BLITAR – Tidak terasa 2023 segera berlalu. Berbagai program dan prioritas pembangunan fisik maupun nonfisik sukses terlaksana. Beberapa evaluasi tetap dilaksanakan sebagai cerminan program pembangunan pada 2024 mendatang.
Wakil Wali Kota Blitar Tjutjuk Sunario mengungkapkan, evaluasi menjadi hal penting yang harus dilakukan. Setiap program yang terlaksana wajib diteliti ulang untuk mengetahui bagian yang kurang dan sudah maksimal.
”Seperti halnya soal proyek infrastruktur. Memang ada yang sempat telat, sehingga butuh evaluasi lebih lanjut agar tahun depan tidak terulang. Karena itu, perencanaan harus disiapkan secara sistematis dan sesuai aturan” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (28/12/2023).
Di sisi lain, kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan inovasi program pelayanan harus ditingkatkan. Nah, mewujudkan hal itu, pemkot terus melakukan evaluasi di tataran sumber daya manusia (SDM). Karena SDM yang mumpuni menjadi kunci mewujudkan prestasi.
Baca Juga: Kasus Eksekusi Rumah Milik Sri Fatokah di Kota Biltar Berlanjut di Kepolisian, Begini Perkembangan
Pemkot, jelas Tjutjuk, akan melakukan pemerataan SDM di masing-masing OPD. Jangan sampai terjadi kesenjangan kinerja.
”Sehingga tidak ada di satu OPD yang SDM-nya bagus dan ada yang pas-pasan. Jika itu terjadi kinerjanya bisa tidak seimbang. Makanya penyebaran SDM di masing-masing OPD harus merata,” terangnya.
Sementara itu, sektor perekonomian juga terus dievaluasi. Bumi Bung Karno masih mengandalkan sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa.
Berbagai program untuk mendukung sektor tersebut digulirkan. Satu demi satu investor juga mulai masuk di Kota Blitar.
Beberapa investor yang sudah masuk, seperti investor pabrik rokok dan hotel berbintang. Akan ada dua hotel berbintang yang berdiri di Kota Blitar. Salah satunya adalah Hotel Santika yang hampir rampung pembangunannya.
”Kenapa harus ada hotel berbintang, ya karena kita kota pariwisata. Jadi harus ada hotel untuk pengunjung dan tamu-tamu kita,” ujar Tjutjuk.
Di samping itu, pemkot juga terus mengembangkan sejumlah destinasi wisata yang sudah ada. Seperti Makam Bung Karno (MBK), Istana Gebang, Water Park Sumber Udel, dan Agrowisata Belimbing Karangsari. Sementara ada objek wisata anyar, yakni Masjid Ar-Rahman.
Berbagai upaya untuk menarik wisatawan agar betah berkunjung di Kota Blitar terus ditingkatkan. Salah satunya dengan menggenjot promosi destinasi wisata dan produk unggulan UMKM serta kuliner.
”Khususnya kuliner-kuliner khas dan legendaris di Kota Blitar ini kami promosikan, publikasi, dan viralkan agar makin dikenal orang. Dengan begitu mereka tertarik dan berkunjung ke sini (Kota Blitar),” kata pria berkacamata ini.
Dengan sektor pariwisata tergarap maksimal diharapkan pendapatan asli daerah (PAD) meningkat. Ekonomi masyarakat di sekitarnya ikut tumbuh, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kehadiran hotel berbintang di Bumi Bung Karno diharapkan juga memberikan kenyamanan pengunjung ataupun wisatawan.
Baca Juga: Jalur Wisata di Kota Blitar Rawan Macet, Polres Blitar Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Apabila PAD meningkat, ungkap dia, tentu berimbas pada perekonomian masyarakat. Pembangunan baik fisik maupun nonfisik menjadi lebih maksimal.
”Saat ini PAD kita masih di bawah Rp 200 miliar. Padahal beberapa tahun lalu sempat mencapai Rp 200 miliar. Karena itu, kita harus memacu pertumbuhan UMKM dan perdagangan,” ujarnya.
Kemudian, membuka keran investasi bagi investor yang ingin membangun bisnis di Kota Blitar. Dengan catatan tetap mematuhi segala aturan yang berlaku. Harapannya mampu membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja.
”Kemudian UMK (upah minimum kota/kabupaten) terus meningkat. Ini yang kami harapkan. Intinya, jalankan program dengan semaksimal mungkin, tidak kaku terhadap aturan, tetapi luwes,” tandasnya. (sub/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah