Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tiga Tahun Kepemimpinan Mak Rini di Kabupaten Blitar: Membangun dan Terus Perkuat Perekonomian

Agus Muhaimin • Rabu, 27 Desember 2023 | 23:23 WIB
Photo
Photo

BLITAR - Sejak dilantik sebagai Bupati Blitar pada 21 Februari 2021, Rini Syarifah menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan niat tulus ikhlas untuk membangun daerah. Khusunya mewujudkan Kabupaten Blitar yang Mandiri dan Sejahtera Berlandaskan Akhlak Mulia (Baldatun, Thoyyibatun, Warobbun Ghofuur) menjadi visinya.

Visi ini lantas dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (PJMD) tahun 2021-2025. Melalui program-program turunannya, pertumbuhan ekonomi di Bumi Penataran menunjukkan citra positif tiga tahun terakhir. Hanya di 2020 mengalami penurunan yang drastis sebesar -2,29 persen lantaran dampak pandemi Covid-19.

Muntohar(Ketua PGRI Kabupaten Blitar)
Muntohar(Ketua PGRI Kabupaten Blitar)

“Beasiswa pendidikan sangat dibutuhkan. Utamanya untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sehingga anak-anak di Kabupaten Blitar memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang baik."

Perekonomian mulai pulih kembali pada 2021 dengan laju pertumbuhan sebesar 3,02 persen. Kondisi ekonomi tahun berikutnya kian membaik dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,20 persen, atau melampaui target sebesar 4,56 persen. “Capaian ini juga lebih tinggi dibanding rata-rata laju pertumbuhan lima tahun terakhir sebelum terjadinya pandemi Covid-19 yang berada pada kisaran 5,00 - 5,12 persen,” kata Bupati Rini Syarifah.

Foto Kaleidoskop:https://blitarkawentar.jawapos.com/image/detail/3947/kaleidoskoptiga-tahun-mak-rini-memimpin-kabupaten-blitarterus-membangun-dan-memperkuat-perekonomia

Bupati tidak menampik, kondisi ini belum berbanding lurus dengan tingkat kemiskinan di Kabupaten Blitar. Karena itu, beragam upaya dilakukan untuk penguatan ekonomi masyarakat. salah satunya melalui program One Village One Product. “Program ini saya kawal langsung melalui kegiatan sambang desa/kelurahan,” jelasnya.

EDY CAHYONO(Owner Yayasan Rumah Kinasih)
EDY CAHYONO(Owner Yayasan Rumah Kinasih)

"kesehatan yang baik ini terus ditingkatkan. Khususnya bagi kelompok rentan (disabilitas) perlunya penambahan fasilitas posyandu jiwa di setiap puskesmas. Sehingga penanganan terkait kesehatan jiwa tertangani dengan cepat."

Iktiar ini ternyata mambawa dampak pada penurunan persentase penduduk miskin Kabupaten Blitar yang dapat ditekan ke level 8,71 persen. Capaian ini sudah melampaui target tahun terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Blitar periode 2021-2026 sebesar 8,88 persen.

Di sisi lain yang lain, indekss pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Blitar secara umum tumbuh secara konsisten dan semakin membaik. Pada 2023, IPM Kabupaten Blitar mencapai 72,84 atau tumbuh 0,82 persen dibandingkan 2022 sebesar 72,25.

LENI SETYA RAHAYU(Bidan Desa Wonodadi)
LENI SETYA RAHAYU(Bidan Desa Wonodadi)

"Pilihan fasilitas kesehatan semakin banyak dan lebih mudah dengan menggunakan layanan online. Ini sangat membantu dalam mengakses pelayanan kesehatan."

Baca Juga: Bupati Blitar Rini Syarifah Optimalisasi Pembangunan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Pertumbuhan IPM Kabupaten Blitar pada 2023 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2023 Jawa Timur. Rata-rata pertumbuhan per tahun selama 2020-2023 sebesar 0,85 persen (lebih tinggi dari Jawa Timur yang 0,73 persen).

