Motor Ojol Mulai Banyak Masalah? Ini Bagian yang Perlu Dicek Sebelum Dipakai Narik Lagi

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 12:25 WIB
gambar ilustrasi non teks Motor ojol mulai bermasalah? Simak bagian yang perlu dicek, dari rem, ban, suspensi, kelistrikan, mesin hingga CVT.
gambar ilustrasi non teks Motor ojol mulai bermasalah? Simak bagian yang perlu dicek, dari rem, ban, suspensi, kelistrikan, mesin hingga CVT.

 JAKARTA - Untuk motor ojol yang dipakai hampir setiap hari, kondisi kendaraan perlu menjadi perhatian utama. Jika mulai muncul masalah pada rem, ban, suspensi, kelistrikan, hingga mesin, pemilik sebaiknya tidak hanya melihat tampilan luar, tetapi melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum kembali digunakan untuk mencari penumpang.

Bagi pengemudi yang membutuhkan kendaraan untuk narik setiap hari, komponen keselamatan seperti rem, ban, dan suspensi perlu diprioritaskan. Sementara jika motor sudah mengalami banyak kerusakan sekaligus, penggantian sejumlah komponen dapat dipertimbangkan agar kendaraan kembali layak digunakan.

Kondisi tersebut terlihat dalam proyek perbaikan sebuah motor ojol berbasis Honda Vario milik seorang pengemudi. Motor yang kondisinya cukup memprihatinkan tersebut mendapat pembenahan mulai dari bodi, kaki-kaki, sistem pengereman, ban, hingga bagian CVT.

Baca Juga: Sound Karnaval di Blitar Dibatasi hingga Pukul 23.00 WIB, Polisi Perketat Izin dan Ambang Kebisingan

Prioritaskan Rem, Ban, dan Suspensi untuk Motor Harian

Jika motor digunakan untuk bekerja setiap hari, komponen yang berkaitan langsung dengan keselamatan sebaiknya menjadi prioritas. Dalam proyek ini, kondisi rem menjadi salah satu masalah yang ditemukan sejak awal.

Master rem kemudian diganti, sementara bagian kaki-kaki juga mendapatkan pembaruan. Ban baru dipasang dan suspensi diganti menggunakan produk DBS.

Langkah tersebut menjadi penting karena motor ojol menghadapi kondisi jalan yang beragam dan digunakan dengan intensitas tinggi. Ban yang sudah tidak layak atau rem yang bermasalah dapat mengganggu keamanan berkendara.

Baca Juga: KTH Bersiap Geruduk Perhutani, Kepastian Kerja Sama Aset di KHDPK Blitar Tak Kunjung Jelas

Kelistrikan dan Mesin Jangan Diabaikan

Selain bagian luar, sistem kelistrikan juga perlu diperiksa ketika motor sering mengalami mati sendiri atau sulit digunakan. Pada Vario tersebut, pemilik sebelumnya mengeluhkan masalah pada stop kontak atau sistem kelistrikan yang terkadang membuat motor mati.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke bagian mesin dan CVT. Saat cover CVT dibuka, ditemukan adanya air yang menetes serta kondisi gasket atau packing yang sudah tidak layak.

Bagian CVT kemudian dibersihkan dan komponen yang diperlukan diganti, termasuk panbell. Setelah pengerjaan selesai, kondisi CVT disebut kembali lebih baik dan motor dapat digunakan kembali.

Bodi Rusak Bisa Diganti, tetapi Rangka Tetap Harus Diperiksa

Kerusakan pada bodi memang tidak langsung memengaruhi kemampuan motor untuk berjalan, tetapi kondisi fisik kendaraan tetap penting bagi pemilik yang menggunakannya setiap hari.

Dalam proyek ini, bodi lama dilepas dan diganti dengan satu set bodi baru. Spakbor serta beberapa komponen lain juga diganti agar tampilan motor kembali lebih layak.

Baca Juga: Elim Tyu Samba Terpilih Ketua KONI Kota Blitar, Raih 24 Suara

Namun, pemeriksaan tidak berhenti pada bodi. Tim juga menemukan karat pada sejumlah bagian, termasuk rangka dan knalpot. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa motor yang terlihat hanya bermasalah pada tampilan luar bisa saja membutuhkan pemeriksaan lebih jauh.

Kapan Motor Perlu Diperbaiki Total?

Untuk motor yang hanya mengalami satu atau dua masalah, servis pada bagian tertentu mungkin sudah cukup. Namun, ketika kerusakan mulai muncul di banyak bagian sekaligus, pemilik perlu mempertimbangkan pemeriksaan menyeluruh.

Proyek Vario tersebut memperlihatkan pendekatan tersebut. Perbaikan dilakukan bertahap, mulai dari pelepasan bodi, penggantian komponen kaki-kaki dan pengereman, pemeriksaan CVT, hingga pengecekan mesin.

Setelah pengerjaan selesai, motor kemudian diantarkan kembali kepada pemiliknya. Bagi pengemudi, kendaraan tersebut bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga sarana utama untuk bekerja.

Pemilik pun menyebut hasil perbaikan tersebut sebagai dorongan untuk kembali semangat menarik penumpang. Dengan kondisi kendaraan yang sudah diperbarui, motor diharapkan dapat kembali menunjang aktivitas sehari-hari.

Source YouTube Ladislao

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
motor ojol modif motor ojol 2026 modif ojol simak modif motor 2026