JAKARTA - Rekomendasi HP 2026 dari Gadgetin memberikan gambaran mengenai pilihan ponsel berdasarkan rentang harga, mulai dari Rp1,5 juta hingga lebih dari Rp20 juta. Dalam video khusus pertengahan 2026, David membahas sejumlah perangkat yang dijual secara resmi di Indonesia, sekaligus menjelaskan fitur dan kompromi yang perlu diperhatikan di setiap kelas harga.
David menyebut rekomendasi tersebut disusun berdasarkan pemantauan toko, spesifikasi, serta pengalaman menggunakan perangkat. Ia juga mengakui pilihan yang disampaikan bersifat personal dan tidak menutup kemungkinan ada ponsel lain yang terlewat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perubahan ekspektasi konsumen. Kenaikan harga komponen turut memengaruhi harga ponsel, sehingga fitur yang bisa didapatkan pada satu rentang harga belum tentu sama seperti sebelumnya.
Baca Juga: 17 Sekolah dan 5 ILP di Kota Blitar Tak Terima MBG, SPPG Cik Ditiro Disuspend Usai Siswa Keluhkan Mu
HP Rp1,5 Juta hingga Rp3 Juta: Pilihan dan Kompromi
Pada rentang Rp1 juta hingga Rp1,5 juta, David mengaku belum menemukan ponsel baru yang cukup meyakinkan dari toko besar dan tepercaya. Sejumlah hasil pencarian justru mengarah ke perangkat bekas, merek yang kurang dikenal, atau toko yang dinilai mencurigakan.
Untuk kisaran Rp1,5 juta sampai Rp2 juta, Samsung Galaxy A07 menjadi pilihannya. Ponsel ini menggunakan Helio G99 dengan fabrikasi 6 nanometer, RAM 4 GB, penyimpanan 64 GB UFS, serta baterai 5.000 mAh. Perangkat tersebut juga membawa kamera utama 50 MP dan sertifikasi IP54.
Galaxy A07 disebut mendukung pembaruan sistem operasi hingga enam kali serta pembaruan keamanan selama enam tahun. Namun, ponsel ini tidak dilengkapi NFC. David juga menyinggung bahwa harga perangkat tersebut telah meningkat dibandingkan harga peluncurannya yang berada di kisaran Rp1,3 juta.
Memasuki rentang Rp2 juta hingga Rp2,5 juta, David menilai pilihan terasa tanggung. Advan X1 menjadi salah satu perangkat yang menarik perhatiannya karena menawarkan RAM 8 GB, layar Full HD, Helio G100, penyimpanan 128 GB UFS, serta NFC.
Meski demikian, Advan X1 memiliki sejumlah kompromi. David menyoroti sistem operasi Dido OS yang berbasis Android hingga versi 14, tanpa jaminan pembaruan yang jelas. Kualitas mikrofon, speaker, dan kecerahan layar di luar ruangan juga disebut belum sebaik beberapa pesaingnya.
Di rentang Rp2,5 juta hingga Rp3 juta, Redmi Note 15 4G hadir dengan layar AMOLED melengkung 120 Hz, baterai 6.000 mAh, kamera 108 MP, Helio G100, RAM 6 GB, dan penyimpanan 128 GB UFS. Ponsel ini juga mendukung NFC serta ketahanan terhadap air dalam kondisi tertentu.
Alternatif lain yang dibahas adalah Itel S26 Ultra. Perangkat ini membawa layar 1.5K dengan refresh rate 144 Hz, Gorilla Glass 7i, dan RAM 8 GB. David turut menyebut beberapa model lain, termasuk ponsel dengan baterai 8.000 mAh, Samsung Galaxy A17, serta Nubia Focus 2 5G. Detail beberapa nama dan spesifikasi dalam pembahasan tersebut perlu dicermati karena transkrip tidak seluruhnya terdengar jelas.
Rp3 Juta hingga Rp8 Juta: 5G dan Layar Lebih Beragam
Pada rentang Rp3 juta hingga Rp4 juta, David menyebut pilihan ponsel semakin banyak. Konektivitas 5G, layar AMOLED, RAM 8 GB, kamera ultrawide, dan fitur OIS mulai lebih sering dijumpai. Namun, setiap perangkat tetap memiliki kekurangan.
Tecno Pova Curve menjadi salah satu pilihannya dengan chipset Dimensity 7300, penyimpanan 256 GB, layar AMOLED melengkung, NFC, speaker stereo, dan IR blaster. David juga menyebut dukungan pengisian daya nirkabel. Meski memiliki ketahanan terhadap air, perangkat tersebut bukan untuk direndam.
