Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lulusan SMA/SMK Dominasi Angka Pengangguran di Kabupaten Blitar, Ini Kata BPS

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 6 Maret 2024 | 18:00 WIB
TELITI: Puluhan pekerja sedang melakukan sortir lipat logistik Pemilu 2024.
TELITI: Puluhan pekerja sedang melakukan sortir lipat logistik Pemilu 2024.

 

KABUPATEN BLITAR – adan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar mencatat ada 36 ribu warga kabupaten blitar berstatus menganggur pada 2023. Kondisi itu menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 40 ribu pengangguran. Mirisnya, pengangguran didominasi lulusan SMA.
Statistisi ahli muda BPS Kabupaten Blitar Ulfa Hamidah mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Blitar mencapai 4,91 persen, menurun 0,54 persen poin dari TPT pada 2022 yang mencapai 5,45 persen. TPT dihitung oleh BPS dari survey Angkatan Kerja Nasional yang dilakukan pada Agustus 2023 lalu.
“Pada tahun lalu kondisi sudah mulai normal, usaha mikro kecil mulai berjalan lagi. Seperti bermunculan kafe baru, angkringan dan usaha mikro lainnya. Meskipun masih belum bisa kembali seperti pada tahun 2019 hingga 2021 ketika angka TPT mencapai sekitar 3 persen,” ujar Ulfa yang ditemui di kantornya kemarin (5/3).
Dia melanjutkan, saat pandemi covid-19 melanda, banyak pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun karena situasi ekonomi masih sulit, mereka yang terkena PHK tersebut belum berusaha untuk mencari pekerjaan baru ataupun membangun usaha baru. Mereka lebih memilih untuk menunggu. Disamping karena situasi ekonomi sedang sulit sehingga peluang kerja sangat rendah, masyarakat juga masih dihantui oleh wabah covid-19. Dikarena tidak ada aktifitas mencari pekerjaan maupun mempersiapkan usaha, secara konsep BPS, mereka bukan dikategorikan sebagai pengangguran.
Sedangkan pada 2022 kondisinya sudah mulai normal dan masyarakat banyak yang mencari pekerjaan, melamar ke perusahaan hingga mendirikan usaha. Namun proses seseorang mencari pekerjaan atau mempersiapkan usaha itu, digolongkan dalam pengangguran. Terbukti angka TPT pada 2022 mencapai 5,45 persen.
“Terkait jumlah pengangguran, di Kabupaten Blitar mencapai 36 ribu. Hal itu karena dihitung dari 4,91 persen dari banyaknya angkatan kerja yang mencapai 734 ribu orang di Kabupaten Blitar,” ungkapnya.
Ulfa menyebut, lulusan SMA mendominasi pengangguran di Kabupaten Blitar dengan jumlah sekitar 10,44 persen. Sedangkan peringkat kedua, ada lulusan SMK sekitar 6,75 persen. Uniknya, hanya 2,89 persen lulusan SD yang menganggur.
Menurutnya, tingginya lulusan SMA/SMK yang menjadi pengangguran ini karena mereka cenderung pemilih. Mereka berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya. Selain itu, orang yang berpendidikan tinggi cenderung berasal dari keluarga ekonomi menengah atas sehingga bila belum bekerja, masih ada keluarga yang menopang dari sisi ekonomi.
Berbeda dengan keluarga ekonomi rendah. Mereka akan menerima pekerjaan apapun asalkan menghasilkan dan dapat pendapatan. Tuntutan ekonomi mengharuskan mereka bekerja. Trend pengangguran didominasi lulusan SMA/SMA ini sudah terjadi hampir setiap tahun.
“SMA memang disiapkan untuk ke jenjang lebih tinggi, bukan mencetak anak-anak yang siap bekerja. Namun ternyata ada beberapa anak yang memilih tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Berbeda dengan SMK yang memang mencetak anak-anak yang siap terjun ke dunia kerja. Sedangkan mereka yang lulusan perguruan tinggi, dimungkinkan banyak bekerja justru di luar kota dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang lebih sesuai dengan pendidikannya,” ungkapnya.
Ulfa menegaskan, angka TPT itu merupakan hasil survey yang secara metodologi dirancang untuk menghasilkan estimasi level kabupaten. Namun tidak menutup kemungkinan adanya error dari estimasi yang dihasilkan. (jar/hai) (jar/c1/hai)

Editor : Doni Setiawan
#smk #Kabupaten Blitar #sma #BPS 2023 #pengangguran