Google Pixel 10 Pro XL Punya Kamera Andal, tetapi Baterai dan Gaming Mengecewakan

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:55 WIB
Google Pixel 10 Pro XL unggul dalam fotografi dan dukungan Android 16, tetapi performa gaming dan baterainya masih punya kelemahan (Pinterest)
Google Pixel 10 Pro XL unggul dalam fotografi dan dukungan Android 16, tetapi performa gaming dan baterainya masih punya kelemahan (Pinterest)

JAKARTA - Google Pixel 10 Pro XL menjadi salah satu smartphone flagship yang menarik perhatian berkat kemampuan fotografi dan dukungan perangkat lunak jangka panjang. Meski demikian, Google Pixel 10 Pro XL masih memiliki sejumlah kekurangan yang membuatnya belum sepenuhnya mampu bersaing dengan ponsel premium lainnya, terutama dalam hal daya tahan baterai, performa gaming, dan kestabilan software.

Dalam ulasan Tech Spurt, ponsel ini dinilai mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi dengan warna yang terlihat alami. Kamera utamanya dapat diandalkan untuk berbagai kondisi pemotretan, sementara kamera telefoto memberikan fleksibilitas untuk mengambil gambar dari jarak jauh. Namun, pengalaman menggunakan perangkat ini tidak selalu mulus ketika dipakai untuk aktivitas berat.

Baca Juga: 5 HP Harga 4 Jutaan Terbaik 2026, Ada Layar AMOLED 144 Hz dan Baterai Jumbo

Desain Kokoh dengan Layar Berukuran Besar

Google Pixel 10 Pro XL hadir dengan bobot sekitar 232 gram. Perangkat ini menggunakan bingkai logam serta Gorilla Glass Victus 2 pada bagian depan dan belakang. Lapisan matte di sisi belakang membantu mengurangi tampilan bekas sidik jari, sedangkan bingkai perak yang mengilap lebih mudah terlihat kotor akibat minyak dari tangan.

Modul kamera belakang juga memiliki sudut yang dapat menampung debu atau serat kain setelah ponsel dimasukkan ke dalam saku. Meski begitu, konstruksi perangkat tetap memberikan kesan premium. Google turut membekalinya dengan sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air.

Pada bagian keamanan, tersedia sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar dan fitur pengenalan wajah. Kombinasi tersebut memberikan beberapa pilihan bagi pengguna untuk membuka perangkat.

Layarnya menggunakan panel LTPO OLED berukuran 6,8 inci dengan resolusi 1.344 x 2.992 piksel. Tingkat kecerahan puncaknya sedikit meningkat dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga layar tetap mudah dibaca ketika digunakan di luar ruangan. Google juga menyediakan opsi untuk pengguna yang sensitif terhadap kedipan layar dengan meningkatkan frekuensi PWM dari 240 Hz menjadi 480 Hz.

Android 16 Didukung Pembaruan Tujuh Tahun

Salah satu nilai jual Google Pixel 10 Pro XL terletak pada dukungan perangkat lunaknya. Smartphone ini menjalankan Android 16 dan dijanjikan menerima pembaruan sistem operasi serta keamanan selama tujuh tahun.

Integrasi Gemini juga menjadi bagian penting dari pengalaman penggunaan. Asisten AI tersebut dapat membantu berbagai aktivitas, termasuk penggunaan layanan Google seperti Gmail dan Docs. Pengguna juga dapat memanfaatkan Gemini Live melalui akses uji coba Google AI Pro yang disebutkan dalam ulasan.

Namun, tidak semua fitur perangkat lunak bekerja sesuai harapan. Tech Spurt menemukan beberapa aplikasi terkadang mengalami crash atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Gangguan tersebut bahkan sesekali terjadi pada aplikasi bawaan Google.

Fitur Magic Cue juga belum memberikan manfaat yang terasa selama beberapa bulan pemakaian pengulas. Fitur ini dirancang untuk memperkirakan kebutuhan pengguna berdasarkan konteks, tetapi penerapannya dinilai belum efektif.

Masalah konektivitas turut muncul sesekali. Streaming audio melalui Bluetooth dapat mengalami gangguan pada satu atau dua menit pertama, sedangkan pengiriman suara ke perangkat Sonos terkadang terputus.

