB berada di sekitar 100 persen, sedangkan cakupan P3 disebut mendekati 100 persen.
Untuk mengurangi risiko burn-in, Lenovo menyertakan perlindungan berupa pergeseran piksel secara berkala dan penyegaran layar saat perangkat idle. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi dampak gambar statis yang tampil terlalu lama.
Reviewer menilai layar OLED menghadirkan kontras dalam, warna yang menonjol, dan hitam yang pekat. Karakter tersebut mendukung penggunaan untuk gaming, hiburan, maupun editing yang membutuhkan perhatian pada warna.
Spesifikasi dan Hasil Benchmark
Laptop ini ditenagai Intel Core Ultra 275HX dengan 24 core dan 24 thread. Kecepatan clock-nya diklaim mencapai 5,4 GHz. Prosesor juga memiliki NPU Intel AI Boost dengan kemampuan hingga 13 TOPS.
Sektor grafis menggunakan Nvidia GeForce RTX 5070 Ti Laptop GPU dengan VRAM 12 GB dan TGP hingga 140 watt. GPU ini mendukung fitur RTX 50 Series seperti DLSS 4 dan Multi Frame Generation.
Lenovo menyediakan RAM DDR5-6400 berkapasitas 32 GB dalam konfigurasi dual-channel. Penyimpanan menggunakan SSD NVMe PCIe Gen 4 berkapasitas 1 TB, dengan satu slot M.2 tambahan yang masih kosong.
Dalam pengujian Cinebench R23 saat laptop terhubung ke adaptor, skor single-core mencapai 2.214 poin dan multi-core berada di kisaran 36.000–38.000 poin. Reviewer menyebut CPU dapat menarik daya hingga sekitar 200 watt, dengan suhu puncak sekitar 105 derajat Celsius.
Saat adaptor dilepas, skor multi-core turun menjadi sekitar 22.000 poin. Konsumsi daya CPU berada di kisaran 50 watt, sementara suhu yang diamati bergerak dari sekitar 65 hingga 80 derajat Celsius.
Baca Juga: 5 HP 5 Jutaan Terbaik 2026, Kamera Setara HP Belasan Juta
Rendering dan Pengujian Produktivitas
Dalam pengujian Adobe Premiere menggunakan template yang biasa dipakai reviewer, rendering video 4K selesai dalam 42,15 detik. Rendering Full HD membutuhkan sekitar 25,69 detik.
Untuk rendering 3D, proses berbasis CPU memerlukan waktu sekitar 58,62 detik. Sementara itu, rendering menggunakan GPU selesai dalam sekitar 12 detik.
Pengujian aplikasi perkantoran mencatat ekspor PowerPoint berisi 150 slide ke PDF membutuhkan sekitar delapan detik. Pengolahan data acak di Excel selesai dalam 32 detik.
Reviewer juga menguji pemrosesan AI lokal menggunakan Stable Diffusion. Skenario Juggernaut membutuhkan sekitar 1,6 detik, sedangkan Stable Diffusion XL Turbo tercatat sekitar 0,5 detik. Hasil tersebut merupakan pengukuran pada skenario pengujian dalam video dan dapat berbeda pada proyek lain.
Pendinginan, Baterai, dan Konektivitas
Sistem pendingin Legion Coldfront dengan teknologi Hyper Chamber menggunakan vapor chamber yang disebut memiliki kapasitas 250 watt, serta ruang tambahan untuk membantu menyerap dan menyebarkan panas CPU dan GPU.
Dalam pengujian kamera termal, suhu permukaan tertinggi tercatat sekitar 54,1 derajat Celsius. Area tombol WASD berada di kisaran 43,5 derajat Celsius. Reviewer menyebut kipas pada mode Performance cukup kencang ketika laptop menjalani beban berat.
Baterainya berkapasitas 80Wh. Pengujian PCMark Modern Office mencatat daya tahan sekitar tiga jam 30 menit. Adaptor daya yang disertakan memiliki kapasitas 400 watt.
Konektivitas mencakup Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, Thunderbolt 4, USB-C dengan Power Delivery hingga 100 watt, HDMI 2.1, serta Ethernet 2,5Gbps. Laptop juga dilengkapi webcam 1440p 30 FPS dan empat speaker dengan total daya 8 watt.
Dengan harga di kisaran Rp60 jutaan, Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition 2026 menawarkan desain edisi khusus dan spesifikasi untuk gaming serta pekerjaan kreatif. Bobot, kebutuhan adaptor besar, dan daya tahan baterai menjadi beberapa aspek yang perlu diperhitungkan sesuai pola penggunaan.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : DKID Media