SANANWETAN– Taman Keanekaragaman Hayati alias Taman Kehati akhirnya resmi dibuka kemarin (30/11). Ruang terbuka hijau (RTH) yang baru selesai dibangun itu diresmikan langsung oleh Wali Kota Blitar Santoso.
Berlokasi di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, taman yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar itu memiliki luas sekitar 10 ribu meter persegi dan menyimpan berbagai jenis flora. Termasuk sejumlah tanaman langka. Pembukaan Taman Kehati itu ditandai dengan pemotongan tali bunga melati di pintu masuk taman.
Peresmian taman yang menelan anggaran sekitar Rp 5 miliar itu dihadiri jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala SD dan SMP se-Kota Blitar, perwakilan bank sampah, hingga pegiat lingkungan. Keberadaan Taman Kehati diharapkan mampu menjadi daya tarik dan edukasi bagi masyarakat. ”Ya, karena di sini ada beragam jenis flora. Termasuk tanaman langka yang jarang ditemui. Dengan adanya taman ini, masyarakat khususnya generasi muda jadi tahu,” ungkap Wali Kota Blitar Santoso usai meresmikan Taman Kehati kemarin.
Santoso mengungkapkan, persiapan pembukaan Taman Kehati memang cukup lama. Sebab, ada beberapa hal yang perlu disiapkan, salah satunya adalah penanaman tanaman langka serta berbagai jenis flora atau bunga. “Ya, kami sembari menunggu tanaman tumbuh baik dan berbunga. Alhamdulillah, setelah itu kami launching hari ini (kemarin, Red),” terangnya.
Menurut Santoso, terbangunnya Taman Kehati itu tidak sekadar memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga perekonomian masyarakat sekitar. Sebab, sebagian area di Taman Kehati diperuntukkan bagi pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan. ”Memang ini upaya penataan PKL yang berada di sisi utara makam umum. Kami pindahkan ke taman agar makin tertata dan indah. Tidak lagi semrawut di pinggir jalan,” tegasnya.
Santoso mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan, terutama keanekaragaman hayati. Melestarikan tanaman langka demi generasi masa depan. “Mari jaga lingkungan bersama sehingga anak cucu kita bisa menikmati.”
Kepala DLH Kota Blitar Jajuk Indihartati mengungkapkan, Taman Kehati akan membawa dampak positif bagi ekosistem flora dan serangga. Melestarikan tanaman-tanaman yang terancam punah atau sudah jarang ditemui. ”Pun sebagai sarana edukasi, penelitian, ekowisata, dan menambah ruang terbuka hijau di Kota Blitar,” ungkapnya.
Taman Kehati dibangun dalam dua tahap, yakni pada 2021 dan 2022. Kemudian dilakukan penanaman pohon langka serta tanaman bunga sesuai dengan konsep taman. Yakni, berupaya menyeimbangkan ekosistem dan mengantisipasi kepunahan.
Ada sedikitnya 116 jenis tanaman yang terdiri dari pohon keras maupun pelindung dan tanaman hias. Keberadaan sejumlah tanaman atau flora diharapkan mampu mengundang berbagai jenis serangga seperti kupu-kupu hingga lebah. Dengan begitu, keseimbangan ekosistem antara flora dan fauna terjaga.
Jajuk mengatakan, Taman Kehati dibuka untuk umum. Masyarakat bisa masuk untuk menikmati keindahan taman dengan sesuka hati. ”Tidak ada retribusi untuk masuk ke sini. Tujuan kami memang untuk sarana edukasi kepada masyarakat,” tuturnya.
Pada kesempatan itu juga diberikan penghargaan kepada sejumlah pihak atas prestasi di bidang lingkungan. Di antaranya, penghargaan Proklim, Kelurahan Berseri, Sekolah Adiwiyata, pemenang lomba bank sampah, hingga layanan program Si Taat Mening (Evaluasi Penataan Dokumen Lingkungan, Red). Penyerahan penghargaan itu diharapkan mampu memacu semangat untuk lebih baik dan meningkatkan prestasi. (*/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan