MacBook Pro M5 Max Tembus Rp200 Juta, Apa Bedanya dengan MacBook Neo?

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 21:50 WIB
MacBook Pro M5 Max dibanderol mulai sekitar Rp87 juta dan bisa melampaui Rp200 juta. Simak perbedaan spesifikasi lima MacBook terbaru.(Pinterest)
MacBook Pro M5 Max dibanderol mulai sekitar Rp87 juta dan bisa melampaui Rp200 juta. Simak perbedaan spesifikasi lima MacBook terbaru.(Pinterest)

JAKARTA - MacBook terbaru hadir dengan rentang harga yang sangat lebar. Dalam ulasan David, harga perangkat dimulai dari sekitar Rp13 jutaan untuk MacBook Neo hingga lebih dari Rp200 juta untuk konfigurasi tertinggi MacBook Pro M5 Max.

Perbedaan harga tersebut mencerminkan perbedaan spesifikasi dan kebutuhan pengguna. MacBook Neo menyasar aktivitas harian, sedangkan MacBook Pro M5 Max ditujukan untuk pekerjaan yang membutuhkan kapasitas memori dan kemampuan pemrosesan besar.

David membandingkan lima model, yakni MacBook Neo, MacBook Air M5, MacBook Pro M5, MacBook Pro M5 Pro, dan MacBook Pro M5 Max. Ia membahas bukan hanya kecepatan perangkat, tetapi juga layar, port, sistem pendingin, serta alasan pengguna perlu atau tidak perlu memilih seri yang lebih mahal.

Baca Juga: Huawei MatePad Air 2026 Resmi Diulas, Tipis 5,3 mm dengan Baterai 10.100 mAh

MacBook Pro M5 Max, Konfigurasi Tertinggi

MacBook Pro M5 Max disebut memiliki harga awal sekitar Rp87 juta. Untuk konfigurasi tertinggi, harganya dapat melampaui Rp200 juta.

Dalam video, konfigurasi tersebut disebut memiliki RAM 128GB, penyimpanan 8TB, dan layar dengan lapisan nano-texture. Kapasitas memori besar dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang menjalankan pekerjaan dengan kebutuhan data tinggi.

Chip M5 Max membawa jumlah core CPU lebih banyak dibandingkan M5 Pro, sementara jumlah core GPU disebut mencapai dua kali lipat. Bandwidth memori juga meningkat hingga 600GB per detik.

Selain itu, M5 Max memiliki encoder video lebih banyak. David menyinggung kemungkinan pemanfaatannya untuk menjalankan model AI lokal, serta produksi video dengan kebutuhan pemrosesan besar.

Namun, ia menekankan bahwa perangkat ini bukan pilihan yang dibutuhkan semua pengguna. MacBook Pro M5 Max lebih relevan bagi pekerjaan yang nilai waktu dan efisiensinya menjadi pertimbangan utama, terutama ketika proses komputasi berat dilakukan secara rutin.

MacBook Pro M5 Pro untuk Produksi Profesional

Satu tingkat di bawah M5 Max terdapat MacBook Pro M5 Pro, yang dalam ulasan disebut berada di kisaran Rp50 jutaan.

Model ini menawarkan peningkatan CPU dan GPU dibandingkan MacBook Pro M5 standar. Pilihan konfigurasi CPU disebut mencapai 15 atau 18 core, sementara GPU tersedia hingga 16 atau 20 core.

Bandwidth memori mencapai 300GB per detik. Kapasitas RAM dimulai dari 24GB, dengan opsi 48GB atau 64GB. Penyimpanan menggunakan SSD dengan kecepatan yang disebut sekitar dua kali lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya dalam perbandingan.

MacBook Pro M5 Pro juga memiliki tiga port Thunderbolt 5 dan sistem pendingin dengan dua kipas. Menurut David, kemampuan tersebut relevan untuk pekerjaan yang melibatkan banyak proses sekaligus.

