44 Bus Surabaya Trenggalek yang Pernah Berjaya, Ada Harapan Jaya hingga Hasti

Rangga Rizki Saputra • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:40 WIB
44 bus Surabaya Trenggalek pernah berjaya di jalur Jawa Timur. Ada Harapan Jaya, Hasti, Akas NR hingga Dahlia Indah.
44 bus Surabaya Trenggalek pernah berjaya di jalur Jawa Timur. Ada Harapan Jaya, Hasti, Akas NR hingga Dahlia Indah.

 

SURABAYA - Bus Surabaya Trenggalek menjadi bagian penting dari sejarah transportasi darat di Jawa Timur. Sebelum banyak perusahaan otobus beralih trayek atau berhenti beroperasi, puluhan PO pernah meramaikan jalur Surabaya menuju Trenggalek dan Tulungagung melalui Kertosono maupun Pare. Dalam sebuah video, tercatat 44 perusahaan otobus yang pernah melayani jalur tersebut dengan masa kejayaan yang berbeda-beda, mulai era 1980-an hingga 1990-an.

Harapan Jaya hingga Pangeran

Salah satu nama yang disebut adalah Harapan Jaya. PO tersebut berdiri pada 1977 dengan modal tiga bus dan awalnya melayani trayek AKDP Surabaya-Kediri-Tulungagung pulang-pergi. Pendiri Harapan Jaya disebut almarhum Harjaya Cahyana.

Ada pula Pangeran yang memiliki trayek ekonomi Surabaya-Trenggalek melalui Kertosono dan Pare. Bus tersebut disebut pernah dikenal cepat pada masanya dan berada dalam satu grup dengan Harapan Jaya.

Baca Juga: Pantai Parangtritis, Liburan Hemat dari Jogja Naik Bus Mikro Rp20 Ribu

Jaya Mulya juga pernah meramaikan jalur Surabaya-Trenggalek melalui Kertosono. PO asal Kediri itu kemudian lebih fokus pada bus pariwisata sebelum akhirnya menghilang dari trayek tersebut.

Sementara Seruni memiliki garasi di Jalan Jakarta, kawasan Stasiun Kalimas, Surabaya. PO ini melayani Surabaya-Trenggalek melalui Kertosono dan disebut pernah mendapat protes dari bus kota karena dapat masuk ke wilayah Kota Surabaya. Seruni kemudian mengalami masalah hingga akhirnya diakuisisi Harapan Jaya secara bertahap pada 2011.

Deretan PO yang Pernah Meramaikan Jalur

Selain nama-nama tersebut, jalur Surabaya-Trenggalek juga pernah dilayani Surya Perdamaian, Surya Kencana, Surya Indah, Tirta Jaya, Hasti, Murni Jaya, Putra Jaya, Restu, Laksana, Sejahtera, dan Akas NR.

Baca Juga: Harga Pleci Monti 4 Agustus 2026, Grosir Rp40 Ribu dan Bustomi Mulai Rp35 Ribu

Hasti disebut pernah menjadi salah satu primadona warga Kediri dan sekitarnya. Trayeknya meliputi Surabaya-Trenggalek melalui Kertosono dan Pare. PO tersebut juga disebut pernah melakukan ekspansi hingga Jakarta, Sumatera, dan Bali.

Murni Jaya yang berasal dari Kediri juga melayani trayek Surabaya-Trenggalek melalui dua jalur tersebut, dengan perjalanan melalui Pare disebut lebih sering dilakukan.

Sementara Akas NR pernah hadir dengan armada ekonomi yang menggunakan mesin belakang. PO tersebut disebut menjadi perintis layanan ATB sekitar 1991-1992 dan kehadirannya membuat persaingan dengan perusahaan otobus lokal semakin ramai.

Dari Kediri hingga Tulungagung

Daftar tersebut juga mencakup Marem Jaya, Rukun Jaya, Tirto Mulyo, Gemilang, Jaya Baru, Sri Jaya, Lina Jaya, Setia Kawan, Sido Gede, Bascoro, Barokah, Rezeki Jaya, Bu Jaya, Sido Mulio, Margo Utomo, Citra Marga, Tirto Agung, Jaya Utama, Cendana, dan Kaseindo.

Sebagian PO tersebut memiliki trayek melalui Kertosono, sementara lainnya lebih sering melewati Pare. Beberapa juga kemudian beralih fokus ke pariwisata, bengkel, atau trayek lain setelah tidak lagi melayani rute tersebut.

Baca Juga: Pantai Parangtritis Bisa Dituju Naik Bus dari Giwangan, Perjalanan Sekitar 1,5 Jam

Lina Jaya, misalnya, pernah melayani trayek patas Surabaya-Tulungagung dengan sejumlah tipe sasis. Setia Kawan juga pernah melayani Surabaya-Kediri-Tulungagung melalui Pare, sebelum trayeknya kemudian dibeli Harapan Jaya.

Bagong hingga Dahlia Indah

Dua nama yang disebut menjelang akhir daftar adalah Bagong dan Setia Jaya. Bagong kini disebut menjadi salah satu pesaing Harapan Jaya di trayek Surabaya-Tulungagung dan Trenggalek. PO tersebut juga disebut baru mengakuisisi Pelita Indah untuk jalur Surabaya-Trenggalek.

Setia Jaya sendiri pernah melayani Surabaya-Tulungagung melalui Pare. PO asal Ngunut tersebut disebut memiliki ciri livery kotak-kotak hijau sebelum kemudian menggunakan livery yang mirip Pangeran.

Baca Juga: Pantai Parangtritis Tetap Ramai, Bus Mikro Jadi Pilihan Menuju Pantai

Nama lainnya adalah Mega Mulia yang disebut pernah melayani Surabaya-Tulungagung. Terakhir, Dahlia Indah disebut pernah melayani trayek Surabaya-Tulungagung melalui Kertosono.

Puluhan nama tersebut menunjukkan panjangnya sejarah persaingan perusahaan otobus di jalur Surabaya, Kediri, Tulungagung, dan Trenggalek. Sebagian masih bertahan melalui trayek lain, sementara sebagian lainnya tinggal menjadi bagian dari cerita transportasi Jawa Timur pada masa lalu.

Editor : Rangga Rizki Saputra
Sumber : @DjodyWhy
bus surabaya suarabaya trenggalek