JAKARTA - MacBook Air M5 dibanderol sekitar Rp25 jutaan dalam ulasan David yang membandingkan lima model MacBook terbaru. Laptop ini berada di antara MacBook Neo sebagai pilihan paling terjangkau dan jajaran MacBook Pro yang menawarkan fitur serta kemampuan pemrosesan lebih tinggi.
Dalam perbandingan tersebut, MacBook Air M5 disebut sebagai perangkat yang dapat memenuhi kebutuhan banyak pengguna. Performa, kapasitas memori, pilihan ukuran layar, dan konektivitasnya membuat laptop ini bisa digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari pekerjaan kantor hingga pengeditan konten.
David mengulas MacBook Neo, MacBook Air M5, MacBook Pro M5, MacBook Pro M5 Pro, dan MacBook Pro M5 Max untuk menunjukkan perbedaan fitur di setiap tingkat harga. Ia juga mengingatkan bahwa pengguna perlu menyesuaikan pilihan dengan jenis pekerjaan, bukan sekadar mengejar spesifikasi tertinggi.
Baca Juga: Huawei MatePad Air 2026 Resmi Diulas, Tipis 5,3 mm dengan Baterai 10.100 mAh
MacBook Air M5 Hadir dengan RAM 16GB
MacBook Air M5 menggunakan chip seri M5 dengan RAM mulai 16GB. Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan MacBook Neo yang hanya memiliki RAM 8GB dan tidak dapat ditingkatkan.
Penyimpanan MacBook Air dalam ulasan dimulai dari 512GB. Sementara itu, MacBook Neo menawarkan pilihan 256GB atau 512GB yang tidak dapat ditambah secara internal.
David menjelaskan bahwa perbedaan performa dapat terasa ketika pengguna membuka banyak aplikasi sekaligus atau mengerjakan proyek penyuntingan yang lebih rumit.
Dalam salah satu skenario yang ditampilkan, kedua laptop digunakan untuk membuka 30 aplikasi. MacBook Neo dan Air masih dapat menjalankan aplikasi tersebut, tetapi MacBook Air terasa lebih cepat dalam merespons.
Perbedaan juga terlihat ketika menggeser timeline proyek video dan melakukan rendering. Menurut reviewer, MacBook Air memiliki kemampuan pemrosesan yang lebih tinggi untuk pekerjaan semacam itu.
Tersedia dalam Ukuran 13 dan 15 Inci
Berbeda dengan MacBook Neo yang hanya tersedia dalam ukuran 13 inci, MacBook Air M5 menawarkan pilihan layar 13 inci dan 15 inci.
Layar MacBook Air mendukung cakupan warna P3, yang memiliki jangkauan warna lebih luas dibandingkan sRGB. Fitur tersebut dapat berguna bagi pengguna yang sering mengedit foto atau video.
Keyboard laptop ini juga sudah dilengkapi lampu latar. Selain itu, trackpad menggunakan sistem Force Touch, fitur yang disebut David kerap mendapat pujian dari pengguna MacBook.
Dari sisi desain, MacBook Air memiliki bodi yang lebih tipis dan bobot sekitar 1,2 kilogram untuk model yang disebut dalam ulasan. Bobot tersebut lebih ringan dibandingkan MacBook Pro M5 yang berada di kisaran 1,5 kilogram lebih.
Karakter tersebut membuat MacBook Air lebih mudah dibawa untuk kegiatan di luar ruangan, kampus, atau kantor.
Thunderbolt dan MagSafe untuk Konektivitas
MacBook Air M5 memiliki dua port Thunderbolt serta konektor MagSafe untuk pengisian daya. Menurut David, Thunderbolt menawarkan kecepatan transfer yang lebih tinggi dibandingkan port USB-C pada MacBook Neo.
Konektivitas tersebut memungkinkan pengguna menghubungkan perangkat berkecepatan tinggi, seperti SSD eksternal, atau menggunakan docking untuk menambah konektor lain.
Dalam ulasan, MacBook Air disebut mendukung penggunaan dua monitor eksternal dalam konfigurasi tertentu. Dengan layar laptop tetap aktif, pengguna dapat membangun pengaturan kerja dengan tiga layar sekaligus.
Sementara itu, MacBook Neo hanya mendukung satu monitor eksternal hingga resolusi 4K 60Hz. Perbedaan ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang bekerja dengan banyak jendela aplikasi atau membutuhkan ruang tampilan lebih luas.
MacBook Air juga dilengkapi MagSafe, sehingga pengisian daya menggunakan konektor khusus. Dua port Thunderbolt tetap dapat dimanfaatkan untuk aksesori atau perangkat lain.
Baca Juga: 5 Tablet 2 Jutaan Terbaik 2026, Ada Keyboard hingga Baterai 10.000 mAh
Performa untuk Editing dan Pekerjaan Kantor
Dalam pengalaman editor yang disampaikan David, MacBook Air mampu membuka proyek After Effects dalam waktu sekitar dua detik. Proyek tersebut disebut memiliki banyak layer dan tergolong cukup berat.
Editor yang sama juga menyebut pengalaman bekerja terasa mulus. David menambahkan bahwa MacBook Air dapat menangani berbagai kebutuhan, termasuk pekerjaan kantor, pengeditan foto, dan penyuntingan video.
Meski begitu, performa tetap bergantung pada kompleksitas proyek dan kebutuhan pengguna. Untuk pekerjaan profesional yang melibatkan proses komputasi lebih berat atau berlangsung lama, MacBook Pro dengan sistem pendingin aktif dapat menjadi pertimbangan.
MacBook Air sendiri tidak memiliki kipas pendingin. David menilai efisiensi chip seri M menjadi salah satu alasan perangkat ini dapat menjalankan beragam pekerjaan tanpa sistem pendingin aktif.
Kapan Perlu Memilih MacBook Pro?
MacBook Pro M5 dalam ulasan dibanderol sekitar Rp37 jutaan. Dibandingkan MacBook Air, model tersebut memiliki sistem pendingin aktif, layar Mini LED XDR 120Hz, speaker yang dinilai lebih berisi, serta port tambahan seperti HDMI dan slot kartu SD.
Peningkatan tersebut dapat berguna bagi pengguna yang membutuhkan layar dengan refresh rate lebih tinggi, konektivitas bawaan yang lebih lengkap, atau performa yang lebih stabil saat menjalankan pekerjaan berat dalam waktu lama.
Sementara itu, MacBook Pro M5 Pro dan M5 Max menawarkan peningkatan kemampuan pemrosesan, memori, serta konektivitas untuk pekerjaan profesional yang lebih kompleks.
David menilai MacBook Air dapat mewakili kebutuhan banyak pengguna yang menginginkan laptop Apple serbaguna. Namun, pemilihan model tetap perlu mempertimbangkan kapasitas penyimpanan, beban kerja, kebutuhan monitor, dan anggaran.
Dengan harga sekitar Rp25 jutaan dalam ulasan, MacBook Air M5 menempati posisi di antara Neo yang lebih terjangkau dan lini Pro yang menawarkan fitur lebih khusus.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : gadgetin