Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bupati Blitar Rini Syarifah Optimalisasi Pembangunan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Aditya Yuda Setya Putra • Kamis, 21 Desember 2023 | 18:29 WIB
KERJA CEPAT: Bupati Rini Syarifah (tengah) didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar Dicky Cobandono
KERJA CEPAT: Bupati Rini Syarifah (tengah) didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar Dicky Cobandono

BLITAR - Sebagai bentuk komitmen untuk memajukan dan menyejahterkan Bumi Penataran, berbagai pembangunan fisik dirampungkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar sepanjang tahun ini.

Anggaran ratusan miliar dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan proyek. Tak sekadar mendorong pertumbuhan ekonomi, tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Blitar Rini Syarifah mengatakan, salah satu poin penting dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat Kabupaten Blitar adalah dengan mengungkit sektor ekonomi.

Dia menilai hal ini sulit terwujud jika masyarakat kesulitan dalam mengakses berbagai fasilitas ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga industri di kehidupan sehari-hari.

“Dengan optimalisasi pembangunan, masyarakat bisa memanfaatkan akses ke berbagai fasilitas untuk kepentingan ekonomi dari sektor lainnya,” jelasnya.

Itu sebabnya, sambung Bupati, tahun ini pemkab mengalokasikan anggaran tak sedikit di dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR).

Yakni sekitar Rp 305 miliar. Angka ini digunakan untuk merealisasikan berbagai proyek strategis di masing-masing bidang.

Rinciannya, bidang bina marga dialokasikan sekitar Rp204 miliar, bidang sumber daya air (SDA) sekitar Rp 68 miliar, bidang cipta karya sekitar Rp21 miliar, dan bidang penataan ruang mendapat alokasi sekitar Rp 673 juta.

Perempuan berjilbab ini menambahkan, masyarakat harus memanfaatkan proyek-proyek yang direalisasikan tahun ini secara baik dan berkelanjutan.

Dia juga menyinggung pentingnya kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat berbagai fasilitas yang susah payah dibangun pemerintah pada tahun ini.

“Saling dukung dan menjaga itu penting. Karena proyek-proyek yang ada itu kan untuk masyarakat. Jadi, masyarakat harus punya rasa memiliki. Karena itu juga jadi bagian dalam upaya memajukan Kabupaten Blitar,” pungkasnya.

RAMPUNG DIKERJAKAN: Musala kantor DPRD Kabupaten Blitar jadi salah satu proyek fisik yang diselesaikan oleh Dinas PUPR Kabupaten Blitar di tahun ini
RAMPUNG DIKERJAKAN: Musala kantor DPRD Kabupaten Blitar jadi salah satu proyek fisik yang diselesaikan oleh Dinas PUPR Kabupaten Blitar di tahun ini

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar Dicky Cobandono menerangkan, tugas dinas adalah untuk merealisasikan instruksi pimpinan daerah secara cepat dan efisien.

Terlebih, proyek-proyek fisik yang ditangani oleh dinas PUPR bersentuhan langsung dengan masyarakat. Itu menuntutnya melakukan akselerasi kinerja dinas di sepanjang tahun.

“Instruksi Ibu Bupati jelas. Jadi langsung kami tindak lanjuti, karena pasti bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Dicky menyebut, salah satu proyek besar yang digarap oleh dinas PUPR pada tahun ini adalah pembangunan sabo dam di Kali Bentak yang berlokasi di Desa/Kecamatan Panggungrejo.

Perlu diingat, jembatan penghubung dua desa itu mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir bandang pada tahun lalu.

“Lalu, kami diinstruksikan oleh Ibu Bupati untuk segera melakukan pembangunan sabo dam. Karena keberadaan bangunan penghubung di Kali Bentak ini sangat vital,” tegasnya.

Usai dilakukan berbagai tahapan administratif, pembangunan mulai dilangsungkan pada 7 Juli lalu.

Monitoring dan evaluasi terus digelar oleh dinas hingga pengerjaan dipastikan paripurna pada 13 Desember lalu.

“Alhamdulillah sudah 100 persen. Rampung sebelum batas waktu yang jatuh pada 15 Desember dengan nilai kontrak sekitar Rp 4,9 miliar,” akunya.

Dia berharap keberadaan sabo dam Kali Bentak jadi tulang punggung dalam upaya peningkatan ekonomi di masyarakat sekitar.

Sebab, bangunan dengan panjang 76 meter dan volume 3.776 m3 kubik itu punya dua fungsi utama. Yakni, sebagai akses penghubung-transportasi sekaligus kebutuhan irigasi.

“Dulu hanya mampu mengairi 11 hektare lahan, tapi sekarang sudah bisa mengairi 20 hektare lahan. Ini masih bisa dikembangkan hinga 100 hektare lahan nantinya,"

"Kami berharap pembangunan ini bisa membantu petani untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan ekonomi masyarakat secara umum. Ini upaya kita untuk membangun Kabupaten Blitar menjadi lebih baik,” bebernya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#PUPR #sda #kabupaten blitaer #Bupati Rini Syarifah