Peningkatan IPM ini didukung beberapa faktor. Di antaranya, usia harapan hidup, harapan lama sekolah, hingga pengeluaran riil per kapita. “Kami akan selalu berusaha untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) ini dengan berbagai program kebijakan. Mulai dari bidang pendidikan kesehatan dan ekonomi,” kata Bupati.

ERIK LISTIADI(pelaku UMKM di Desa Kendalrejo)
ERIK LISTIADI(pelaku UMKM di Desa Kendalrejo)

"Dukungan pemerintah daerah kepada pelaku usaha kecil cukup baik. Selain kemudahaan layanan perizinan juga banyak kegiatan pelatihan dan ketrampilan. Semoga program tersebut bisa berkelanjutan dan semakin sering dilakukan."

Disinggung soal program prioritas 2023, Mak Rini, -sapaannya menyebut ada lima program. Yakni, peningkatan akses pelayanan dasar dan penguatan ketahanan sosial; pengembangan kewirausahaan dan keberdayaan komunitas-komunitas dalam event ekonomi kreatif; pemantapan tata kelola pemerintahan, penguatan BUMD, dan peningkatan pendapatan daerah; peningkatan penyediaan akses sarana prasarana penunjang perekonomian; dan meningkatkan realisasi investasi pada sektor produktif dan pengembangan pasar produk unggulan. Itu sesuai dengan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2023 yang mengusung tema Pembangunan SDM dan Pengembangan Infrastruktur Perekonomian Berbasis Kawasan.

Sayangnya hal itu tidak mudah untuk diwujudkan lantaran kemampuan fiskal daerah yang terbatas. “Oleh karena itu kami selalu berusaha untuk mencari terobosan sumber-sumber pembiayaan pembangunan alternati ke pemerintah pusat. Dan berupaya meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi sumber penerimaan pajak dan retribusi daerah. Tidak ketinggalan membangun kerja sama dan kolaborasi dengan DPRD, pihak swasta, dan stakeholders lainnya,” terang Mak Rini.

IMRON ROSADI(Pengelola Wisata Pantai Serit)
IMRON ROSADI(Pengelola Wisata Pantai Serit)

"Iklim pariwisata sudah membaik. Kami berharap dukungan yang sudah dilakukan pemerintah daerah selama ini terus ditingkatkan, khususnya untuk kepentingan aksesibilitas. Sehingga pariwisata di Kabupaten Blitar semakin maju."

Tahun depan, ada beberapa agenda pembangunan daerah yang menjadi prioritas. Misalnya, pembangunan pansela, penanganan dan pencegahan stunting.

Bupati menjelaskan, saat ini progress pembangunan jalur pantai selatan (pansela) di Kabupaten Blitar telah terbangun sepanjang 22 km dari total panjang trase 62,78 km. Artinya, ada kekurangan 40,78 km yang harus segera dituntaskan agar jalur pansela di Kabupaten Blitar dapat berfungsi secara optimal.

“Pemkab Blitar terus berupaya secara optimal dalam pembangunan pansela ini, terlebih dalam penyusunan RPJPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2025-2045 pembangunan pansela ini menjadi target untuk diselesaikan di periode lima Tahun pertama RPJPD,” ungkapnya.

Sedangkan untuk penanganan stunting, Pemkab Blitar berencana melakukan beberapa pendekatan. Seperti, peningkatan tata kelola data stunting, konvergensi program penanganan stunting dan kemiskinan, Sinergitas seluruh unsur pemerintah dan lembaga masyarakat dalam penanganan stunting.

Mak Rini menambahkan, sektor ekonomi, sumber daya manusia, infrastruktur, dan peningkatan kualitas pelayanan pubil masuk dalam prioritas pembangunan tahun depan. Itu sejalan dengan tema RKPD 2024 Memantapkan Produktivitas Ekonomi yang Berorientasi Ekspor dan Perluasan Pasar melalui Penguatan SDM, Infrastruktur, dan Stabilitas Sosial-Politik.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Rini Syarifah #Kabupaten Blitar #bupati