Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kesehatan Mental Remaja Semakin Mengkhawatirkan Sesama

M. Subchan Abdullah • Kamis, 14 Desember 2023 | 17:09 WIB
VINY YUNIARTI MUTIA(Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang)vinymutia429@gmail.com
VINY YUNIARTI MUTIA(Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang)vinymutia429@gmail.com

BLITAR-Setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. Peringatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap masalah kesehatan mental yang merupakan bagian penting dari kesehatan seseorang secara keseluruhan. Kesehatan mental diartikan sebagai keadaan seseorang agar mampu mencapai kesejahteraan mental. Kesehatan jiwa merupakan bagian dari kesehatan secara umum dan tidak dapat dipisahkan dari kesehatan jasmani. Gangguan ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani kehidupannya sehari-hari, termasuk aktivitas sosial, pekerjaan, dan hubungan dengan keluarga. Kesehatan mental adalah suatu keadaan mental atau psikologis yang menunjukkan kemampuan seseorang untuk melakukan penyesuaian atau memecahkan masalah yang ada dalam diri sendiri (internal) maupun di lingkungan eksternal (eksternal).

Jenis gangguan kesehatan mental juga dialami remaja usia 10-17 tahun. Depresi ini bisa diakibatkan oleh beberapa hal seperti tekanan bidang akademik, perundungan, faktor keluarga, dan permasalahan ekonomi. Berdasarkan dua tahun terakhir (masa pandemi), didapatkan berbagai macam faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja selama pandemi. Secara keseluruhan, faktor-faktor tersebut antara lain proses belajar daring, pola makan, waktu yang habis untuk menatap layar, konsumsi berita dari media, jenis kelamin, komunikasi dengan orang tua, bentuk keluarga, penggunaan media sosial, isolasi sosial, kerentanan individu, keluarga, sosial remaja, dan tingkat pendidikan. Itu merupakan faktor yang mempengaruhi kesehatan mental remaja. Kondisi ini apabila tidak diatasi tentunya akan menyebabkan hal yang lebih fatal.

Salah satu contoh kasus pernah terjadi di Indonesia pada 17 Oktober 2020, tepatnya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Seorang remaja siswi kelas 2 SMA nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun rumput. Diduga, remaja tersebut mengalami depresi akibat tekanan pembelajaran jarak jauh yang dialaminya. Sebelum meminum racun tersebut, dia sempat mengeluh kepada temannya bahwa mengalami kesulitan dalam mengakses tugas belajar di sekolah akibat sinyal di area rumahnya yang tidak baik. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa anak dan remaja yang mengalami pembatasan aktivitas belajar di rumah adalah kelompok rentan mengalami gangguan kesehatan mental.

Kesehatan mental merupakan kondisi ketika individu memiliki kesejahteraan yang tampak dari dirinya yang mampu menyadari potensinya sendiri, memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup normal. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Adapun beberapa contoh gangguan kesehatan mental yakni hilangnya kemampuan berkonsentrasi, ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan atau rasa bersalah yang obsesif, tampaknya menarik diri dari teman dan lingkaran sosial, sering merasa lelah, energi rendah, kesulitan tidur, tidak mampu mengatasi masalah sehari-hari, paranoia serta delusi dan halusinasi, tidak mampu untuk memahami situasi, kebiasaan merokok dan penggunaan alkohol atau narkoba secara berlebihan, perubahan libido atau hasrat seksual, kemarahan yang berlebihan dan kecenderungan kekerasan, perubahan jam tidur, perubahan motivasi, sering kali merasa tidak berdaya atau putus asa, dan berpikir tentang bunuh diri.

Gejala mental atau tanda-tanda terkait kesehatan fisik terkadang muncul pada penderita gangguan jiwa, seperti sakit perut, sakit punggung, sakit kepala, atau nyeri di bagian tubuh lain yang tidak diketahui penyebabnya. Gangguan kesehatan mental merupakan penyakit yang bisa diobati. Faktanya, sebagian besar penderita gangguan jiwa masih bisa menjalani kehidupan sehari-hari seperti orang normal. Dalam kasus yang lebih buruk, seseorang mungkin memerlukan perawatan khusus di rumah sakit untuk mengatasi kondisinya yang kurang baik. Gangguan depresi adalah gangguan mental yang ditandai dengan kesedihan secara terus-menerus yang dapat menimbulkan perasaan putus asa, tidak berharga, kehilangan motovasi, dan keluhan fisik tanpa sebab yang lebih jelas. Gangguan bipolar adalah penyakit mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang drastis. Psikosis adalah jenis gangguan mental yang serius dapat menyebabkan pikiran dan persepsi tidak normal. Kondisi ini juga ditandai dengan delusi dan halusinasi pada penderitanya.

Gangguan disosiatif adalah gangguan jiwa yang tidak sesuai antara ingatan, identitas, emosi, perilaku, dan persepsi diri. Gangguan jiwa ini juga terbagi menjadi beberapa jenis antara lain gangguan kepribadian paranoid, gangguan kepribadian narsistik, dan gangguan kepribadian ambang. Kesehatan mental mengacu pada perilaku dan kesejahteraan emosional. Kegiatan seperti sekolah atau kuliah yang harus dilakukan secara daring (online) membuat interaksi sosial pada remaja semakin berkurang. Hal itu perlahan akan berdampak pada kondisi psikologis dan mental dari remaja. Gejala awal yang dapat timbul biasanya dimulai dari kebingungan, kecemasan yang berlebih, hingga akhirnya menimbulkan kemarahan yang bahkan kerap kali tidak diketahui penyebab pastinya.

Kondisi ini menimbulkan keinginan untuk mencelakai diri sendiri atau mengakhiri hidup. Adapun upaya yang dapat menjaga kesehatan mental dengan berdiskusi dari hati ke hati kepada anak mengenai kesehatan dan kondisi mentalnya. Ini merupakan langkah awal yang perlu Anda lakukan sebagai orang tua. Jika merasa mengkhawatirkan kesehatan mental anak Anda, mulailah berbicara dengannya. Berbicara dengan anak Anda tentang apa yang mereka rasakan menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian. Anak Anda mungkin juga memerlukan bantuan Anda untuk mendapatkan dukungan profesional cinta dan dukungan. Serta hubungan yang kuat dengan keluarga dan orang-orang tercinta dapat memberikan pengaruh langsung dan positif terhadap kesehatan mental remaja. Cara yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental yaitu melalui kesehatan psikologis dan keterampilan. Kesehatan mental remaja merupakan aspek yang sangat penting bagi remaja. Dengan menjaga kesehatan mental remaja dengan baik, remaja juga dapat menghadapi tantangan hidup dengan baik, menjalin hubungan yang sehat, serta meraih kualitas hidup yang baik dan sehat. Pada saat ini sangat penting bagi remaja, karena kini kebanyakan remaja-remaja yang mengakhiri hidupnya (bunuh diri) karena kesehatan mentalnya terganggu. (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#hari kesehatan mental dunia #gangguan mental #depresi #Kota Blitar