Contoh penggunaan yang disebutkan meliputi produksi video profesional, pembuatan aset 3D, iklan, film, pengembangan perangkat lunak, serta simulasi teknik.

Perangkat ini juga tersedia dalam pilihan layar 14 inci dan 16 inci. Dari sisi tampilan luar, perbedaannya tidak terlalu mencolok dibandingkan model Pro lainnya, tetapi peningkatan utama berada pada komponen internal.

Baca Juga: 5 Tablet 2 Jutaan Terbaik 2026, Ada Keyboard hingga Baterai 10.000 mAh

MacBook Pro M5, Peningkatan pada Layar dan Fitur

MacBook Pro M5 standar disebut memiliki harga sekitar Rp37 jutaan. Model ini menggunakan chip M5 dan RAM yang dalam perbandingan disebut sama dengan MacBook Air M5.

Perbedaan yang ditawarkan lebih banyak berada pada fitur pendukung. MacBook Pro M5 memiliki sistem pendingin aktif dengan kipas, penyimpanan awal 1TB, serta port tambahan seperti HDMI dan slot kartu SD.

Layarnya menggunakan panel Mini LED XDR berukuran 14,2 inci dengan refresh rate 120Hz. Kecerahan disebut mencapai 1.000 nits, dan tersedia opsi nano-texture untuk mengurangi pantulan cahaya.

David juga menyoroti kualitas speaker yang dinilai lebih berisi dibandingkan MacBook Air. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang sering memeriksa audio saat menyunting konten.

Meski demikian, ia menyebut model ini bisa terasa tanggung bagi pengguna yang hanya membutuhkan laptop untuk aktivitas kantor. Selisih harga perlu dipertimbangkan dengan manfaat layar, pendinginan, dan konektivitas tambahan.

MacBook Air M5 dan Neo untuk Aktivitas Harian

MacBook Air M5 disebut berada di kisaran Rp25 jutaan. Laptop ini memiliki RAM mulai 16GB, penyimpanan awal 512GB, serta pilihan layar 13 inci dan 15 inci.

Menurut David, MacBook Air dapat menangani beragam pekerjaan, termasuk browsing, aplikasi kantor, pengeditan foto, dan penyuntingan video. Dua port Thunderbolt juga memungkinkan penggunaan monitor eksternal dalam konfigurasi tertentu.

Sementara itu, MacBook Neo berada di kisaran Rp13 jutaan. Perangkat ini menggunakan chip A18 Pro, RAM 8GB, dan pilihan penyimpanan 256GB atau 512GB.

MacBook Neo dinilai cukup untuk pelajar, mahasiswa, pengguna pemula, dan pekerjaan yang belum terlalu kompleks. Namun, RAM serta penyimpanannya tidak dapat ditambah secara internal, sementara jumlah port juga lebih terbatas.

Dalam perbandingan tersebut, MacBook Air menjadi pilihan untuk pengguna yang membutuhkan fleksibilitas lebih luas tanpa harus langsung beralih ke lini Pro.

Memilih Berdasarkan Kebutuhan

Perbandingan lima MacBook tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak hanya berarti peningkatan kecepatan. Pengguna juga membayar fitur seperti layar yang lebih canggih, sistem pendingin aktif, port lebih lengkap, kapasitas memori lebih besar, dan kemampuan grafis yang meningkat.

MacBook Neo dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan dasar, sedangkan MacBook Air M5 mencakup pekerjaan harian yang lebih beragam. MacBook Pro M5 menawarkan fitur tambahan untuk pengguna kreatif, sementara M5 Pro dan M5 Max ditujukan untuk beban kerja yang semakin berat.

David mengingatkan agar pengguna tidak membeli model tertinggi hanya karena spesifikasinya besar. Sebaliknya, memilih model lebih murah juga perlu mempertimbangkan apakah kapasitas dan fiturnya cukup untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : gadgetin
MacBook Neo MacBook Air M5 MacBook Pro M5 MacBook M5 Pro MacBook Pro M5 Max