JAKARTA - Wuling Almaz Hybrid bukan sekadar Almaz facelift. Mobil ini merupakan varian hybrid yang ditempatkan sebagai versi tertinggi dalam keluarga Almaz, sementara Almaz standar dan Almaz RS tetap dipasarkan. Dalam pengujian perjalanan dari Bandung menuju Jakarta, Wuling Almaz Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar 15,1 km per liter.
Pengujian tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai karakter Almaz Hybrid ketika digunakan di berbagai kondisi jalan. Bukan hanya konsumsi BBM, performa mesin, kenyamanan, hingga kemampuan sistem hybrid turut menjadi perhatian.
Performa Hybrid Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu perubahan paling terasa dibandingkan Almaz bermesin bensin adalah respons tenaga. Penguji menilai sistem hybrid membuat karakter mobil lebih condong seperti kendaraan listrik karena motor listrik memberikan dorongan tenaga sejak kecepatan rendah.
Kondisi tersebut membuat akselerasi terasa lebih responsif tanpa harus menunggu turbo membangun tenaga. Penguji bahkan menggambarkan sensasinya lebih mendekati mobil listrik dibandingkan mobil hybrid konvensional.
Almaz Hybrid menggunakan kombinasi mesin bensin dan motor listrik. Sistem tersebut dapat bekerja dalam beberapa pola. Pada kondisi tertentu, mesin dapat berfungsi sebagai generator untuk memasok energi ke baterai, sedangkan pada kecepatan lebih tinggi tenaga mesin dapat diteruskan ke roda.
Karakter tersebut membuat akselerasi di bawah 100 km/jam dinilai menjadi salah satu keunggulan Almaz Hybrid. Penguji menyebut respons mobil terasa cepat dan tenaga tersedia ketika dibutuhkan untuk melakukan manuver.
Nyaman di Jalan, Konsumsi Belum Paling Irit
Selain performa, kenyamanan menjadi bagian yang mendapat penilaian positif. Suspensi disebut terasa lembut ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata. Peredaman kabin juga dinilai baik, termasuk ketika mobil digunakan di jalan tol dengan kecepatan tinggi.
Penguji bahkan menilai tingkat kedap kabin Almaz Hybrid mampu menjadi salah satu kelebihannya dibandingkan beberapa model lain di kelasnya. Suara dari kolong dan angin disebut relatif teredam ketika mobil melaju di jalan tol.
Fitur bantuan berkendara turut membuat perjalanan terasa lebih santai. Almaz Hybrid disebut memiliki adaptive cruise control serta traffic jam assist yang dapat membantu mengikuti kendaraan di depan ketika kondisi lalu lintas padat.
Namun, urusan konsumsi BBM bukan berarti Almaz Hybrid menjadi yang paling irit di kelasnya. Dari pengujian perjalanan Bandung-Jakarta yang disampaikan dalam video, konsumsi yang didapat mencapai 15,1 km per liter.
Angka 15,1 km per liter tersebut merupakan hasil pengujian dalam video, bukan angka konsumsi resmi pabrikan atau hasil pengujian standar NEDC/WLTP. Karena itu, hasil penggunaan sehari-hari dapat berbeda tergantung kondisi jalan, kecepatan, lalu lintas, muatan, dan gaya berkendara.
Penguji juga mengakui konsumsi tersebut belum bisa disebut sangat irit untuk sebuah mobil hybrid. Namun, menurutnya, angka tersebut masih tergolong baik jika dikaitkan dengan performa yang ditawarkan.
Baca Juga: Dokter Mobil Blak-blakan soal Mobil China, Wuling Almaz dan DFSK Glory Disebut Tak Cocok Buat Ngebut
Perubahan Eksterior dan Interior
Secara tampilan, Almaz Hybrid mendapatkan sejumlah pembeda dibandingkan Almaz RS. Aksen yang sebelumnya identik dengan warna merah kini menggunakan nuansa biru, termasuk pada bagian lampu. Logo Hybrid juga menjadi penanda tambahan.
Mobil ini menggunakan pelek berukuran 18 inci. Sementara itu, bagian interior mendapatkan nuansa warna beige yang menurut penguji membuat kabin terasa lebih lega.
Panel instrumen juga berubah menggunakan layar digital berukuran besar. Gear lever mendapatkan desain yang lebih futuristis. Sistem hiburan dan kontrol kendaraan juga memperoleh sejumlah pembaruan antarmuka.
Baca Juga: Kuliner Malam Surabaya: 10 Tempat Makan, Ada yang Buka 24 Jam
Meski begitu, penguji masih menemukan beberapa bagian yang dianggap kurang maksimal. Posisi setir masih hanya dapat diatur tilt tanpa teleskopik. Kursi juga dinilai belum cukup nyaman dan masih menjadi bagian yang seharusnya bisa diperbaiki.
Kontrol AC berbasis layar sentuh turut mendapat catatan. Menurut penguji, keberadaan kontrol manual akan membuat pengoperasian lebih mudah ketika mobil sedang dikendarai.
Pada akhirnya, Wuling Almaz Hybrid menawarkan kombinasi yang cukup menarik antara performa, kenyamanan, teknologi, dan efisiensi. Konsumsi 15,1 km per liter memang belum menjadi angka paling irit untuk sebuah hybrid. Namun, respons motor listrik dan kenyamanan berkendara menjadi daya tarik utama yang membuat karakter Almaz Hybrid terasa berbeda dari Almaz bermesin bensin.
Editor : 'Isyna Mufida Ma Radhita