Performa Harian Lancar, Gaming Masih Bermasalah

Google Pixel 10 Pro XL menggunakan chipset Tensor G5. Untuk aktivitas sehari-hari, performanya dinilai cukup lancar ketika menjalankan aplikasi dan berpindah antarmenu.

Kondisi berbeda terlihat saat perangkat digunakan bermain game berat. Dalam pengujian Wuthering Waves, frame rate terkadang turun secara drastis hingga satu digit, terutama ketika banyak musuh muncul di layar. Penurunan performa tersebut membuat pengalaman bermain kurang konsisten.

Suhu perangkat juga dapat meningkat ketika digunakan untuk gaming dalam waktu lama maupun saat kamera bekerja. Walaupun pengulas tidak mengalami ponsel mati akibat panas selama pengujian, temperatur perangkat tetap menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Karena itu, Pixel 10 Pro XL lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan kamera, konsumsi konten, dan aktivitas harian dibandingkan gamer yang membutuhkan performa stabil dalam sesi permainan panjang.

Baterai 5.200 mAh Belum Memuaskan

Google membekali ponsel ini dengan baterai berkapasitas 5.200 mAh, pengisian daya kabel 45 watt, serta dukungan pengisian nirkabel PixelSnap.

Dalam penggunaan yang cukup intensif, Tech Spurt mencatat waktu layar aktif sekitar lima hingga enam jam. Setelah menjalani hari tersebut, baterai masih tersisa sekitar 18–19 persen. Hasil ini diperoleh dengan penggunaan kamera dan gaming yang relatif sedikit.

Ketika digunakan memainkan Wuthering Waves pada pengaturan grafis tinggi, daya tahan baterai hanya sedikit lebih dari tiga jam. Menurut pengulas, hasil itu sekitar dua jam lebih singkat dibandingkan sejumlah perangkat pesaing dari Oppo dan OnePlus.

Dengan hasil tersebut, kapasitas baterai Pixel 10 Pro XL masih dapat menunjang penggunaan harian, tetapi belum menjadi keunggulan utama. Pengguna yang sering bermain game atau menggunakan kamera dalam waktu lama mungkin perlu lebih sering mengisi daya.

Kamera Utama Jadi Alasan untuk Memilih Pixel

Sektor fotografi menjadi bagian paling menonjol dari Google Pixel 10 Pro XL. Kamera utama 50 megapiksel menggunakan sensor berukuran 1/1,3 inci dan mampu menghasilkan gambar dengan warna realistis, detail baik, serta noise yang relatif rendah.

Kualitas foto tetap cukup baik dalam kondisi minim cahaya. Kamera juga dapat menangkap objek bergerak dengan hasil memuaskan ketika pencahayaan mendukung, meskipun foto terkadang terlihat kurang tajam dalam kondisi cahaya yang redup.

Kamera telefoto 48 megapiksel menawarkan pembesaran optik 5x. Hasil pembesaran masih mempertahankan detail yang baik hingga sekitar 10x, sedangkan zoom digital mencapai 100x dengan bantuan AI. Pada tingkat pembesaran tinggi, pemrosesan gambar terkadang membuat hasil terlihat terlalu tajam.

Kamera ultrawide 48 megapiksel melengkapi kamera belakang, sementara kamera depan 42 megapiksel mendukung kebutuhan swafoto dan pembuatan konten.

Untuk video, ponsel ini mampu merekam pada resolusi 4K dengan pilihan 30 fps atau 60 fps. Fitur Video Boost dapat meningkatkan hasil rekaman melalui pemrosesan tambahan, termasuk membantu kualitas video dalam kondisi minim cahaya. Akan tetapi, fitur tersebut harus diaktifkan kembali setiap kali aplikasi kamera dibuka.

Secara keseluruhan, Google Pixel 10 Pro XL tetap menjadi pilihan menarik bagi pencinta fotografi yang menginginkan hasil foto konsisten dan dukungan software panjang. Namun, kelemahan baterai, performa gaming, dan sejumlah gangguan perangkat lunak membuat calon pembeli perlu mempertimbangkan kebutuhan sebelum memilihnya.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Tech Spurt
Android 16 Google Pixel 10 Pro XL Tensor G5 baterai flagship kamera smartphone