Redmi Note 14 Pro 5G turut masuk pembahasan. Walaupun merupakan model lebih lama, ponsel ini dinilai masih menarik berkat chipset, layar AMOLED 1.5K, kamera ultrawide, dan ketahanan air. Kekurangannya antara lain baterai 5.100 mAh serta iklan di aplikasi bawaan.
Sementara itu, Motorola G57 Power disebut menawarkan layar Full HD 120 Hz, RAM 8 GB, konektivitas 5G, dan antarmuka Motorola. David menilai performa gimnya berada pada tingkat standar dan menyebut dukungan pembaruan sistem operasi yang terbatas.
Di kelas Rp4 juta hingga Rp5 juta, Redmi Note 15 Pro 5G dibekali Dimensity 7400, layar AMOLED 1.5K 144 Hz, kamera utama 200 MP dengan OIS, kamera ultrawide, baterai 6.500 mAh, serta konfigurasi RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB.
Infinix Note 60 menjadi alternatif yang disebut memiliki chipset dan sejumlah spesifikasi serupa, dengan harga sekitar Rp500 ribu lebih murah menurut pembahasan David. Ponsel ini menawarkan bodi metal dan pengisian daya nirkabel, tetapi ketahanan airnya disebut lebih terbatas.
Untuk kisaran Rp5 juta hingga Rp6 juta, Poco X8 Pro dibahas berkat performa, layar, baterai besar, pengisian daya cepat, serta penyimpanan UFS 4.1. David menyebut perangkat ini mampu menjalankan gim berat pada kisaran 50–60 fps dalam pengujiannya.
Pilihan lain termasuk Tecno Camon 50 Pro 5G yang membawa kamera telefoto, serta Infinix Note 60 Pro dengan bodi metal dan fitur pengisian daya nirkabel. Di kelas Rp6 juta hingga Rp8 juta, David juga membahas beberapa model seperti Xiaomi 15T, Poco X8 Pro Max, dan iQOO 10.
Baca Juga: Cara Membuat Krim Pengkilap Bodi Motor dari Lilin, Sabun Cuci Piring dan Minyak Goreng
Kelas Premium: Performa, Kamera, dan Desain
Pada rentang Rp8 juta hingga Rp10 juta, Xiaomi 17T disebut membawa RAM 12 GB, kamera Leica dengan periskop hingga 5x, baterai 6.500 mAh, dan layar yang dinilai baik oleh David.
iQOO 15R juga masuk pembahasan. Perangkat ini memiliki desain ringkas, bodi kokoh, performa tinggi, dan baterai 7.600 mAh. Namun, konfigurasi kameranya hanya mencakup kamera utama dan ultrawide. David menyarankan calon pembeli memperhatikan varian RAM karena versi 12 GB disebut memiliki selisih harga sekitar Rp1 juta dibandingkan versi 8 GB.
Untuk kelas Rp10 juta hingga Rp15 juta, David menyinggung sejumlah ponsel premium dari OPPO, iQOO, Motorola, dan Xiaomi. Motorola Signature disebut menawarkan perangkat keras dan perangkat lunak mendekati kelas flagship, meski memiliki beberapa keterbatasan, seperti tidak adanya eSIM dan kapasitas penyimpanan dasar 256 GB.
Sementara itu, pada kisaran Rp15 juta hingga Rp20 juta, pilihan yang dibahas mencakup Samsung Galaxy S25 Ultra, Xiaomi 17 Ultra, OPPO Find X Pro, Vivo X300, serta iPhone 17. David juga menyarankan calon pembeli mencoba langsung ponsel berdesain ringkas atau sangat tipis karena bentuk perangkat dapat memengaruhi kenyamanan penggunaan.
Untuk ponsel di atas Rp20 juta, David mengingatkan bahwa perangkat gaming seperti Nubia Red Magic memiliki fokus khusus pada permainan. Sementara itu, ponsel lipat dibahas sebagai perangkat mahal dengan layar yang perlu diperlakukan lebih hati-hati dibandingkan ponsel konvensional.
Pada akhir pembahasan, David mengingatkan bahwa konsumen tidak harus selalu mengganti ponsel ketika model baru hadir. Jika perangkat yang digunakan masih berfungsi dengan baik, mempertahankannya bisa menjadi pilihan sambil menunggu perubahan harga dan spesifikasi di pasar.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : gadgetin