JAKARTA - Rekomendasi HP 2026 dari berbagai rentang harga menjadi sorotan dalam video spesial pertengahan tahun kanal YouTube Gadgetin. David mengulas ponsel yang masih tersedia dalam kondisi baru dan resmi di pasaran, mulai dari kelas Rp1,5 jutaan hingga lebih dari Rp20 juta.
Berbeda dari format rekomendasi sebelumnya, pemilihan kali ini tidak hanya dibatasi pada HP yang pernah dicoba langsung. David juga memantau sejumlah toko daring, kemudian memilah produk berdasarkan kategori harga, spesifikasi, dan pengalaman penggunaan.
Menurut David, perubahan harga komponen membuat calon pembeli perlu menyesuaikan ekspektasi terhadap ponsel di setiap kelas. Ia juga menjelaskan bahwa mayoritas nominasi menggunakan varian RAM dan penyimpanan paling rendah karena menambah kapasitas saja dinilai belum tentu sepadan dengan biaya tambahan.
Pilihan yang disampaikan merupakan pendapat pribadi David. Ia mengakui kemungkinan ada produk yang terlewat dari pemantauan pasar.
Baca Juga: 17 Sekolah dan 5 ILP di Kota Blitar Tak Terima MBG, SPPG Cik Ditiro Disuspend Usai Siswa Keluhkan Mu
HP di Bawah Rp2 Juta: Samsung Galaxy A07 Jadi Pilihan
Untuk kategori Rp1 juta hingga Rp1,5 juta, David tidak menemukan ponsel baru resmi yang cukup meyakinkan untuk direkomendasikan. Menurut pantauannya, hasil pencarian pada rentang tersebut banyak mengarah ke ponsel bekas, produk yang tidak dikenal, atau toko dengan reputasi yang meragukan.
Pada kelas Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, David memilih Samsung Galaxy A07. Ponsel ini disebut menggunakan MediaTek Helio G99 dengan fabrikasi 6 nm, RAM 4 GB, dan penyimpanan 64 GB UFS.
Samsung Galaxy A07 juga dibekali layar HD, baterai 5.000 mAh, serta kamera utama 50 MP. Fitur IP54 disebut memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air.
Salah satu hal yang disorot David adalah dukungan perangkat lunak. Dalam video, ia menyebut janji enam kali pembaruan sistem operasi dan enam tahun pembaruan keamanan.
Meski demikian, Galaxy A07 tidak memiliki NFC. David juga menyinggung kenaikan harga dibandingkan saat ponsel tersebut pertama kali diluncurkan.
Pada rentang Rp2 juta hingga Rp2,5 juta, David menilai belum ada model yang benar-benar menonjol untuk direkomendasikan kepada banyak orang. Ia menyebut Advan X1 sebagai pilihan yang menarik bagi pengguna yang memprioritaskan spesifikasi, terutama RAM 8 GB, layar Full HD, Helio G100, dan penyimpanan 128 GB UFS.
Namun, ia turut menyoroti keterbatasan perangkat lunak Advan X1, termasuk Android yang disebut mentok di versi 14 tanpa jaminan pembaruan lanjutan. Kualitas mikrofon, speaker, dan visibilitas layar di luar ruangan juga menjadi catatan.
Kelas Rp2,5 Juta hingga Rp4 Juta Mulai Menawarkan Lebih Banyak Fitur
Memasuki rentang Rp2,5 juta hingga Rp3 juta, David memilih Redmi Note 15 4G dan Itel S26 Ultra.
Redmi Note 15 4G disebut membawa layar AMOLED 120 Hz, baterai 6.000 mAh, kamera 108 MP, serta prosesor Helio G100. Ponsel ini juga memiliki NFC dan disebut mendapat dukungan pembaruan OS hingga empat tahun.
