Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bupati Rini Syarifah Serahkan Ratusan Sertifikat BNSP: Peningkatan kompetensi harus menjadi budaya

Mohammad Syafi'uddin • Rabu, 20 Desember 2023 | 01:35 WIB
SEMANGAT:Bupati Rini Syarifah menyerahkan sertifikat BNSP kepada Arimbi Jasmin. Bupati Rini Syarifah,  Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Blitar Tavip Wiyono, dan  jajaran terkait foto
SEMANGAT:Bupati Rini Syarifah menyerahkan sertifikat BNSP kepada Arimbi Jasmin. Bupati Rini Syarifah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Blitar Tavip Wiyono, dan jajaran terkait foto

BLITAR – Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Blitar.

Kemarin (18/12/2023), Bupati Rini Syarifah menyerahkan ratusan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada masyarakat yang selama ini mengikuti pelatihan yang diselenggarakan dengan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) ini.

Dalam sambutannya, Bupati Rini Syarifah mengatakan, Sertifikasi BNSP tidak hanya sebatas pengakuan dari pihak berwenang.

Menurutnya, hal ini adalah langkah strategis menghadapi tantangan zaman dengan lebih kompleks.

“Dunia terus berubah dan tuntutan terhadap kompetensi profesional semakin meningkat. Oleh karena itu, proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi harus menjadi budaya yang diterapkan secara berkelanjutan,"

"Melalui sertifikasi BNSP, kita dapat meraih standar kompetensi yang tinggi dan terus mengasah keterampilan kita sesuai dengan perkembangan terkini,” katanya.

Bupati mengatakan, sertifikasi ini juga memiliki kontribusi pada pembangunan daerah.

Sebab, SDM yang berkualitas dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, dan mewujudkan Kabupaten Blitar yang maju bersama dan sejahtera bersama.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar Tavip Wiyono menuturkan, ada 170 orang penerima sertifikat BNSP.

Mereka memiliki kompetensi yang berbeda-beda. Mulai dari barista, pastry, barbershop, digital marketing, tata kecantikan rambut, tata kecantikan wajah, dan pijat bayi hingga content creator.

“Sertifikat ini sudah diakui secara nasional, makanya ujianya untuk mendapatkanya itu tidak mudah. Harus memenuhi tahapan-tahapan yang harus dilalui dan sudah diakui oleh BNSP,” ujarnya.

Selain penyerahan sertifikat BNSP, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan langsung tunai kepada keluarga penerima manfaat kemiskinan ekstrem.

Di Kabupaten Blitar tercatat 1.450 keluarga penerima manfaat program di 2023. Sebagai informasi, sesuai dengan peraturan undang-undang besaran bantuan yang diberikan Rp 300 ribu per bulan dan diterimakan selama 2 bulan.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengeluarkan BLT DBHCHT. Tak kurang dari 1.819 buruh pabrik rokok menjajadi sasaran BLT DBHCHT. Masing-masing menerima Rp 300 ribu pada November lalu.

Tavip berharap bantuan langsung ini dapat mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Blitar.

“Ini merupakan kolaborasi antara disnaker dan dinsos yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,"

"Dengan berupa bantuan BLT dan pemberian sertifikat BNSP,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar ini.

Sukirin warga Desa Tingal, Kecamatan Garum  bersyukur mendapatkan bantuan langsung tersebut. Pasalnya, dengan bantuan langsung ini dia tidak terlalu kesulitan dalam menghidupi kebutuhan rumah tangganya.  

Hal senada disampaikan Arimbi Jasmin. Penerima sertifikat BNSP ini merasa lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha membuat kue atau pastry.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#tembakau blitar #Kabupaten Blitar #sdm #Kota Blitar #bnsp