Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Beras Sejahtera Daerah Kota Blitar Diuji Lab, Antisipasi Tak Layak Konsumsi

M. Luki Azhari • Rabu, 6 Maret 2024 | 22:00 WIB
CEK KELAYAKAN: Petugas mengambil sejumlah sampel beras sejahtera daerah untuk uji laboratorium, kemarin (5/3).
CEK KELAYAKAN: Petugas mengambil sejumlah sampel beras sejahtera daerah untuk uji laboratorium, kemarin (5/3).

 

KOTA BLITAR - Beras sejahtera daerah (rastrada) yang bakal disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Blitar bakal diuji laboratorium. Pengambilan sampel beras berlangsung kemarin (5/3) di seluruh kelurahan di Kecamatan Sukorejo.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar Muhammad Chamim Efendi mengatakan, pemantauan tersebut dilakukan untuk menjamin kualitas beras. Sehingga, beras yang diterima KPM dalam kualitas bagus dan layak konsumsi.

"Pemantauan proses uji laboratprium di Kecamatan Sukorejo dilakukan di 7 kelurahan. Tiap kelurahan diambil jumlah sampel berbeda berdasarkan jumlah sak atau KPM," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin.

Pemantauan melibatkan dinsos, DPRD, hingga aparat penegak hukum (APH) yang dilakukan tiga kali dalam setahun. Sedangkan uji laboratorium berlangsung dua kali. Yakni, di lokasi produsen untuk menjamin kualitas beras sebelum sampai di kelurahan.

Uji laboratorium berikutnya yakni di kelurahan. Hal ini dinilai perlu untuk memastikan masyarakat mendapat beras kualitas terbaik, sehingga kandungan gizinya terjaga. Adapun, alokasi beras rastrada tahun mencapai 1.148.400 kg. Beras disalurkan tiga tahap dalam setahun.

"Uji sampel ini antisipasi yang tidak sesuai spesifikasi. Kalau ditemukan yang kurang bagus, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Perbaikan kualitas dan uji lab ulang," tuturnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo menyebut bantuan yang diterima masyarakat harus sesuai spesifikasi. Termasuk, bahan pangan seperti beras yang belakangan ini sangat diperlukan masyarakat kurang mampu. "Kami lihat tadi beras bagus, bersih, dan baunya sedap. Tergantung uji lab nanti, pecah butir kepala dan kadar air bagaimana," jelas politisi Gerindra ini.

Hasil uji lab, kata dia, akan keluar sekira 3-4 hari ke depan. Sedangkan beras nantinya akan didistribusikan kepada KPM selama tiga hari, yakni 13-15 Maret atau awal Ramadan. Dia berharap kualitas beras tidak terganggu. Namun, bilamana ada kualitas beras yang tidak bagus, jadi tanggung jawab pemerintah dan penyedia.

"Dari penyedia bersedia ganti sesuai spesifikasi. Insyaallah pantaun kami berasnya aman walaupun sekarang harga beras melambung, penyedia bertanggung jawab," tandasnya.

Diketahui program rastrada termasuk dalam 10 proyek strategis Pemkot Blitar tahun ini. Program tersebut digulirkan untuk menangani kemiskinan di Bumi Bung Karno. (luk/sub)

Editor : Doni Setiawan
#uji lab #Kota Blitar #rastrada