JAKARTA - Charger 210 watt biasanya identik dengan smartphone kelas atas yang mendukung teknologi pengisian daya supercepat. Namun, bagaimana jika charger tersebut digunakan untuk mengisi daya HP Rp1 jutaan yang hanya mendukung pengisian 18 watt? Apakah baterai akan rusak, perangkat menjadi panas berlebihan, atau bahkan berisiko meledak? Hasil pengujian menggunakan Poco C40 menunjukkan bahwa smartphone memiliki sistem pengaturan daya yang mampu membatasi arus masuk sesuai kemampuan perangkat. Eksperimen ini sekaligus mengungkap faktor utama yang perlu diperhatikan pengguna untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Pengujian tersebut dilakukan untuk menjawab kekhawatiran pengguna terhadap teknologi fast charging berdaya tinggi. Selain menguji kompatibilitas charger, eksperimen juga mengukur suhu perangkat, perubahan daya selama pengisian, serta pengaruh pendingin tambahan terhadap kecepatan pengisian baterai.
Charger 210 Watt Tidak Memaksa HP Menerima Daya Maksimal
Sebelum melakukan pengujian, penting untuk memahami bahwa angka watt pada charger menunjukkan kemampuan daya maksimal yang dapat disalurkan, bukan daya yang selalu masuk ke smartphone.
Baca Juga: 10 HP Terbaik untuk Multitasking Harga Rp2 Jutaan, Ada Baterai 7.500 mAh
Dalam eksperimen tersebut, charger 210 watt digunakan untuk mengisi baterai Poco C40 yang hanya mendukung pengisian daya 18 watt. Saat pengujian dimulai dengan baterai tersisa 1 persen, daya yang masuk sempat mencapai 18 watt dan sesaat menyentuh 19 watt.
Namun, angka tersebut tidak bertahan lama. Daya kemudian turun ke kisaran 17 watt dan terus menyesuaikan selama proses pengisian.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa smartphone tidak serta-merta menerima seluruh daya yang tersedia dari charger. Sistem pengisian pada perangkat mengatur besaran daya sesuai kemampuan yang didukung.
Setelah pengujian selesai, suhu smartphone tercatat sekitar 35 derajat Celsius. Sementara itu, suhu charger berada di kisaran 26 derajat Celsius pada pengukuran yang dilakukan.
Temuan ini memperlihatkan bahwa penggunaan charger berdaya lebih tinggi tidak otomatis membuat HP menerima daya melebihi batas dukungannya. Meski demikian, pengguna tetap perlu memastikan charger dan kabel memiliki kualitas baik serta kompatibel dengan perangkat.
Mengapa Fast Charging 210 Watt Bisa Mengisi Baterai dengan Cepat?
Pada smartphone yang memang mendukung fast charging berdaya tinggi, proses pengisian tidak berlangsung pada daya maksimal secara terus-menerus.
Pengujian menggunakan perangkat yang mendukung pengisian 210 watt memperlihatkan bahwa daya tinggi hanya bertahan pada tahap awal. Setelah itu, daya mulai turun secara bertahap seiring bertambahnya persentase baterai dan meningkatnya kebutuhan pengendalian suhu.
Pada fase awal pengisian, daya dapat mencapai sekitar 200 watt. Namun, setelah puluhan detik, angkanya turun ke kisaran 140 watt. Ketika baterai semakin penuh, sistem kembali mengurangi daya untuk menjaga proses pengisian tetap terkendali.
Pola tersebut merupakan bagian dari pengelolaan pengisian baterai modern. Kecepatan pengisian biasanya lebih tinggi ketika kapasitas baterai masih rendah, kemudian melambat saat mendekati penuh.
Karena itu, klaim fast charging 210 watt tidak berarti smartphone terus menerima daya sebesar itu dari awal hingga baterai mencapai 100 persen.
Pendingin Tambahan Bisa Mempercepat Pengisian Daya
Eksperimen tersebut juga membandingkan proses pengisian dengan dan tanpa pendingin tambahan. Perangkat yang dilengkapi pendingin menunjukkan hasil awal yang relatif serupa, tetapi perbedaan mulai terlihat setelah beberapa menit.
Dalam pengujian, smartphone dengan pendingin menyelesaikan pengisian dari kondisi kosong hingga 100 persen dalam waktu sekitar 8 menit 40 detik. Hasil tersebut sekitar 40 detik lebih cepat dibandingkan pengujian tanpa pendingin.
Temuan ini menunjukkan bahwa suhu dapat memengaruhi kecepatan pengisian, terutama pada perangkat yang mendukung daya sangat tinggi. Ketika suhu meningkat, sistem dapat mengurangi daya untuk menjaga kondisi perangkat tetap aman.
Namun, hasil tersebut tidak berarti semua smartphone akan memperoleh peningkatan kecepatan yang sama ketika menggunakan pendingin tambahan.
Panas Jadi Musuh Utama Kesehatan Baterai
Baterai lithium-ion yang digunakan pada banyak smartphone mengalami penurunan kapasitas secara alami seiring waktu dan siklus pemakaian. Panas berlebih dapat mempercepat proses penuaan tersebut.
Karena itu, kebiasaan mengisi daya sambil bermain game berat dapat meningkatkan suhu perangkat, terutama jika game membebani prosesor dan layar secara bersamaan.
Pengguna juga disarankan menghindari meninggalkan smartphone di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari atau meletakkannya di tempat bersuhu tinggi.
Selain menjaga suhu, penggunaan charger dan kabel berkualitas juga penting untuk mendukung pengisian daya yang sesuai dengan spesifikasi perangkat. Charger murah yang tidak jelas kualitasnya sebaiknya dihindari.
Kesimpulannya, charger 210 watt tidak otomatis merusak HP Rp1 jutaan yang hanya mendukung 18 watt. Smartphone akan membatasi daya masuk sesuai kemampuan pengisian yang tersedia. Untuk menjaga baterai tetap awet, pengguna sebaiknya lebih memperhatikan suhu perangkat, menghindari panas berlebihan, dan menggunakan aksesori pengisian daya yang tepercaya.
Editor : Maylanni Diana Fitri