Samsung Galaxy Z Fold8 menunjukkan daya tahan baterai yang cukup menjanjikan dalam pengujian penggunaan selama lebih dari satu minggu. Dalam ulasan Nikasius Adi, ponsel lipat tersebut mampu mencatat screen-on time hingga 8 jam 14 menit dengan sisa baterai sekitar 2 persen. Hasil ini menjadi salah satu hal yang paling mengejutkan selama perangkat digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Pengujian tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan baterai. Nikasius juga membagikan pengalamannya menggunakan layar luar, layar utama, kamera, fitur multitasking, hingga beberapa kekurangan yang menurutnya masih perlu diperhatikan.
Baterai Galaxy Z Fold8 Bertahan hingga Malam
Dalam salah satu pengujian, Galaxy Z Fold8 mencatat screen-on time 8 jam 14 menit dengan sisa daya sekitar 2 persen. Aktivitas yang dilakukan mencakup penggunaan WhatsApp, YouTube, Instagram, kamera, hingga pengujian AnTuTu.
Pada hari berikutnya, perangkat memperoleh screen-on time sekitar 6 jam 36 menit dengan sisa baterai 14 persen. Kali ini, penggunaan juga melibatkan permainan Mobile Legends selama kurang lebih satu jam dan menonton Netflix hampir tiga jam.
Berdasarkan pengalamannya, Nikasius tidak lagi harus mengisi daya perangkat pada sore hari seperti kebiasaannya ketika menggunakan generasi sebelumnya. Ia mengaku biasanya baru mengisi baterai menjelang tidur, meskipun hasil tersebut tetap bergantung pada pola pemakaian.
Samsung sendiri membekali Galaxy Z Fold8 dengan baterai berkapasitas 4.800 mAh. Perangkat ini mendukung pengisian daya kabel 45 watt dan pengisian nirkabel. Samsung mengklaim baterainya mampu mendukung pemutaran video hingga 26 jam dalam kondisi pengujian tertentu.
Baca Juga: Melly Lee dan Arbil DA7 Rilis Jangan Pernah Macam Macam, Duet Dangdut Terbaru
Bobot Ringan Membuat Lebih Nyaman Dibawa
Selain baterai, perubahan desain menjadi bagian yang paling dirasakan selama penggunaan. Nikasius menilai Galaxy Z Fold8 lebih nyaman dimasukkan ke saku dan tidak terlalu mengganjal ketika digunakan sambil duduk.
Penilaian tersebut sejalan dengan spesifikasi resmi Samsung yang mencantumkan bobot perangkat sebesar 201 gram. Ketika dibuka, ponsel ini memiliki layar utama 7,6 inci dengan rasio 4:3, sedangkan layar luar berukuran 5,5 inci.
Dalam aktivitas sehari-hari, Nikasius justru lebih sering menggunakan layar luar untuk membalas pesan, membuka media sosial, dan membaca notifikasi. Sementara layar utama lebih banyak dimanfaatkan untuk membaca artikel, mengedit naskah, membuka dokumen, serta menjalankan beberapa aplikasi sekaligus.
Fitur multitasking memungkinkan pengguna menampilkan hingga tiga aplikasi secara bersamaan. Kemampuan tersebut dinilai membantu ketika melakukan riset, misalnya membuka aplikasi belanja dan YouTube dalam satu waktu.
Kamera dan Speaker Belum Memuaskan
Meski menawarkan pengalaman penggunaan yang nyaman, Galaxy Z Fold8 masih memiliki sejumlah catatan. Nikasius menilai hasil foto dan video cukup baik, tetapi belum memberikan kesan istimewa untuk perangkat di kelas harga premium.
Kamera belakangnya terdiri dari kamera utama 50 MP dan ultra-wide 50 MP. Perangkat ini tidak memiliki kamera telefoto khusus, sehingga pengguna yang membutuhkan pembesaran optik perlu mempertimbangkan model Galaxy Z Fold8 Ultra.
Catatan lain muncul ketika kamera digunakan untuk mengambil foto dan merekam video. Menurut pengalaman Nikasius, perangkat terasa lebih cepat hangat ketika menjalankan aktivitas tersebut dibandingkan saat bermain beberapa gim.
Kualitas speaker juga dinilai belum maksimal. Meski sudah menggunakan sistem stereo, suara yang dihasilkan dianggap biasa saja, terutama ketika perangkat dibuka dan digunakan untuk menikmati konten multimedia.
Layar Besar Punya Tantangan Kompatibilitas
Rasio layar utama 4:3 memberikan ruang lebih luas untuk bekerja, tetapi tidak semua aplikasi dapat memanfaatkannya secara optimal. Nikasius mencontohkan TikTok dan Instagram Reels yang masih menyisakan bidang kosong di sisi kiri dan kanan layar.
Ia juga menyoroti engsel perangkat yang cenderung mendorong layar kembali terbuka ketika digunakan dalam posisi setengah terlipat. Untuk menonton tanpa harus memegang ponsel, mode tenda dinilai lebih praktis dibandingkan mode clamshell.
Pilihan untuk Pengguna yang Mengutamakan Produktivitas
Setelah lebih dari satu minggu penggunaan, Nikasius mengaku tidak menyesal memilih Galaxy Z Fold8. Ia bahkan lebih sering menggunakan perangkat tersebut untuk pekerjaan, terutama membaca, mengedit naskah, dan menjalankan beberapa aplikasi.
Menurutnya, Galaxy Z Fold8 cocok bagi pengguna yang mengutamakan perangkat lipat praktis dan nyaman dibawa. Namun, kebutuhan kamera telefoto dan layar utama lebih besar dapat menjadi alasan untuk mempertimbangkan Galaxy Z Fold8 Ultra.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula