Si Kulkas Biru Pelita Indah, Dari Raja Balap hingga Bangkit Bersama Harapan Jaya

Rangga Rizki Saputra • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:55 WIB
Si Kulkas Biru Pelita Indah, Dari Raja Balap hingga Bangkit Bersama Harapan Jaya
Si Kulkas Biru Pelita Indah, Dari Raja Balap hingga Bangkit Bersama Harapan Jaya

 

TRENGGALEK - Pelita Indah menjadi salah satu perusahaan otobus yang memiliki sejarah panjang di jalur Surabaya-Trenggalek. Dikenal dengan julukan “Si Kulkas Biru”, PO asal Trenggalek ini pernah menjadi salah satu pesaing kuat Harapan Jaya dan dikenal sebagai “raja balap” di jalur yang terkenal ketat persaingannya. Di sisi lain, ada pula PO Harapan Baru yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Harapan Jaya dan melayani trayek Trenggalek-Banyuwangi.

Pelita Indah Pernah Jadi Raja Jalur Surabaya-Trenggalek

PO Pelita Indah disebut didirikan Hartanto Banji dan berkembang pada era 1980 hingga 1990-an. Identitas perusahaan ini mudah dikenali melalui livery berwarna biru dan merah yang kemudian membuatnya mendapat julukan “Si Kulkas Biru”.

Pada masa kejayaannya, Pelita Indah disebut menjadi rival berat Harapan Jaya setelah PO Sri Lestari tidak lagi menjadi pesaing utama di jalur tersebut. Perusahaan ini bahkan mendapat julukan “raja akuisisi” karena pernah mengambil alih seluruh armada ekonomi beserta trayek milik PO Sri Lestari Tulungagung.

Baca Juga: Harga Pleci Monti 4 Agustus 2026, Grosir Rp40 Ribu dan Bustomi Mulai Rp35 Ribu

Pelita Indah juga disebut pernah membeli armada non-AC milik Pira yang sedang melakukan peremajaan kendaraan. Langkah tersebut membuat jumlah armada dan jaringan layanan perusahaan semakin berkembang.

Masalah Keuangan Mengganggu Peremajaan Armada

Perjalanan Pelita Indah kemudian menghadapi tantangan. Dalam sumber video yang dikutip, kondisi perusahaan disebut terdampak persoalan manajemen dan keuangan sehingga peremajaan armada menjadi kurang optimal.

Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap keberlangsungan operasional. Sejumlah armada Pelita Indah disebut ditarik oleh pihak bank. Beberapa trayeknya juga kemudian berpindah pengelolaan kepada perusahaan lain, termasuk Bagong yang dikenal sebagai pendatang dari Malang.

Baca Juga: Pantai Parangtritis, Liburan Hemat dari Jogja Naik Bus Mikro Rp20 Ribu good

Berkurangnya armada membuat jadwal keberangkatan di Terminal Surodakan Trenggalek disebut menjadi lebih terbatas dan tidak menentu.

Padahal, ketika masih berjaya, Pelita Indah memiliki berbagai armada dengan maupun tanpa AC. Sejumlah armadanya menggunakan bodi seperti New Marco Polo, Discovery, dan Legacy.

Bangkit Bersama Harapan Jaya

Titik perubahan terjadi ketika Pelita Indah mendapat dukungan dari PO Harapan Jaya pada 2021.

Kebangkitan tersebut ditandai dengan hadirnya bus medium bermesin Mercedes-Benz OF917 yang menggunakan bodi All New Tourista dari Karoseri Laksana, Ungaran.

Kehadiran armada baru itu mendapat sambutan dari masyarakat Trenggalek dan penggemar bus. Hubungan Pelita Indah dan Harapan Jaya pun menjadi bagian menarik dari sejarah persaingan perusahaan otobus di jalur tersebut, dari rival kemudian berkembang menjadi hubungan kerja sama.

Baca Juga: Pantai Parangtritis Bisa Dituju Naik Bus dari Giwangan, Perjalanan Sekitar 1,5 Jam

Harapan Baru Berasal dari Garasi Harapan Jaya

Selain Pelita Indah, sejarah transportasi Trenggalek juga tidak lepas dari PO Harapan Baru. Perusahaan ini memiliki garasi di Jalan Pahlawan, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.

Harapan Baru disebut memiliki hubungan langsung dengan Harapan Jaya Tulungagung. Pada akhir abad ke-20, Harapan Jaya diketahui memiliki dua garasi, yakni di Tulungagung dan Trenggalek.

Sekitar 2006, muncul rencana pelepasan divisi Trenggalek-Banyuwangi karena Harapan Jaya disebut ingin lebih fokus pada jalur antarkota antarprovinsi.

Baca Juga: Pantai Parangtritis dari Terminal Giwangan, Naik Bus Mikro Cuma Rp20 Ribu

Garasi Trenggalek kemudian diakuisisi PT Bakti Kawan Sejati yang disebut merupakan bagian dari Tentrem Group asal Malang. Pada sekitar 2008 hingga 2009, nama perusahaan kemudian berubah menjadi PO Harapan Baru dengan trayek Trenggalek-Banyuwangi.

Kembali Tambah Armada ATB

Harapan Baru dikenal menggunakan armada non-AC. Penggunaan armada tersebut disebut menyesuaikan permintaan penumpang yang melakukan perjalanan dari Malang menuju wilayah timur.

Sebelum 2010, perusahaan sempat menghadirkan armada AC dengan tarif reguler menggunakan bodi Jupiter dari Karoseri Tentrem.

Pada 2023, Harapan Baru kembali menambah dua armada ATB untuk keberangkatan pagi dari Trenggalek dan Banyuwangi. Penambahan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang bepergian ke Malang untuk menuntut ilmu maupun mencari pekerjaan.

Baca Juga: Pantai Parangtritis Tetap Ramai, Bus Mikro Jadi Pilihan Menuju Pantai

Kisah Pelita Indah dan Harapan Baru menunjukkan bagaimana perusahaan otobus di Trenggalek mengalami perubahan dari masa ke masa. Persaingan, akuisisi, perubahan armada, hingga penyesuaian terhadap kebutuhan penumpang menjadi bagian dari perjalanan panjang transportasi bus di Jawa Timur.

Editor : Rangga Rizki Saputra
Sumber : @satyaadhinugroho
kulkas biru pelita indah harapan jaaya surabaya trenggalek