HP Rp1 Jutaan Dicolok Charger 210 Watt, Apakah Bisa Meledak? Ini Hasil Ujinya

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 19:00 WIB
HP Rp1 jutaan dipasangkan charger 210 watt, apakah bisa meledak? Simak hasil pengujian Poco C40 dan cara menjaga baterai tetap awet.(sc youtube)
HP Rp1 jutaan dipasangkan charger 210 watt, apakah bisa meledak? Simak hasil pengujian Poco C40 dan cara menjaga baterai tetap awet.(sc youtube)

JAKARTA - Charger 210 watt dikenal sebagai aksesori pengisian daya supercepat untuk smartphone kelas atas. Namun, penggunaan charger berdaya besar pada HP murah yang hanya mendukung pengisian 18 watt sempat memunculkan pertanyaan, mulai dari risiko kerusakan baterai hingga kemungkinan perangkat meledak. Sebuah eksperimen menggunakan Poco C40 menunjukkan bahwa smartphone dapat membatasi daya yang masuk sesuai kemampuan pengisian perangkat. Pengujian tersebut juga memperlihatkan bahwa suhu menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan baterai, terutama pada smartphone yang mendukung teknologi fast charging berdaya tinggi.

Eksperimen ini dilakukan untuk mengetahui apakah charger dengan daya maksimal jauh di atas kemampuan smartphone bisa membahayakan perangkat. Pengujian turut mengukur konsumsi daya, suhu selama pengisian, serta perbedaan kecepatan pengisian ketika smartphone menggunakan pendingin tambahan.

Daya Charger Besar Tidak Berarti HP Menerima Daya Penuh

Salah satu kesalahpahaman mengenai fast charging adalah anggapan bahwa charger 210 watt akan selalu mengalirkan daya sebesar itu ke perangkat apa pun yang dihubungkan.

Baca Juga: Cari HP Rp3 Jutaan? Ini 10 Rekomendasi HP Terbaik untuk Multitasking dan Aktivitas Harian

Padahal, angka watt pada charger menunjukkan kemampuan daya maksimal yang dapat disediakan. Besarnya daya yang benar-benar diterima smartphone bergantung pada dukungan perangkat dan mekanisme pengisian yang digunakan.

Dalam pengujian tersebut, Poco C40 dengan dukungan pengisian 18 watt dihubungkan ke charger 210 watt ketika baterainya tersisa 1 persen.

Pada detik-detik awal, daya yang masuk mencapai 18 watt dan sempat menyentuh 19 watt selama beberapa saat. Setelah itu, daya turun ke kisaran 17 watt dan kembali menyesuaikan selama proses pengisian berlangsung.

Pengukuran tersebut menunjukkan bahwa Poco C40 tidak langsung menerima seluruh daya yang tersedia dari charger. Sistem pengisian smartphone membatasi daya sesuai kemampuan perangkat.

Pada akhir pengujian, suhu smartphone tercatat sekitar 35 derajat Celsius, sedangkan charger berada di kisaran 26 derajat Celsius saat diukur.

Hasil ini menunjukkan bahwa charger berdaya besar tidak otomatis membuat smartphone menerima daya berlebihan. Namun, pengujian satu perangkat tidak dapat dijadikan jaminan untuk semua kombinasi charger dan smartphone.

Mengapa Pengisian 210 Watt Tidak Berlangsung Terus-Menerus?

Pada smartphone yang mendukung pengisian supercepat, daya maksimal biasanya hanya digunakan pada fase tertentu. Ketika persentase baterai bertambah dan suhu berubah, sistem akan menyesuaikan besarnya daya yang masuk.

Dalam eksperimen pada smartphone berkemampuan pengisian 210 watt, daya awal tercatat mendekati 200 watt. Setelah sekitar 40 detik, angka tersebut mulai turun ke kisaran 140 watt.

Proses pengisian kemudian berlanjut dengan penyesuaian daya sesuai kondisi baterai. Ketika kapasitas mendekati penuh, kecepatan pengisian umumnya berkurang untuk membantu mengendalikan suhu dan menjaga kondisi baterai.

Dengan demikian, angka 210 watt bukan berarti smartphone menerima daya sebesar itu secara konstan dari baterai kosong hingga penuh.

Teknologi pengisian modern dirancang untuk mengatur proses tersebut. Meski begitu, hasil akhirnya tetap bergantung pada desain perangkat, suhu lingkungan, dan sistem pengelolaan daya masing-masing smartphone.

Pakai Pendingin, Pengisian Bisa Lebih Cepat

Pengujian berikutnya membandingkan proses pengisian menggunakan pendingin tambahan dan tanpa pendingin. Hasilnya, perbedaan kecepatan belum terlalu terlihat pada lima menit pertama.

Namun, setelah beberapa menit, perangkat yang menggunakan pendingin menunjukkan kemajuan pengisian yang lebih cepat.

Dalam pengujian tersebut, baterai berhasil mencapai 100 persen dalam waktu sekitar 8 menit 40 detik. Hasil itu sekitar 40 detik lebih cepat dibandingkan pengisian tanpa pendingin.

Temuan ini memperlihatkan bahwa suhu berpengaruh terhadap pengisian daya berkecepatan tinggi. Ketika perangkat menjadi terlalu panas, sistem dapat menurunkan daya untuk menjaga temperatur tetap terkendali.

Meski demikian, penggunaan pendingin tambahan tidak selalu diperlukan pada smartphone biasa. Manfaatnya lebih relevan pada perangkat yang mendukung pengisian daya sangat tinggi dan memiliki sistem pendinginan yang sesuai.

Cara Menjaga Baterai HP agar Tidak Cepat Rusak

Selain kompatibilitas charger, suhu menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi umur baterai lithium-ion. Panas berlebih dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai seiring waktu.

Pengguna sebaiknya menghindari kebiasaan bermain game berat sambil mengisi daya apabila membuat perangkat menjadi sangat panas. Meletakkan smartphone di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari juga perlu dihindari.

Penggunaan charger dan kabel berkualitas sesuai spesifikasi perangkat tidak kalah penting. Hindari aksesori palsu atau produk yang tidak jelas standar keamanannya.

Kesimpulannya, menggunakan charger 210 watt pada HP Rp1 jutaan yang mendukung pengisian 18 watt tidak otomatis membuat perangkat rusak atau meledak. Smartphone akan menyesuaikan daya masuk berdasarkan kemampuan pengisian yang didukung. Untuk menjaga baterai lebih awet, pengguna perlu mengutamakan aksesori berkualitas dan menghindari panas berlebihan selama penggunaan maupun pengisian daya.

Editor : Maylanni Diana Fitri
HP Rp1 Jutaan Fast Charging baterai HP charger 210 watt Poco C40