Google Pixel 10 Pro XL Jadi Andalan Fotografi, tetapi Baterai dan Gaming Masih Lemah

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:40 WIB
Google Pixel 10 Pro XL unggul dalam fotografi, tetapi baterai dan gaming masih tertinggal. Simak kelebihan serta kekurangannya (Pinterest)
Google Pixel 10 Pro XL unggul dalam fotografi, tetapi baterai dan gaming masih tertinggal. Simak kelebihan serta kekurangannya (Pinterest)

JAKARTA - Google Pixel 10 Pro XL menawarkan kemampuan fotografi yang menjadi salah satu daya tarik utama smartphone flagship Google. Perangkat ini menggabungkan kamera berkualitas, layar OLED besar, Android 16, dan fitur kecerdasan buatan Gemini. Namun, berdasarkan pengujian Tech Spurt beberapa bulan setelah peluncuran, Google Pixel 10 Pro XL masih memiliki sejumlah kekurangan, terutama dalam hal daya tahan baterai, performa gaming, dan stabilitas perangkat lunak.

Smartphone ini menggunakan chipset Tensor G5 dan menjanjikan dukungan pembaruan sistem operasi serta keamanan selama tujuh tahun. Meski demikian, sejumlah pesaing menawarkan kemampuan lebih kompetitif dalam beberapa aspek penting, sehingga keunggulan Pixel 10 Pro XL belum sepenuhnya merata.

Baca Juga: 8 HP Harga 2 Jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo dan Kamera 50 MP Jadi Andalan

Desain Premium dengan Bobot 232 Gram

Google Pixel 10 Pro XL hadir dengan bingkai logam yang diapit Gorilla Glass Victus 2 pada bagian depan dan belakang. Material tersebut memberikan kesan premium sekaligus membantu menjaga permukaan perangkat dari goresan.

Dalam pengujian Tech Spurt, bagian depan dan belakang ponsel tetap terlihat baik setelah digunakan selama beberapa minggu tanpa pelindung tambahan. Lapisan matte pada bagian belakang juga membantu mengurangi bekas sidik jari.

Namun, bingkai logam mengilap lebih mudah memperlihatkan noda minyak dari tangan. Sudut modul kamera belakang juga dapat menampung debu dan serat kain yang berasal dari saku.

Bobot perangkat mencapai 232 gram. Ukuran tersebut membuatnya terasa cukup berat ketika digunakan dalam waktu lama. Google memang membekali ponsel ini dengan sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air, sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar, serta fitur pengenalan wajah.

Android 16 dan Gemini Punya Potensi Besar

Salah satu keunggulan Pixel 10 Pro XL adalah dukungan perangkat lunaknya. Smartphone ini menjalankan Android 16 dan dijanjikan mendapatkan pembaruan sistem operasi serta patch keamanan selama tujuh tahun.

Integrasi Gemini turut memperkuat pengalaman penggunaan. Asisten AI tersebut mendukung percakapan melalui Gemini Live dan terintegrasi dengan sejumlah layanan Google, termasuk Gmail dan Docs.

Sayangnya, pengalaman perangkat lunak belum sepenuhnya mulus. Tech Spurt menemukan aplikasi yang terkadang mengalami gangguan atau tertutup secara tiba-tiba. Beberapa masalah bahkan terjadi ketika menggunakan aplikasi buatan Google sendiri.

Fitur Magic Cue yang dirancang untuk memberikan saran berdasarkan konteks aktivitas pengguna juga belum memberikan manfaat nyata bagi pengulas. Fitur tersebut seharusnya dapat menampilkan informasi relevan, misalnya jadwal pertemuan ketika pengguna menerima pesan mengenai rencana makan bersama.

Namun, selama masa pengujian, fitur itu belum terlihat bekerja secara efektif. Dukungan aplikasi pihak ketiga yang belum menyeluruh menjadi salah satu keterbatasan yang disoroti.

Layar OLED 6,8 Inci Nyaman untuk Multimedia

Google menggunakan layar LTPO OLED berukuran 6,8 inci dengan resolusi 1.344 x 2.992 piksel. Panel ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan layar Pixel 9 Pro XL, tetapi menawarkan peningkatan kecerahan puncak.