Sementara itu, Itel S26 Ultra menawarkan layar 1,5K dengan refresh rate 144 Hz, Gorilla Glass 7i, dan RAM 8 GB. David menilai spesifikasinya menarik, meski mengakui sebagian pengguna mungkin kurang cocok dengan merek maupun identitas desainnya.
Untuk kategori Rp3 juta hingga Rp4 juta, David menyoroti Tecno Pova Curve, Redmi Note 14 Pro 5G, dan Motorola G57 Power. Ketiganya memiliki keunggulan berbeda, mulai dari performa, layar AMOLED, kamera, hingga kapasitas baterai.
David juga mencatat bahwa sejumlah pilihan di rentang ini merupakan model tahun sebelumnya yang masih tersedia dalam kondisi baru.
Baca Juga: Cara Membuat Krim Pengkilap Bodi Motor dari Lilin, Sabun Cuci Piring dan Minyak Goreng
Redmi Note 15 Pro 5G dan Poco X8 Pro Masuk Daftar Pilihan
Pada kelas Rp4 juta hingga Rp5 juta, David menyebut Redmi Note 15 Pro 5G sebagai salah satu favoritnya. Ponsel ini dibekali Dimensity 7400, layar AMOLED 1,5K 144 Hz, kamera 200 MP, baterai 6.500 mAh, RAM 8 GB, serta penyimpanan mulai 256 GB.
Infinix Note 60 juga menjadi pilihan yang dibahas. Menurut David, harganya sekitar Rp500 ribu lebih murah dibandingkan Redmi tersebut, dengan prosesor dan sejumlah spesifikasi yang serupa. Infinix menawarkan bodi metal dan wireless charging, tetapi perlindungan airnya disebut terbatas pada ketahanan terhadap hujan.
Di kelas Rp5 juta hingga Rp6 juta, David menyoroti Poco X8 Pro, Tecno Camon 50 Pro 5G, dan Infinix Note 60 Pro. Poco disebut mengandalkan Dimensity 8500 dan penyimpanan UFS 4.1, sementara Tecno Camon 50 Pro 5G memiliki kamera telefoto khusus.
Infinix Note 60 Pro disebut sebagai ponsel Infinix pertama yang menggunakan chipset Snapdragon, dengan desain unik dan dukungan wireless charging.
Kelas Lebih Tinggi: Fokus pada Fitur Khusus
Pada rentang Rp6 juta hingga Rp8 juta, David membahas Motorola Edge 60 Pro, Xiaomi 15T, Poco X8 Pro Max, dan iQOO 10. Ia menilai pilihan di kelas ini tetap memiliki kompromi, misalnya kapasitas kamera atau perlindungan air.
Untuk kategori Rp8 juta hingga Rp10 juta, David menyoroti Xiaomi 17T dan iQOO 15R. Xiaomi 17T disebut memiliki RAM 12 GB, kamera Leica dengan periskop hingga 5 kali, serta baterai 6.500 mAh. Sementara iQOO 15R mendapat perhatian karena desain ringkas, performa, dan baterai 7.600 mAh.
Pada kelas Rp10 juta hingga Rp15 juta, David membahas OPPO Find X, iQOO 15, Motorola Signature, dan Xiaomi 17T Pro. Ia juga menyinggung ketersediaan stok sejumlah model yang mulai terbatas.
Sementara di kategori Rp15 juta hingga Rp20 juta, pembahasan mencakup iPhone 17, Samsung Galaxy S25, Samsung Ultra, Xiaomi 17 Ultra, OPPO Find X Pro, dan Vivo X300. David mengingatkan calon pembeli agar mencoba langsung perangkat tertentu, terutama jika ukuran dan desain menjadi pertimbangan.
Untuk ponsel di atas Rp20 juta, ia menyoroti perangkat flagship serta ponsel lipat. Pengguna ponsel lipat, menurut David, perlu memahami karakteristik daya tahan layar dan mempertimbangkan ekosistem perangkat yang digunakan.
Sumber : gadgetin