Menurut Tech Spurt, layar tersebut mampu menampilkan gambar tajam dan tetap mudah dilihat di luar ruangan. Pengguna juga dapat mengaktifkan pengaturan untuk mata sensitif yang meningkatkan frekuensi PWM dimming dari 240 Hz menjadi 480 Hz.

Speaker stereo menghasilkan suara yang cukup seimbang untuk menonton video dan menikmati konten hiburan. Meski demikian, pengulas menemukan gangguan sesekali ketika melakukan streaming audio melalui headphone Bluetooth maupun mengirimkan suara ke speaker eksternal.

Baca Juga: 8 HP Harga 2 Jutaan Terbaik 2026, Ada Vivo Y11D dan Infinix Hot 70

Performa Gaming dan Baterai Belum Kompetitif

Chipset Tensor G5 mampu menjalankan aktivitas harian dengan lancar. Namun, kemampuan gaming menjadi salah satu kelemahan utama perangkat ini.

Saat memainkan Wuthering Waves, Tech Spurt menemukan penurunan frame rate yang tidak konsisten. Permainan dapat berjalan dengan baik dalam sebagian besar situasi, tetapi performanya terkadang merosot hingga satu digit ketika banyak musuh atau objek muncul di layar.

Ponsel juga dapat terasa panas ketika digunakan bermain game dalam waktu lama maupun saat mengoperasikan kamera. Meskipun pengulas belum mengalami perangkat mati akibat panas selama pengujian, kondisi tersebut tetap menjadi catatan bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi.

Dari sisi daya, Pixel 10 Pro XL memiliki baterai 5.200 mAh dengan pengisian kabel 45 watt dan dukungan pengisian nirkabel PixelSnap.

Dalam penggunaan harian yang cukup intensif, pengulas memperoleh waktu layar aktif sekitar lima hingga enam jam. Pada penghujung hari, baterai biasanya tersisa sekitar 18–19 persen, dengan penggunaan kamera dan gaming yang relatif sedikit.

Saat memainkan Wuthering Waves pada pengaturan grafis tinggi, daya tahan baterainya hanya sedikit lebih dari tiga jam. Hasil tersebut sekitar dua jam lebih singkat dibandingkan sejumlah perangkat pesaing dari Oppo dan OnePlus.

Kamera Menjadi Keunggulan Utama Pixel 10 Pro XL

Di tengah kekurangan tersebut, sektor fotografi menjadi alasan utama Pixel 10 Pro XL tetap menarik. Kamera utama 50 megapiksel dengan sensor berukuran 1/1,3 inci mampu menghasilkan foto dengan warna alami, detail tajam, dan noise yang relatif rendah.

Tech Spurt menilai kamera utama dapat diandalkan tanpa membutuhkan banyak pengaturan manual. Hasil foto tetap terlihat seimbang dalam kondisi pencahayaan yang menantang, sedangkan pemotretan objek bergerak cukup konsisten ketika pencahayaan memadai.

Kamera telefoto 48 megapiksel menyediakan pembesaran optik 5x. Hasil foto masih terlihat tajam hingga sekitar 10x zoom, sementara pembesaran digital mencapai 100x dengan bantuan pemrosesan AI. Namun, hasil pembesaran tinggi terkadang memperlihatkan detail yang terlalu tajam akibat pemrosesan digital.

Kamera ultrawide 48 megapiksel melengkapi sistem kamera belakang. Sementara itu, kamera depan 42 megapiksel mendukung kebutuhan swafoto, panggilan video, dan pembuatan konten.

Untuk perekaman video, perangkat ini mendukung resolusi 4K pada 30 fps dan 60 fps. Fitur Video Boost dapat meningkatkan kualitas rekaman hingga resolusi 8K melalui pemrosesan tambahan serta membantu memperbaiki video dalam kondisi minim cahaya. Namun, fitur tersebut harus diaktifkan kembali secara manual ketika aplikasi kamera dibuka ulang.

Secara keseluruhan, Google Pixel 10 Pro XL tetap layak dipertimbangkan oleh pengguna yang mengutamakan kualitas fotografi dan pengalaman Android. Namun, bagi pengguna yang membutuhkan baterai tahan lama dan performa gaming stabil, sejumlah kekurangannya perlu menjadi pertimbangan sebelum membeli.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Tech Spurt
Android 16 Google Pixel 10 Pro XL kamera Google Pixel Tensor G5 smartphone flagship